
"Jadi sampah." jawab Vrianca asal karena sedikit jengkel dan memang pernah tak suka membahas soal Daddy nya tersebut
"Jangan begitu, itu kan hasil jerih payah bokap lo kerja dan emang tujuan beliau kerjakan buat lo juga Vri." tutur Bella sambil menjelaskan pada temannya tersebut agar tidak bersikap seperti itu pada orang tua kandungnya sendiri
"Tapi gw nggak butuh, toh selama ini gw masih bisa hidup dan bernafas tanpa pemberian darinya, kecuali rumah yang gw tinggalin dan gw rasanya pengen tinggalin rumah itu, Bel." elak Vrianca sambil memberitahukan niatnya yang ingin hidup mandiri
"Jangan ngomong gitu Vri, nanti kalau lo nyesel baru tau rasa lo." tegur Bella pada temannya tersebut agar tetap bisa menghormati dan menghargai jerih payah orang tua dari temannya tersebut
"Lo ngedoain gw?" tanya Vrianca sedikit kesal karena sedikit tersinggung dengan ucapan temannya tersebut sambil menghentikan kendaraannya sejenak di pinggiran jalan
"Bukannya begitu, Vri." ungkap Bella merasa sedikit bersalah dengan kata-katanya yang membuat temannya tersebut tersinggung seperti ini
"Banyak di luar sana yang butuh kasih sayang orang tua, bonyok lo lengkap di tambah punya kakak super ganteng + baik hati dan punya isi kepala yang encer kaya air, gimana nggak sayang coba tuhan sama lo?" papar Bella sambil menjelaskan tentang keluarganya dan tentang dirinya
"Iya sih, gw pikir kadang juga begitu, apa gw yang terlalu egois sama bokap gw ya? Dan kurang bersyukur sama tuhan?" tanya Vrianca beruntun pada temannya tersebut dan juga pada dirinya sendiri
"Mendingan lo intropeksi diri lo dulu deh, gw nggak mau lo menyesal nantinya." pesan Bella pada temannya tersebut agar tidak terus-terusan bermusuhan pada keluarganya sendiri, khususnya pada Daddy nya
__ADS_1
"Makasih ya Bella, lo emang the best friend gw dah!" puji Vrianca sambil memeluk temannya tersebut
"Kuy lah⦠nanti disangka suka sesama jenis lagi." ajak Bella pada temannya tersebut sambil melepaskan peluk kan nya karena risih menjadi tontonan orang banyak
"Amit-amit deh!" cicit Vrianca tak suka, lalu menyalakan mesin kendaraan bermotornya lagi untuk melanjutkan tujuannya tadi
Tak butuh waktu lama, setelah beberapa menit kemudian Vrianca dan Bella pun sampai di mall yang sedari tadi ditujunya, dan mereka berdua pun langsung pergi ke toko baju tempat langganan mereka berdua
"Gimana? bagus nggak menurut lo?" tanya Vrianca meminta pendapat temannya tersebut sambil menunjukan baju yang sedang Vrianca kenakan sekarang
"Bagus." jawab Bella singkat karena Bella sendiri juga masih sibuk mencari beberapa baju lagi untuk dikenakan dirinya sehari-hari
"Serah." jawab Bella cuek, memang masih sibuk memilih-milih baju dan sedikit kesal pada temannya tersebut
"Gimana gw nggak kesal sedari tadi coba, sudah hampir tiga jam keliling butik ataupun toko baju di sekitar mall ini ngikutin dia ke sana kemari, nggak kelar-kelar juga ngeborongnya." batin Bella bicara sendiri pada dirinya sendiri sambil menepuk jidatnya sendiri pula
"Bellaβ¦" panggil Vrianca pada temannya tersebut dengan nada yang paling tinggi
__ADS_1
"Ya sudah cepetan, lapar gw nih!" balas Bella cepat yang memang tak mau lagi berlama-lama menemani temannya berbelanja lagi ditambah lagi yang memang dari tadi perutnya minta diisi olehnya
Akhirnya Vrianca pun pasrah dan menghentikan acara shopping nya bersama temannya tersebut untuk melanjutkan ke restoran yang tak jauh dari butik baju tadi
"Ya sudah mba, ini semuanya dibungkus ya!" pinta Vrianca pada pelayan butik tersebut agar memasukkannya dalam kantong belanjaannya
"Siap Nona." balas pelayan tersebut patuh pada Vrianca yang memang pelanggan setianya di butik tersebut
"Saya titip sini dulu ya, saya mau makan di restoran depan."
ππππππππππππππ
Jangan lupa tetap tinggalkan dukunganmu, dengan cara:
Voce, like and comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
__ADS_1
Salam hangat dari author Alka π