
Setelah dirasa Vrianca sudah tertidur pulas, Biru mengambil benda pipih nya dari saku celana kanannya yang bernama smartphone untuk menghubungi asisten pribadinya agar merubah jadwal pertemuannya paginya menjadi siang hari saja karena sebuah kendala yang tak bisa diganggu gugat oleh siapapun
Setelah menghubungi asisten pribadinya, Biru memutuskan ikut membaringkan tubuhnya disebelah Vrianca yang sudah tertidur pulas sedari tadi dan ikut serta masuk ke dalam alam mimpi indahnya milik Vrianca sambil meraih tubuh Vrianca untuk dipeluknya lagi
Mungkin karena hari ini kegiatan Biru juga yang lumayan menguras tenaga, tak butuh waktu lama akhirnya Biru pun ikut masuk dalam dunia mimpinya dan menyusul Vrianca tidur dengan damainya di dalam kapal pesiar tersebut
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Pagi hari yang cerah dan cuaca yang mendukung, Vrianca baru saja terbangun dari tidurnya dan baru menyadari bahwa Vrianca semalam tidur dengan keadaan memeluk tubuh seorang pria yang tak lain dan tak bukan adalah 'Biru'
Seorang pria yang mengaku perasaannya telah jatuh hati pada dirinya, sedangkan Vrianca sendiri tak merasakan perasaan apapun pada pria tersebut, bahkan sedikit pun
"Sebenarnya pria ini baik, tapi gw nggak suka dengan sikapnya yang terlalu memaksa." lirih Vrianca pelan saat melihat wajahnya Biru dan mengingat begitu perhatiannya Biru dengannya
"Diliat-liat tampan juga dia." kata Vrianca sambil membeli wajah tampan nan rupawan milik Biru
"Aiss... ngomong apa sih gw? Kayanya gw lebih baik mandi, badan gw sudah nggak nyaman dari semalam." ucap Vrianca lagi dan lagi sambil memukul kepalanya pelan saat tersadar dengan segala perkataannya tersebut, lalu pergi ke arah kamar mandi
__ADS_1
Akhirnya Vrianca pun masuk ke dalam kamar mandi dan menyelesaikan ritual mandinya dalam waktu lima belas menit saja karena Vrianca bukan tipikal wanita yang mandinya bisa memakai waktu berjam-jam
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Vrianca baru saja ingat bahwa dia kesini tanpa membawa baju ganti satupun, lalu bagaimana di memakai pakaiannya nanti, tidak mungkin kan dia pakai baju yang kemarin lagi, menurut Vrianca dalam hati
"Kira-kira di lemari ada baju ganti gw nggak ya?" tanya Vrianca pada dirinya sendiri yang masih di dalam kamar mandi
"Bodo amat ah... Kalau nggak ada, terpaksa gw pakai baju cowo itu saja." kata Vrianca sambil melilitkan handuk di tubuhnya
"Btw kemarin siapa nama cowo itu? Bi.. Biru, bingung, binggo atau siapa ya? Au amat ah... Whatever." ucap Vrianca lagi dan lagi pada dirinya sendiri sambil jalan keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaian
Lalu Biru mengambil Hpnya yang berada di atas nakas dan melihat beberapa pesan dari asistennya mengenai pertemuannya dengan rekan bisnisnya nanti siang
Tanpa disadari Biru juga ternyata Vrianca sudah berada didepan lemari sedang mencari pakaian gantinya seusai mandi
Tersadar ada seronok wanita yang sedang berdiri hanya memakai handuk, Biru hanya bisa menelan slavinanya saja melihat pemandangan yang begitu menggiurkan dihadapannya
"Ehm." suara deretan Biru seraya menetralkan yang ada di tubuhnya Biru
__ADS_1
"Apa kamu sedang mengoda ku, Beb?" tanya Biru sambil meletakkan Hpnya dan mendekati Vrianca
"Apa maksud mu?" tanya balik Vrianca yang masih tak mengerti dengan ucapan Biru
"Liat lah..." perintah Biru sambil menaikkan dagunya menuju pandangannya yang ditujuhkannya
"A-aku... aku bingung dengan baju gantinya, kan kemarin kita kesini tak membawa satupun baju ganti." ucap Vrianca gugup dan malu setelah apa yang ditunjukkannya oleh Biru
ππππππππππππππ
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka π
__ADS_1