
Setelah dari butik Tante Rani, Biru dan Vrianca langsung saja masuk ke dalam mobil milik Biru lagi untuk menuju ke sebuah dermaga
"Kamu kenapa, Beb? Kenapa dari tadi diam saja?" tanya Biru sedikit bingung dengan sikapnya Vrianca yang sekarang
"Apa aku harus salto di depan anda, Tuan?" jawab Vrianca asal yang tak suka dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Biru
Cup
"Itu hukuman mu, karena kamu masih memanggilku 'Tuan'." ucap Biru sambil mengecup bibir Vrianca singkat
"Whatever." balas Vrianca cuek dengan mode juteknya
"Jangan gitu dunk, Beb. Kamu ngambek melulu sih, Beb." rayu Biru yang mengerti kalau kekasih hatinya lagi dalam mode ngambeknya, menurut Biru
Sedangkan Vrianca hanya memasang wajar cemberutnya sekaligus mengabaikan perkata-kata dari Biru sambil terus menatap jalanan dan mobil yang berlalu lalang
Tak lama kemudian akhirnya mobil Biru sampai juga di sebuah dermaga yang terdapat kapal pesiar yang lumayan cukup mewah dan megah sedang menunggu tamu istimewa nya
"Kenapa kita ada di pelabuhan?" tanya Vrianca penasaran setelah melihat mobil milik Biru berhenti disebuah dermaga yang sudah terdapat kapal pesiar yang mewah menurut Vrianca
"Aku ada pertemuan dengan rekan bisnis ku disini, Beb." ujar Biru lalu keluar dari mobilnya menuju pintu Vrianca untuk membuka pintunya
__ADS_1
"Dan besok siang kita baru balik ke sini lagi." ucap Biru lagi setelah membuka pintu mobil miliknya untuk menggandeng tangan Vrianca dengan mesra nya
"Nggak mau, saya mau pulang. anda lanjutkan saja acaranya sendiri." tolak Vrianca keras setelah mendengar penjelasan dari Biru
Cup
"Itu hukuman lagi buat kamu karena kamu tak mau mendengarkan perkataan ku." jelas Biru setelah memberi kecupan singkat di bibir Vrianca lagi
"Lagian aku juga sudah mengabari kedua orang tua mu, kalau kamu tak akan pulang malam ini." ujar Biru lagi sambil menjelaskan kembali tentang izin buat Vrianca yang tak pulang malam ini
"Kapan anda mengabari kedua orang tua saya?" tanya Vrianca penasaran yang tak pernah melihat Biru menghubungi kedua orang tuanya
Cup
"BOMAT." kata Vrianca sebal yang selalu mencuri kesempatan yang selalu mengatasnamakan hukuman
"Apa itu?" tanya Biru bingung dengan bahasa gaulnya kekasih hatinya
"Cari sendiri dalam kamus lo." ucap Vrianca kesal dengan perilaku Biru sedari tadi
Cup
__ADS_1
"Aku tak suka dengan perkataan mu, Beb" ujar Biru yang tak suka dengan perkataan wanita yang dicintainya setelah mengecup bibir Vrianca kembali lagi
"Aaaaaaaahhhhh…" suara nyaring Vrianca prustasi menghadapi tingkah laku Biru sedari tadi yang diluar batas kesabaran Vrianca
Kali ini Vrianca benar-benar sudah geram, marah, emosi, frustasi dan tak bisa mengendalikan dirinya lagi, tapi Vrianca juga bingung kenapa tak bisa melawan Biru dengan kekerasan sedari tadi juga
Walaupun sebenarnya Vrianca juga jago dalam hal bela diri asal manapun, dari wushu, taekwondo, pencak silat dan bela diri lainnya yang sedari kecil dipelajarinya secara diam-diam dari kedua orang tuanya, kecuali kakaknya 'Bryan'
"Kenapa sih Beb, mesti teriak-teriak?" tanya Biru bingung yang tiba-tiba saja Vrianca teriak-teriak dihadapan Biru yang menjadikannya pusat perhatian para penonton dari atas kapal pesiar tersebut sambil menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya karena mendengar teriakkan Vrianca yang cukup melengking
Kapal pesiar yang di naikin oleh Biru dan Vrianca pada saat itu
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukunganmu, dengan cara:
Voce, like and comment sebanyak-banyaknya
__ADS_1
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka 😘