
Tak terasa rapat berlangsung memakan waktu sampai hampir satu jam tersebut Itu pun berakhir, Vrianca masih saja asik dengan hpnya padahal Teddy sudah keluar dari ruang tersebut dari lima menit yang lalu dengan hasil yang cukup memuaskan dari kedua belah pihak dengan berhasil menandatangani kontrak antara kedua perusahaan tersebut
"Beb... Asik sekali kamu, sampai tidak tau kalau rapat sudah selesai sedari tadi." ujar Biru setelah melihat pujian hatinya masih sibuk dengan hpnya tersebut seperti punya dunianya sendiri
"Oya? Aku pikir masih lama. Terus sekarang kita mau kemana?" balas Vrianca yang memang sedari tadi tidak sama sekali memperhatikan kegiatan Biru dengan rekan bisnisnya tersebut ditambah lagi dengan sifatnya Vrianca yang acuh tak aduk, jadi wajar saja jika Vrianca tak mengetahuinya
"Bentar lagi kita akan menepi ke sebuah pulau, kita akan bermalam dulu disana, besok malam kita baru tiba sampai ke pelabuhan pertama kali kita naik ke perahu ini." ujar Biru lagi sambil menjelaskan kegiatannya setelah ini dan memberitahukan periha kepulangannya tersebut
"Kenapa lama sekali balik ke pelabuhannya? Kenapa nggak malam ini saja?" tanya Vrianca sedikit kecewa karena tak bisa pulang ke rumahnya sekarang
"Kalau kita balik sekarang, aku tak bisa bermesrah mesrah lagi donk dengan dirimu, aku masih mau bersama dirimu Beb. Apa kamu tak ingin?" jawab Biru sambil menjelaskan tentang keinginannya tersebut
"Aku hanya mengkhawatirkan dengan keluarga ku di rumah, aku takut mereka semua mencari diriku." balas Vrianca sedih sambil menjelaskan tentang isi hatinya sekarang yang sedang mengkhawatirkan keluarganya dan sedikit merindukan anggota keluarganya pula
__ADS_1
"Kamu jangan khawatir ya, aku sudah mengurusnya itu. Sekarang lebih baik kita bersenang seneng, gimana menurut dirimu?" rayu Biru agar tidak membuat Vrianca bersedih hati karena ulahnya yang masih ingin berduaan saja dengannya
"Baiklah, aku ikut saja dengan dirimu. Memangnya di pulau tersebut ada apa?" jawab Vrianca sedikit pasrah dengan rayuan Biru tersebut karena masih sedikit penasaran tujuannya ke pulau tersebut
"Kamu lihat saja nanti, aku punya sedikit kejutan buat dirimu disana nanti." balas Biru sedikit main tebak tebakkan oleh Vrianca agar bisa sedikit menghibur hati Vrianca tersebut
" Oya, aku jadi tak sabar untuk kesana." ujar Vrianca semangat dan penasaran tentang kejutan yang akan diberikan oleh Biru nanti disana
Vrianca hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya saja sambil bergelayut manja dilengannya Biru dengan menyenderkan kepala di pundak kirinya Biru menunju kamarnya
Hanya butuh beberapa menit untuk sampai di dalam kamarnya, dua insan yang sedang di mabuk asmara sedang berleha di atas tempat tidurnya dengan Vrianca yang masih sibuk dengan hpnya lagi sedangkan Biru dengan laptopnya mengurus pekerjaannya di perusahaannya, walaupun dari jauh sekalipun
Tanpa terasa ternyata mereka pun akhirnya tertidur dengan begitu nyenyaknya, Vrianca yang tertidur pulas di lengan kanan Biru sebagai alas bantalnya sambil dipeluk oleh lengan tangan Biru yang lainnya membuat tidur mereka berdua semakin nyenyak saja dan lelapnya, setelah Biru menyuru John sang asisten pribadinya juga beristirahat di kamarnya pula
__ADS_1
Langit sudah berubah menjadi gelap ditemani bintang dan bulan tanda hari sudah malam, dua insan tersebut baru saja terbangun dari tidurnya yang nyenyak walaupun kegiatan mereka tak terlalu menguras tenaga mereka berdua
"Bi...Bangun, ini sudah jam berapa? Jadi tidak kita mau jalan di pulau yang kau janjikan itu?"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka 😘
__ADS_1