
"Tidak, bukan begitu maksud ku. Hanya aja ini terlalu berlebihan, aku bukan siapa-siapa mu. Tapi kamu sudah memberikan diriku benda-benda seperti ini dan ini pasti mahal banget harganya, ya kan?" beber Vrianca mengeluarkan segala isi hatinya yang tak ingin sampai Biru menganggapnya sebagai wanita materi dan manfaat kekayaannya saja
"Itu yang aku sukai dari dirimu, Beb. Kau tak sama seperti wanita-wanita yang pernah aku temui, yang hanya mencari kesempatan saat bersama ku dan mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri." jelas Biru sambil menyampaikan salah satu yang bikin Biru sangat tertarik, bahkan sampai sangat amat mencintai sosok wanita seperti Vrianca ini
"Aku pun bahagia bisa bertemu, berkenalan, bahkan menjalin hubungan dengan mu. Aku sangat mencintaimu, Beb." ucap Biru lagi sambil membelai pipi mulus milik Vrianca
"Aku pun begitu, sangat mencintaimu." ujar Vrianca sambil mencurahkan isi hatinya sekali lagi dengan Biru
Biru sangat bahagia sekali lagi dengan berkata Vrianca bahwa dirinya juga memiliki perasaan yang sama dengannya, Biru terus saja mendekati wajah Vrianca hingga jarak mereka hanya tinggal beberapa sentimeter saja
Hingga akhirnya Biru melaham bibir manis Vrianca dengan kelembutan, menyecapnya, ********** bahkan lidah Biru pun ikut bermain mengabsen setiap rongga mulut Vrianca
Vrianca berusaha untuk mengimbangi permainan Biru, Vrianca pun ikut membalas apa yang Biru lakukan, walaupun sedikit kaku. Tapi Biru memakluminya, karena ini untuk pertama kalinya Vrianca membalas perbuatan Biru yang terus saja mencium bibir Vrianca, hingga kadang membelit lidah mereka masing-masing
__ADS_1
Bahkan sampai mereka berdua hampir saja kehabisan nafas karena keasikkan berciuman di bibir pantai yang sepih nan romantis ini, karena hanya ada mereka berdua di sana
"Kita istirahat ya, kamu pasti lelah." ujar Biru sambil mengusap bibir mungil Vrianca dengan ibu jari Biru akibat ulahnya tadi
Vrianca hanya bisa menjawab dengan anggukkannya saja pelan karena menahan malu akibat ulahnya tadi membalas ciumannya dengan Biru sambil mengikuti Biru ke arah kamar tidur mereka untuk istirahat, karena esok pagi mereka semua sudah harus meninggalkan pulau ini selepas sarapan nanti
Sesampainya di kamar Biru maupun Vrianca langsung saja masuk kamar tidurnya untuk ritual bersih-bersihnya, seperti mengikat gigi dan mencuci muka, lalu menganti pakaiannya dengan yang bersih, sebelum akhirnya mereka berdua terlelap dalam buaian mimpi indah mereka masing-masing sambil tetap Biru yang selalu memeluk tubuh Vrianca dengan posesif, walaupun sedang tidur sekalipun
(Sedikit info ya geyz, karena itu masion pribadi milik Biru yang di siapkan untuk menyambut kedatangan Vrianca, jadi dari jauh-jauh hari Biru sudah menyiapkan segala perlengkapan dan keperluan Vrianca yang sudah begitu lengkap termasuk baju-bajunya, make up - nya dan sebagainya)
Tidak dengan sepasang manusia yang masih betah dengan mimpi indahnya, hingga akhirnya membangun si wanita dari tidurnya karena kicauan burung-burung yang cukup mengganggu tidurnya dan silau matahari di pagi hari di sela-sela gorden di kamar mereka
"Jam berapa ini? Astaga, kenapa aku bisa bangun sesiang ini?" tanya Vrianca pada dirinya sendiri setelah melihat jam menuju pukul jam delapan lewat dua puluh lima menit
__ADS_1
"Bi... Bangun. Kita sudah kesiangan, Bi." ucap Vrianca sambil mengoyangkan lengan Biru
"Iya. Lebih baik sekarang kamu mandi, aku telpon John terlebih dahulu." balas Biru dengan suara khas baru bangun tidur dan mencari Hpnya untuk menghubungi sang asisten pribadinya
"Ehm." suara deheman yang keluar dari mulut Vrianca sebelum akhirnya Vrianca masuk ke kamar mandi dengan ritual mandi, lalu setelah lima belas menit kemudian masuk ke ruang walk in closet
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
Aku tunggu jejak dari kalian semua
__ADS_1
Salam hangat dari author Alka 😘