
"Sepertinya Nyonya ada di taman belakang, Tuan." jawab maid tersebut sopan
Hanya suara deheman yang keluar dari mulut Biru "Ehm."
Lalu pergi berlalu mencari keberadaan Vrianca ke taman belakang seperti yang tadi di katakan oleh salah satu maidnya tersebut
(Taman belakang yang ada di taman belakang masion Biru, letaknya ada disudut masion tersebut. Biru sengaja membuatnya karena Vrianca suka sekali dengan suasana taman seperti gambar tersebut)
(Sebenarnya yang suka Author atau Vrianca ya?? 🤔🤔🤔 #curcol Author pribadi)
"Disini kamu rupanya, Beb. Aku hampir saja membunuh para penjaga disini, kalau sampai tak dapat menemui dirimu lagi." ucap Biru sambil memeluk tubuh Vrianca dari belakang
Tetapi tetap saja tak ada jawaban, bahkan tak ada sedikitpun reaksi dari Vrianca saat Biru berkata seperti itu
"Kamu marah ya, Beb?" tanya Biru sedikit bingung dengan diamnya Vrianca yang tak biasanya
"Lebih baik kita kembali ke kapal sekarang, bukannya nanti malem kita akan menepi di tempat awal dirimu membawa ku." ucap Vrianca yang tak ingin menjawab pertanyaan dari Biru sambil mengalihkan pembicaraannya
"Apa kamu tak mau berlama-lama denganku?" tanya Biru lagi sedikit penasaran karena Biru merasa Vrianca sedang menghindari dari dirinya sendiri
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Vrianca, tetapi Vrianca melepaskan pelukan dari Biru, lalu pergi meninggalkan Biru di taman tersebut begitu saja
Vrianca pergi naik ke kapal tersebut karena hari sudah mulai siang, sedangkan Biru masih setia mengikuti Vrianca kemanapun Vrianca pergi
Setelah Biru naik ke kapal pesiar tersebut, tak lama kemudian kapal pesiar tersebut akhirnya pergi meninggalkan pulau pribadi Biru dan menuju ke tujuan terakhirnya
"Beb... Maaf." ucap Biru saat Vrianca akhirnya berhenti melangkah di main deck (geladak atas atau geladak utama) sambil memeluk Vrianca dari belakang kembali
"Buat apa?" balas Vrianca datar dengan sebuah pertanyaan
"Aku tau kamu marah, makanya aku minta maaf." jawab Biru sambil berusaha membuat mood Vrianca baik kembali
"Kata siapa aku marah?" balas Vrianca datar dengan sebuah pertanyaan sekali lagi
"Bukankah sikapku seperti ini? Kenapa? Kau tak suka?" balas Vrianca datar lagi dengan sebuah pertanyaan lagi dan lagi sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya
"Bukan. Hanya saja aku seperti asik saat ada di dekatmu." jawab Biru lagi sambil mengeluarkan isi hatinya sekarang yang dirasakannya sekarang juga
Tak ada jawaban lagi dari Vrianca, Vrianca hanya menggosok-gosokkan punggung lengannya yang sedikit kedinginan terkena angin laut sambil memutarkan kembali tubuhnya ke hadapan lautan lepas
Biru berinisiatif membuka jasnya lalu memakaikannya ke Vrianca dan memeluknya dari belakangnya kembali
__ADS_1
"Apa kamu masih meragukan cintaku?" tanya Biru meyakinkan dirinya dan bertanya pada Vrianca sekali lagi
Vrianca hanya menjawab dengan sebuah tatapan penuh arti ke hadapan Biru saat Vrianca sedikit membelokkan kepalanya yang berada sisi kiri Vrianca
Sedangkan Biru membalas tatapan Vrianca, lalu memajukan wajahnya untuk mencium bibir ranum Vrianca lagi dan lagi
Kali ini Vrianca tak membalas ataupun menolak perilaku Biru, Vrianca hanya bisa diam dengan segala kegiatan Biru yang dilakukannya pada dirinya
"Aku sangat mencintaimu, Vri. Sangat. Jangan pernah meragukan ketulusan dari cintaku, jangan pernah." ungkap Biru dari lubuk hati Biru yang paling dalam dan setulus hatinya
"Aku akan melakukan apapun, asal kamu yakin dengan ketulusan cintaku ini." ungkap Biru lagi sambil mencium kepala Vrianca
Vrianca hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya saja pelan sambil memberikan senyuman sedikit kepada Biru
"Ayo... Kita makan siang, tadi pagi juga tidak sarapan kan?" ajak Biru sambil menarik tangan Vrianca lembut dan menggenggam erat tangan Vrianca seolah-olah takut Vrianca pergi menjauh untuk selama-lamanya
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
__ADS_1
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka 😘