
"Ayo..." ajak Vrianca lagi sambil menggelayut manja di lengan kanan Biru, tetapi saat kemudian Vrianca menghentikan langkahnya
"Tunggu..." ucap Vrianca tiba-tiba sambil menghentikan langkahnya lalu mendekati wajah Baru
Biru yang kebingungan pun bertanya "Ada apa?" sambil mendekati wajah Vrianca pula, lalu Vrianca sedikit berbisik
"Sepertinya ada sesuatu di wajah mu, coba lebih dekat sini." perintah Vrianca agar Biru lebih sedikit lagi mendekat ke wajahnya Vrianca, lalu
Cup
😜 Vrianca hanya bisa menjulurkan lidahnya keluar dan mengedipkan satu matanya genit, setelah Vrianca mencuri kecupan singkatnya di bibir Biru, lalu pergi menjauh sebelum Biru tersadar dari keterkejutannya
"Beb... Nakal kamu ya." teriak Biru setelah sadar dari keterkejutannya yang tak pernah menyangka gadis yang menurutnya lebih dingin dari dirinya bisa bertingkah seperti itu kepadanya
Setelah melihat tingkah Vrianca yang begitu menggemaskan, Biru berusaha menangkap Vrianca untuk di berikannya hukuman
"Tertangkap, kamu harus di hukum Beb." bisik Biru di telinga Vrianca setelah berhasil menangkap tubuh Vrianca sebelum Vrianca turun dari anak tangga di masion tersebut
"Bi... Lepas. Aku malu, di liat banyak yang memperhatikan kita." ujar Vrianca malu menjadi pusat perhatian para maid dan beberapa tamu Biru yang baru saja naik ke lantai atas untuk pergi ke kamarnya masing-masing
__ADS_1
"Siapa suru mencuri ciuman dariku? Tanpa kamu mencuripun, aku dengan suka rela memberikannya padamu." ungkap Biru pada Vrianca sambil merapihkan penampilan Vrianca yang sedikit berantakan karena ulah kejar-kejar tadi
"Sudah ah... Aku lapar, mau makan. Nanti saja di lanjutkannya." ngeles Vrianca sambil mengalihkan pembicaraannya agar Biru tak terus menatap wajahnya karena ulahnya Biru barusan
"Janji?" tanya Biru sambil menggandeng tangan Vrianca, melewati satu persatu anak tangga menuju rumah makan karena para tamu Biru sudah menunggunya sedari tadi
"Tergantung." jawab Vrianca santai sambil terus mengikuti arah jalan Biru
"Mati." balas Biru singkat dan cepat
"Menyebalkan." tutur Vrianca kesal mendengar penuturan Biru
Biru hanya bisa tersenyum senang bisa mengerjai wanita kesayangannya
"Baiklah, baiklah, ayo kita makan." ucap Biru sambil mengajaknya duduk di kursinya yang sudah di tarik oleh Biru agar Vrianca mendudukinya
"Ehm." balas Vrianca singkat karena masih sedikit sebal dengan sikap Biru tadi
Sesampainya di meja makan, Vrianca langsung saja mengambil beberapa makanan tanpa memperhatikan Biru yang sedari tadi hanya menatap Vrianca yang tengah asik mengambil makanan untuk dirinya sendiri, lalu memakannya
__ADS_1
"Kamu ko nggak makan?" tanya Vrianca bingung karena sedari tadi Biru belum juga mengambil makanannya, bahkan Vrianca juga sudah memakan makanannya beberapa suap
Biru hanya menyuru Vrianca dengan gerak arah matanya yang ke arah piring Biru yang masih kosong dan tertata rapih, bahkan tak berniat mengambil makanannya sebelum Vrianca sendiri yang mengambilkannya
"Manja sekali calon ayah dari anak-anak ku ini." ucap Vrianca gemas sambil mencubit pipi kiri Biru manja
"Sekalian suapin ya?" tanya Biru manja dengan Vrianca karena ingin sekali di perhatikan oleh wanita yang paling Biru sayangi
"Makan sendiri ya... Aku pun lapar, Bi." pinta Vrianca sedikit memohon karena Vrianca sendiri sedari tadi emang sudah menahan lapar
"Baiklah, tapi dengan satu syarat." tawar Biru dengan sedikit bernegoisasi dengan wanita yang Biru cintai
"Apa itu?
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa tetap tinggalkan dukungan mu, dengan cara:
Voce, Like and Comment sebanyak-banyaknya
__ADS_1
Aku tunggu jejak dari kalian semua
Salam hangat dari author Alka 😘