
Bab 12
"Ra, dipanggil oleh Pak Alex ke ruangannya!" kata salah seorang kawan Amira dan hal tersebut justru membuat Amira tersenyum dengan begitu senangnya.
"Ok! Terima kasih!" kata Amira dengan senyumnya yang sumringah dan dia tidak berusaha untuk menyembunyikan senyumnya tersebut.
"Ra, kamu jangan melakukan sesuatu yang tidak-tidak yang pada akhirnya hanya akan membuatmu menyesal seumur hidup!" kata Sonia yang masih berusaha untuk mengingatkan Amira mengenai apa yang bisa terjadi kepada sahabat yang tersebut apabila sahabatnya itu memaksakan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.
"Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakan semua kesempatan yang datang di dalam kehidupanku!" kata Amira yang kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Sonia dan dia mulai memikirkan segala sesuatu yang bisa dilakukannya untuk menggoda kepala sekolahnya yang baru.
Amira yang selalu mengenakan pakaian cukup sopan dan juga tidak mengikuti apa yang dilakukan oleh kawan-kawan yang lain yaitu mengenakan pakaian yang cukup ketat sehingga membuat dia sedikit kesulitan untuk melancarkan aksinya kali ini. Dia ingin menggoda kepala sekolahnya itu dengan menggunakan aset yang ada di dalam dirinya, tetapi dia sadar kalau hal tersebut pasti tidak akan berhasil mengingat pakaiannya yang terlampau sopan dan berbeda dari kawan-kawannya yang lain. Namun Amira jelas tidak kehilangan akal dan dia mencari cara yang lain agar bisa menggoda kepala sekolahnya itu dan bagaimanapun juga dia harus bisa mendapatkan kepala sekolahnya dalam waktu seminggu ini setelah itu dia akan membuktikan kepada dunia terutama kepada ayahnya kalau dia bisa memberatkan semua rasa sakit yang dirasakannya selama ini.
"Jangan panggil aku Amira kalau aku tidak bisa membuatmu bertekuk lutut di hadapanku dalam waktu seminggu karena aku akan memastikan kalau kepala sekolah yang baru itu akan tertarik kepadaku dan dia akan benar-benar bertekuk lutut di hadapanku setelah tidak ingin melupakanku sama sekali!" kata Amira setelah berhasil menemukan cara terbaik yang bisa dia gunakan untuk menggoda kepala sekolahnya itu.
__ADS_1
Tok ... tok ... tok ...
Suara pintu diketuk dengan begitu perlahan meski masih dapat didengar oleh orang yang ada di dalam ruangan kepala sekolah. Siapa lagi pelaku yang mengetuk pintu tersebut kalau bukan Amira, seorang siswa yang terkenal dengan kepintarannya dan juga kecantikannya serta siswa yang selalu berusaha untuk mengikuti semua aturan yang ada di sekolah tanpa terkecuali dan selalu menjadi idola dari semua siswa serta guru yang ada di sekolah tersebut.
"Masuk!" Alex mengatakan hal tersebut tanpa mengalihkan pandangannya dari atas file yang ada di hadapannya dan terlebih dia sendiri sudah mengetahui siapa yang mengetuk pintu tersebut karena hanya ada satu orang yang dimintanya untuk datang menghadapnya saat ini.
"Anda memanggil saya, Pak?" tanya Amira masih dengan cara yang sangat sopan dan dia juga berusaha untuk tidak menunjukkan apa yang akan dilakukannya kepada kepala sekolahnya itu.
Amira mengikuti apa yang dikatakan oleh kepala sekolahnya itu sehingga saat ini dia duduk tepat dihadapan Alex dan hal tersebut membuatnya dapat menjalankan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Amira yang terbiasa mengenakan pakaian sesuai dengan aturan sekolah berusaha untuk duduk dengan sangat tegap sehingga dua buah benda kenyal dengan ukuran yang cukup besar menonjol dengan begitu indahnya dan Amira sangat yakin kalau hal tersebut mampu untuk menarik perhatian dari kepala sekolahnya yang baru itu.
Alex melihat apa yang dilakukan oleh Amira dan dia tidak bisa menyangka kalau sesuatu yang ada pada tubuh siswanya itu benar-benar menarik dan dia ingin menyentuhnya serta meremasnya dengan cukup keras. Bayangannya saat ini benar-benar liar, dan dia menyukai apa yang ada di dalam pikirannya saat ini karena bagaimanapun juga siswanya itu benar-benar menggoda bahkan terlihat jauh lebih menggoda daripada para siswanya yang lain yang dengan sengaja mengenakan pakaian begitu ketat sehingga menunjukkan lekuk tubuh mereka.
Alex bener-bener kehilangan fokus dan dia terus-menerus melihat apa yang dilakukan oleh Amira. Hal tersebut jelas tidak luput dari perhatian Amira dan dia justru semakin senang dengan apa yang dilakukan oleh kepala sekolahnya Karena dengan demikian dia tidak akan kesulitan untuk menggoda Alex.
__ADS_1
"Bapak ingin berbicara apa kepada saya sehingga memanggil saya ke sini?" tanya Amira yang masih berusaha untuk bersikap sopan serta tidak menunjukkan kalau dia saat ini sedang menggoda Alex.
"Ah, ya!" kata Alex yang sedikit tergagap karena kaget mendengar pertanyaan yang begitu tiba-tiba dari Amira yang membuatnya kembali pada kenyataan dan membuang semua pikiran kotor yang ada di dalam otaknya. "Saya memanggilmu ke sini setelah melihat beberapa prestasi atas namamu yang ada di sekolah ini, sungguh prestasimu benar-benar luar biasa dan saya bangga memiliki siswa seperti ini!"
"Terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Anda!" kata Amira yang sadar jika apa yang dikatakan oleh Alex barusan adalah sebuah basa-basi semata yang pasti ada sesuatu hal lain yang jauh lebih penting daripada basa-basi tersebut.
"Saya memanggilmu ke sini untuk menawarkan sebuah rekomendasi yang cukup menarik dan terlebih ketika saya mengetahui kalau saat ini kamu sudah memasuki kelas 3 sehingga sepertinya kamu pasti membutuhkan rekomendasi tersebut untuk masuk di salah satu universitas ternama di negeri ini!" kata Alex pada akhirnya mengatakan sesuatu yang menjadi tujuan dari pemangkilannya terhadap Amira.
"Kalau boleh saya tahu, rekomendasi apa yang akan Bapak berikan kepada saya? Apakah hanya sekedar merekomendasikan saya untuk masuk ke salah satu Universitas ternama yang ada di negeri ini saja ataukah yang lainnya? Kalau hanya Bapak ingin memberikan rekomendasi agar saya udah untuk masuk ke salah satu Universitas dalam negeri ini maka hal tersebut akan menjadi sesuatu yang biasa saja karena sebelumnya saya sudah mendapatkan beasiswa pada salah satu universitas ternama setelah mendapatkan penghargaan pada sebuah lomba setahun yang lalu!" kata Amira yang memang tidak ingin menyembunyikan mengenai hal tersebut dari kepala sekolahnya itu karena bagaimanapun juga dia memang tidak membutuhkan rekomendasi tersebut setelah memenangkan sebuah lomba setahun yang lalu sehingga membuatnya mendapatkan beasiswa penuh dari salah satu universitas.
Alex cukup kaget dengan apa yang dikatakan oleh Amira karena dia tidak menyangka jika siswanya tersebut sudah mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga sebelumnya sehingga rekomendasi yang akan diberikannya terasa tidak berharga sama sekali. Namun bukan Alex namanya kalau dia tidak memiliki cara lain untuk memberikan penghargaan atas apa yang dilakukan oleh siswanya tersebut terhadap sekolah. Bagaimanapun juga menurutnya apa yang dilakukan oleh Amira adalah sesuatu yang patut untuk dihargai serta diapresiasi lebih oleh pihak sekolah meski dia meyakini jika kepala sekolah sebelumnya pasti sudah memberikan apresiasi atas prestasi siswanya itu.
"Bagaimana kalau saya menawarkanmu untuk magang menjadi sekretaris saya pada perusahaan yang saya Pimpin!" kata Alex yang pada akhirnya menawarkan sesuatu yang diyakini jika hal tersebut tidak pernah terbayangkan oleh Amira sama-sama. "Kalau kamu setuju dengan penawaran saya maka kamu bisa mulai masuk ke kantor sepulang sekolah meski kamu hanya megang selama satu atau dua jam saja di sana!"
__ADS_1