Balas Dendam Sang Pelakor

Balas Dendam Sang Pelakor
Bab 26


__ADS_3

Bruk ...


Amira terjatuh ketika kakinya dijegal oleh seseorang saat dia sedang berjalan ke arah kantin. Amira yang saat itu sedang seorang diri hanya bisa sedikit mengarang kesakitan saat lututnya menyentuh lantai dengan begitu kerasnya sehingga menimbulkan bercak darah di sana.


Belum reda rasa sakit yang dirasakan oleh Amira, tiba-tiba dia mendengar suara tawa seseorang dan dia langsung melihat ke arah tawa tersebut. Amira tidak terlalu kaget ketika melihat Sisil dan juga kawan-kawannya sedang menertawakan keadaannya saat ini dan secara bersamaan dia mulai berpikir jika yang sudah menjegal kakinya adalah Sisil, tidak mungkin kalau ada siswa lain yang berani melakukan hal tersebut kepadanya.


"Ups, kamu sakit ya? Mau aku bantu?" tanya Sisil sambil mengulurkan tangan ke arah Amira. "Ups, tapi sorry tanganku nanti kotor terkena debu dari anak haram!"


Amira benar-benar marah dengan apa yang dikatakan oleh Sisil dan dia tidak bisa menerima apa yang dikatakan oleh musuh bebuyutannya itu. Dia bukanlah anak haram dan dia memiliki seorang ayah meski dirinya tidak diakui oleh ayahnya tersebut, tetapi tetap saja dia tidak rela jika dirinya dianggap sebagai anak haram dan ibunya dianggap sebagai perempuan tidak baik.


Plak ...


Sebuah tamparan yang sangat keras mendarat tepat di pipi Sisil ketika Amira baru saja berdiri dan langsung memberikan sebuah tamparan yang sangat keras. Amira memang sudah bertekad kalau dia tidak akan diam saja dengan apa yang dikatakan oleh Sisil dan dia akan selalu melawan atas perbuatan dari musuh bebuyutannya itu. Sudah cukup selama Sekolah Dasar dia hanya diam saja dengan apa yang dikatakan oleh Sisil, maka sejak memasuki SMP dia sudah tidak ingin lagi berdiam diri dengan apa yang dikatakan oleh gadis tersebut.


"Kamu menamparku?"


"Ya, aku menamparmu, kenapa? Kamu pikir aku akan diam saja dengan apa yang kamu katakan dan juga apa yang kamu lakukan kepadaku? Jangan pernah berharap kalau aku akan diam saja dengan apa yang kamu lakukan kepadaku selama ini karena aku tidak seperti yang kamu katakan dan aku memiliki seorang ayah!"


"Kalau memang benar kamu memiliki seorang ayah, lalu mana ayahmu? Sudah meninggal ketika kamu di dalam kandungan? Itu adalah sebuah alasan basi yang dikatakan oleh ibumu dan hanya mengada-ngada saja agar dia tidak dianggap sebagai perempuan tidak benar oleh masyarakat!"


"Bagaimana kalau suatu hari nanti aku menunjukkan siapa sesungguhnya ayahku? Apakah saat itu kamu akan bertekuk lutut di hadapanku dan mencium kakiku serta meminta maaf atas semua yang sudah kamu lakukan kepadaku?"


"Menunjukkan siapa ayahmu? Kamu jangan terlalu berharap banyak atas hal tersebut karena semua orang tahu kalau kamu adalah anak haram dan kamu tidak memiliki ayah sama sekali karena kamu lahir dari pernikahan yang tidak sah bahkan ibumu tidak menikah sama sekali!"


"Oh ya? Bagaimana kalau ternyata kenyataan itu justru harus kamu yang menanggungnya? Bukankah semua orang mengetahui jika tanggal pernikahan kedua orang tuamu hanya terpaut sekitar dua bulan saja dari tanggal lahirmu? Lalu apa bedanya kamu denganku?"

__ADS_1


Sisil yang tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Amira langsung menyerang Amira secara membabi buta sehingga pertengkaran di antara keduanya tidak terhindarkan lagi. Jambakan dan juga pukulan terjadi secara bertubi-tubi sehingga apa yang mereka lakukan menjadi pusat perhatian dari semua siswa yang sedang berjalan menuju ke kantin. Siswa-siswa itu berteriak dengan begitu kerasnya mendukung salah satu diantara mereka dan bahkan ada beberapa siswa yang secara sengaja memprovokasi pergulatan antara Sisil dengan Amira.


"Aku sudah mengatakannya kalau aku tidak akan mengalah dengan apa yang kamu lakukan dan kamu harus merasakan apa yang kamu lakukan kepadaku selama ini!" kata Amira sambil memukul Sisil secara bertubi-tubi dan dia benar-benar marah terhadap Sisil karena ini bukanlah kali pertama Sisil membullynya.


"Agh! Hentikan, Ra!"


"Hentikan pintamu? Kamu lupa kalau yang memulai pergulatan ini adalah kamu, lalu sekarang meminta berhenti?"


"Aku salah, aku mau minta maaf kepadamu!"


"Maaf katamu? Maaf aku sudah habis ketika kamu terus-menerus membullyku secara habis-habisan dan kamu juga tidak pernah segan-segan untuk memfitnahku tiap ada kesempatan dan kali ini aku tidak akan pernah kalah darimu serta kamu harus merasakan apa yang aku rasakan selama ini!"


Amira terus menyerang Sisil dan menumpahkan semua kekesalan serta rasa sakit yang ada di dalam dirinya atas apa yang dilakukan oleh Sisil kepadanya selama ini. Amira benar-benar tidak terkendali dan bahkan beberapa orang kawannya ada yang berusaha untuk memisahkan Sisil dan juga Amira, tetapi mereka tidak berhasil sama sekali karena kemarahan Amira sudah sampai pada puncaknya.


"Amira! Sisil! Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Alex yang kebetulan dirinya sedang mengecek keadaan sekolah dan tanpa sengaja dia melihat suasana ramai di sekitar kantin.


Amira yang mendengar suara Alex langsung menghentikan pukulannya terhadap Sisil dan melihat ke arah lelaki yang sedang berdiri sambil menatap ke arahnya. Dia tahu kalau saat ini dirinya pasti akan mendapatkan masalah yang sangat besar dan bisa jadi kesempatan magangnya akan hilang begitu saja meski saat ini dia memiliki hubungan khusus dengan Alex. Namun Amira tidak yakin jika hal tersebut akan bisa membuat lelaki itu tidak memberikannya hukuman yang sangat berat atas apa yang dilakukannya saat ini.


"Tolong saya, Pak, Amira tiba-tiba menyerang saya secara membabi buta hanya karena laki-laki yang dia sukai mendekati saya!" dusta Sisil yang saat ini terkapar lemah di atas lantai.


Alex melihat ke arah Amira dan juga Sisil silih berganti. Rasanya dia ingin tertawa dengan apa yang dikatakan oleh Sisil karena bagaimanapun juga dia mengetahui lelaki mana yang disukai oleh Amira dan jelas tidak pertengkaran tersebut terjadi hanya karena rebutan seorang laki-laki.


"Kamu tidak usah berdusta, Sil, karena semua orang yang ada di sini tidak akan percaya dengan apa yang kamu lakukan dan terlebih mereka juga mengetahui bagaimana sikapmu kepadaku!" kata Amira yang tidak berusaha untuk mencari muka di hadapan Alex dan juga kawan-kawannya yang lain.


"Benar, Pak, Amira menyerangku secara membabi buta hanya karena dia tidak terima jika cowok yang disukainya menyukaiku dan menyatakan cinta kepadaku!" kata Sisil yang masih saja berdusta mengenai Kejadian yang sesungguhnya karena dia tidak ingin mendapatkan masalah dari kepala sekolahnya yang baru itu dan dia juga ingin agar Amira lah yang mendapatkan masalah atas apa yang terjadi saat ini.

__ADS_1


"Dustamu itu terlalu berlebihan dan kamu juga harus tahu kalau aku tidak perlu merebut cowok dengan karena cowok-cowok lah yang akan menghampiriku mengingat aku jauh lebih cantik darimu dan aku juga memiliki otak yang jauh lebih encer darimu!" kata Amira yang dengan sengaja menunjukkan kalau dirinya jauh lebih unggul daripada Sisil.


"Kalian tidak perlu terjebak lagi karena kalian berbohong ataupun jujur tidak akan ada gunanya di hadapan saya saat ini kecuali kalau kalian mau menjelaskan semuanya kepada saya di ruangan saya, bukan di sini!" kata Alex yang kemudian berlalu dari hadapan kedua siswanya tersebut tanpa mengatakan apa pun lagi.


***


"Saya sudah mengatakannya secara jujur, Pak, kalau Amira lah yang memulai pertengkaran tersebut dan dia juga yang menyerang saya secara berbabi buta!" kata Sisil yang masih saja berisikukuh dengan alasannya tadi.


Saat ini Sisil dan juga Amira sedang berada di ruangan kepala sekolah untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi di antara keduanya. Sejak masuk ke dalam ruangan tersebut Amira memilih untuk diam dan hanya menjawab apabila ditanya oleh Alex. Berbeda dengan sisir yang sejak tadi terus-menerus memberikan alasan kepada Alex dan dia tetap berpegang teguh pada alasan yang sudah diberikannya sejak awal bahwa Amira lah yang memulai pertengkaran tersebut.


"Kamu ingin memberikan penjelasan apa kepadaku, Amira?" tanya Alex yang saat ini melihat ke arah Amira dan dia benar-benar berharap jika gadis itu akan menjelaskan sesuatu kepadanya.


"Saya bukan orang yang suka mencari gara-gara terlebih jika alasannya hanya karena seorang laki-laki! Saya juga tidak akan marah itu apabila masalahnya hanya karena seorang laki-laki saja, tetapi Sisil sudah melakukan sesuatu yang di luar batas dan dia sudah sangat keterlaluan serta Apa yang dilakukannya itu bukan hanya sekali ini saja, tetapi sudah berulang kali dia melakukan hal tersebut secara sengaja sehingga menurut saya sangat wajar apabila saya bereaksi dengan apa yang dia katakan kepada saya!"


"Apa yang sudah dia lakukan sehingga membuatmu bereaksi dengan begitu hebatnya?"


"Dia mengatakan kalau saya adalah anak haram padahal dia sendiri tidak jauh berbeda dengan saya!"


Alex terdiam setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Amira kepadanya barusan. Dia tiba-tiba teringat dengan identitas dari gadis yang ada di hadapannya itu di mana pada identitas gadis tersebut tidak tertulis nama ayah sang gadis dan dirinya serta ayah mertuanya berpikir kalau Amira adalah anak yang dilahirkan di luar pernikahan atau anak yang melahir karena pernikahan siri kedua orang tuanya. Mungkin apa yang dikatakan oleh mertuanya Itu adalah sebuah kebenaran dan bisa jadi Amira adalah anak yang terlahir di luar pernikahan terlebih karena gadis tersebut mengakuinya sendiri mengenai hal tersebut.


"Kenyataannya kamu memang anak haram Lalu kenapa kamu tidak bisa menerima hal tersebut?" kata Sisil yang pada akhirnya terpancing sendiri dengan apa yang dikatakan oleh Amira dan hal tersebut cukup membuat Alex dapat mengambil kesimpulan atas apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.


"Kamu berekasi terlalu berlebihan atas apa yang dikatakan oleh Amira dan dengan demikian saya bisa melihat siapa yang jujur dan siapa yang berbohong di sini!" kata Alex sambil melihat ke arah Sisil dengan tatapan tajamnya.


"Maaf, Pak, saya hanya mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan pertengkaran kami tadi!" kata Sisil yang sedikit ketakutan ketika dia menyadari kalau dirinya sudah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dia katakan.

__ADS_1


"Hukuman kalian akan diberikan nanti oleh guru BK!" kata Alex yang tidak menerima lagi bantahan dari Amira maupun dari Sisil


__ADS_2