
Setahu kejadian semalam, Amira berusaha untuk tetap bersikap biasa saja ketika dia masuk ke kantor. Bahkan ketika bertemu dengan Jihan sekalipun, Amira berusaha untuk tersenyum kepada perempuan yang satu itu meski Jihan jelas-jelas menunjukkan ingin membuat masalah dengannya, tetapi Amir memilih untuk tidak mengadilinya sama sekali.
"Kamu sudah tahu mengenai gosip terbaru yang beredar di kantor?" tanya Angela ketika Amira baru saja sampai ke meja kerjanya.
"Gosip apa? Mbak sendiri tahu kalau aku datang ke kantor selalu selepas pulang sekolah sehingga tidak sempat untuk bergosip dan juga mendengarkan gosip yang sedang beredar di kantor saat ini!"
"Kabarnya Pak Alex memiliki perempuan idaman lain dan kabarnya masih bekerja di kantor ini Serta karena hal itu pernikahan Pak Alex dan juga Bu Gabriella terancam akan hancur."
"Oh ya? Aku tidak tahu mana omonganku sip tersebut dan bahkan aku baru mengetahuinya sekarang dari Mbak Angela. Memang siapa karyawan yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Pak Alex dan juga Bu Gabriella?"
"Entahlah, tidak ada yang menyebutkan dengan hal tersebut, tetapi kabarnya tidak akan lama lagi pasti semua itu terbongkar dan kita hanya tinggal menunggu waktu itu saja!"
"Jadi, akan ada berita yang lebih seru lagi daripada gosip yang beredar kali ini?"
"Ya, sepertinya akan seperti itu dan aku benar-benar tidak sabar menunggu mengenai kabar tersebut!"
"Padahal Mbak Angela sendiri sudah biasa mengetahui kalau buat kita yang satu itu selalu memiliki hubungan gelap dengan salah satu karyawan yang ada di kantor ini ataupun dengan salah satu perempuan yang ada di luar sana!"
__ADS_1
Angela sedikit kaget dengan apa yang dikatakan oleh Amira karena selama ini dia menyangka jika tidak ada orang yang mengetahui mengenai rahasia yang selama ini selalu ditutupi dengan begitu rapat. Angela memang mengetahui apa yang dilakukan oleh Alex, tetapi dia selalu berusaha untuk menutupi hal tersebut karena kalau dia sampai membuka mulut maka dirinya akan kehilangan pekerjaan sedangkan dirinya benar-benar membutuhkan pekerjaan tersebut dan bahkan kalau dia keluar dari perusahaan ini, dia tidak yakin akan ada perusahaan lain yang mau menerimanya bekerja meski Dia memiliki kemampuan yang luar biasa.
Amira sendiri hanya tersenyum simpul saat melihat reaksi Angela atas apa yang dikatakan olehnya barusan. Padahal pada awalnya Amira hanya menguji kebenaran dari apa yang dikatakan oleh Alex kepadanya beberapa waktu yang lalu.
"Kamu mengetahui hal tersebut dari mana?" tanya Angela yang sedikit penasaran dengan apa yang diketahui oleh Amira dan dia sangat yakin kalau gadis yang ada di hadapannya itu mengetahui sesuatu yang jauh lebih banyak daripada apa yang dia perkirakan.
"Aku mengetahuinya dari mana? Sepertinya hal-hal seperti itu tidak terlalu sulit untuk diketahui mengingat ada begitu banyak novel ataupun film yang menunjukkan bahwa seorang sekretaris jauh lebih banyak mengetahui mengenai apa yang dilakukan oleh bosnya daripada istri dari bosnya sendiri!" kata Amira yang bersikap dengan begitu santainya untuk membuat Angela tidak menyadari bahwa dirinya mengetahui hal tersebut dari Alex sendiri.
Angela tertawa dan begitu kerasnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Amira. Menurutnya, Amira adalah seorang gadis yang benar-benar pintar dan juga bisa mengambil kesimpulan dari apa yang dia baca dan juga dia lihat meski hal tersebut hanya berupa drama seri ataupun cerita fiktif belaka.
"Kamu benar-benar gadis yang pintar sehingga wajar kamu mendapatkan kesempatan untuk magang di sini dan aku sangat yakin setelah kamu lulus kuliah nanti, kalau kamu ingin maka kamu pasti akan bisa bekerja pada salah satu perusahaan asing yang bonafit dan bisa mendapatkan penghasilan yang jauh lebih tinggi daripada apa yang aku hasilkan selama bekerja di sini!" kata Angela yang berkata dengan jujur karena dia memang benar-benar menilai Amira sebagai seorang perempuan yang sangat pintar dan juga cerdik.
"Aku ...," kata Angela yang tiba-tiba terhenti karena suara intercom yang ada di hadapannya berbunyi.
"Kalau Amira sudah datang nanti, kamu tolong minta Amira untuk masuk ke ruangan saya dan bahwa berkas yang sudah dia kerjakan kemarin karena saya ingin memeriksa pekerjaannya saat ini juga!" kata Alex yang berbicara pada interkom tersebut.
"Amira sudah datang, Pak, dan dia juga sudah mendengar pesan dari Anda barusan sehingga dia bisa langsung masuk ke ruangan Anda saat ini juga!" kata Angela yang kemudian menutup interkom tersebut dan menatap ke arah Amira. "Kamu mendengar sendiri apa yang dikatakan oleh bos kita itu dan akan jauh lebih baik Kalau kamu segera masuk ke sana agar dia tidak terlalu lama menunggu hingga akhirnya akan uring-uringan dan mengatakan sesuatu yang tidak tidak!"
__ADS_1
"Ya, sepertinya aku harus bersiap apabila pekerjaanku tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya!"
"Aku akan membantumu dengan doa dari sini dan semoga kamu berhasil untuk meluluhkan bos kita yang sepertinya sedang sedikit terganggu dengan gosip yang beredar di kantor!"
Amira hanya mengganggu dan kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan Alex sambil membawa file yang sudah dikerjakannya kemarin. Saat ini gadis itu sangat yakin jika Alex bukan hanya ingin membicarakan mengenai file yang sudah dikerjakannya tersebut, melainkan karena ingin membicarakan mengenai hal yang lainnya dan menurutnya hal itu terkait dengan gosip yang sedang berada di kantor saat ini.
"Anda memanggil saya, Pak?" tanya Amira saat dia baru saja masuk ke dalam ruangan Alex dan berusaha untuk bersikap seformal mungkin mengingat dari perintah yang diberikan oleh Alex adalah terkait dengan masalah pekerjaan.
Alex tidak mengatakan apa-apa, tetapi dia memilih untuk berjalan dengan cepat dan langsung menghampiri Amira dan memeluknya dengan begitu erat. Alex benar-benar khawatir jika gosip yang beredar di kantor saat ini mempengaruhi Amira meski dia sendiri tidak yakin jika gadisnya itu mengetahui gosip yang sedang beredar itu.
"Kamu baik-baik saja? Apakah tidak ada sesuatu yang terjadi kepadamu dan apakah orang-orang tidak mengetahui bahwa kamu adalah perempuan yang aku cintai saat ini?" tanya Alex dengan begitu khawatirnya sambil menatap tajam ke arah Amira.
"Kamu jangan khawatirkan keadaanku karena aku baik-baik saja dan aku juga akan selalu baik-baik saja!"
"Aku khawatir dengan gosip yang sedang beredar saat ini!"
"Dad, jangan terlalu memikirkan mengenai hal tersebut karena aku pasti akan baik-baik saja."
__ADS_1
Amira berkata dengan begitu lembutnya sambil mengusap wajah lelaki yang ada di hadapannya berusaha untuk menenangkan lelaki itu dan kemudian dia mendekatkan wajahnya kepada Alex untuk mengeccup lelaki yang ada di hadapannya itu ada membuatnya sedikit lebih tenang.
Brak ... tiba-tiba saja pintu ruangan Alex dibuka dengan begitu kerasnya oleh seseorang ketika Alex dan juga Amira sedang saling tertaut satu sama lain.