
Bab 23
Alex mulai melummat bibir Amira dengan sangat rakus dan Amira yang belum terbiasa dengan serangan tersebut berusaha untuk mengimbangi apa yang dilakukan oleh Alex kepada dirinya. Dia sadar jika Alex pasti menyadari bahwa dirinya bukanlah seorang pemain yang handal dan pasti Alex juga menyadari jika dirinya adalah seorang pemain baru yang masih perlu belajar dalam menyenangkan seorang lelaki. Namun Amira jelas akan terus berusaha untuk melakukan hal tersebut sebaik mungkin karena bagaimanapun juga dia benar-benar berniat untuk menjerat lelaki yang satu itu ke dalam pelukannya dan membuat Gabriella merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya dahulu.
Amira sadar kalau Gabriella tidak bersalah sama sekali, tetapi dia harus menanggung semua kesalahan yang sudah dilakukan oleh ibunya terhadap dirinya dan juga Bu Diah. Andai saja Ibu dari Gabriella tidak melakukan sesuatu yang sangat menyakitkan kepada Amira dan juga Bu Diah, maka Amira tidak akan melakukan hal ini kepada perempuan yang satu itu karena bagaimanapun juga dia tidak pernah berniat untuk menyakiti siapa pun juga yang ada di dunia ini. Namun keadaan membuatnya melakukan semua ini untuk menyalurkan semua rasa sakit yang dirasakannya selama ini.
"Aahhh ...." Satu dessahan lolos dari bibir Amira saat dia merasakan sebuah remassan pada benda kenyal dan juga kembar yang ada di bagian depan tubuhnya.
Amira tidak memungkiri jika apa yang dilakukan oleh Alex saat ini adalah sesuatu yang sangat nikmat dan dia mulai menikmati Apa yang dilakukan oleh lelaki itu. Amira sadar kalau apa yang dilakukannya saat saat ini adalah sebuah kesalahan, tetapi dia tidak memiliki pilihan lain selain melakukan kesalahan dia akan menyenangkan ini.
"Aku sangat menyukai dessahanmu dan aku sangat senang apabila bisa terus menerus mendengar suara indahmu tersebut!" kata Alex yang benar-benar menyukai suara dessahan Amira yang menurutnya jauh lebih indah daripada alunan musik yang seringkali dia dengarkan dari salah satu band favoritnya.
__ADS_1
Amira terus mendessah karena ulah Alex yang tidak juga menghentikan remasan pada bukit kembarnya. Lelaki itu benar-benar menikmati raut wajah Amira saat ini dan bahkan dia sangat yakin jika inti dari gadis itu pasti sudah sangat basah karena apa yang dilakukannya saat ini. Andai saja saat ini mereka tidak berada di kantor maka Alex pasti sudah mengeksplor daerah tersembunyi yang ada pada gadisnya tersebut.
"Dad, please!" kata Amira yang benar-benar tidak bisa menahan sebuah gelombang yang akan segera hadir hanya karena ulah dari tangan atasannya itu.
"Keluarkan Baby, kamu jangan menahannya dan nikmatilah gelombang yang hadir memenuhimu!" kata Alex tepat di samping telinga Amira dan hal tersebut membuat gadis itu semakin merasakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan.
"Aahhh ...." Akhirnya dessahan panjang pun lolos dari bibir Amira dan hal tersebut membuat kaki Amira terasa begitu lemah sehingga dia terlihat hampir terjatuh apabila Alex tidak menahan tubuh gadisnya tersebut.
"Aku sangat yakin kalau saat ini intimu pasti benar-benar basah!" kata Alex yang kini memeluk Amira dengan begitu eratnya dan perlahan salah satu tangan Alex mulai masuk ke bawah rok mini yang dikenakan oleh Amira hingga menyentuh pangkal paha dari gadis itu.
"Hhhmmm ...." Amira kembali mendessah saat merasakan jari Alex yang menyentuh intinya dan bahkan selama beberapa saat Alex benar-benar sengaja untuk mengelus bagian tersebut sehingga membuat Amira kembali merasakan sesuatu yang dirasakan beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
Alex benar-benar menyukai setiap dessahan yang keluar dari bibir Amira terlebih hal yang paling disukainya adalah ketika melihat wajah dari gadis tersebut. Wajah polos yang selalu terlihat pintar dalam mengungkapkan semua yang ada di dalam pikirannya kini wajah tersebut justru mengekspresikan hal lain yang jauh lebih disukai oleh Alex. Andai saja dia bisa menikmati wajah tersebut setiap saat maka Alex akan melakukannya dan menukar hal tersebut dengan apa pun yang dimilikinya. Namun sayangnya dia sadar jika dirinya tidak mungkin melakukan hal tersebut karena bagaimanapun juga dia sudah memiliki seorang istri dan dia tidak akan pernah bisa meninggalkan Gabriella meski apa pun yang terjadi antara dirinya dan juga Amira.
"Teruslah mendessah seperti ini setiap kali kamu bertemu denganku dan teruslah berpakaian seperti saat ini karena aku benar-benar menyukainya!" kata Alex setelah meyakini jika gelombang panas yang menghampiri Amira sudah benar-benar mereda dan gadis itu mulai mengatur nafasnya secara perlahan.
"Aku sangat lelah dan rasanya kakiku tidak mampu lagi untuk berdiri tegak seperti biasanya!" kata Amira saat dirinya sudah benar-benar bisa menguasai keadaannya.
Amira akui kalau apa yang baru saja terjadi kepadanya adalah sesuatu yang sangat nikmat dan dia tidak akan pernah melupakan apa yang sudah terjadi kepadanya barusan. Sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya dan dia juga tidak pernah membayangkan jika hal tersebut akan terjadi kepadanya karena selama ini dia selalu menganggap bahwa hal-hal terkait dengan hubungan antara perempuan dan juga laki-laki yang lebih jauh adalah sesuatu yang sangat tabu dan tidak seharusnya dia lakukan saat ini. Namun ternyata siapa yang tahu kalau saat ini dirinya justru menyerahkan diri kepada seseorang yang seharusnya tidak mencari hubungan dengannya.
"Aku tahu, Baby, tetapi suatu hari nanti kamu justru akan merasakan sesuatu yang jauh lebih nikmat daripada apa yang kamu rasakan saat ini dan saat itu terjadi bahkan kamu tidak akan mampu untuk berjalan sama sekali!" kata Alex dengan suara yang sangat lembut dan kemudian dia menjillat leher Amira dengan sangat perlahan meski dia tidak meninggalkan jejak di sana karena bagaimanapun juga Alex menyadari kalau sampai dirinya meninggalkan jejak maka semua orang akan mengetahui apa yang sudah terjadi di dalam ruangannya ini.
Amira sedikit menegang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Alex kepadanya barusan. Bagaimanapun juga dia paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Alex dan sungguh dia tidak pernah membayangkan jika dirinya akan sampai melakukan hal tersebut meski dia akan menjadi sugar baby dari lelaki yang saat ini sedang memeluknya. Amira hanya menginginkan sebuah hubungan tanpa melakukan sesuatu yang jauh lebih parah dari apa yang terjadi di antara mereka saat ini karena bagaimanapun juga dia ingin tetap menjaga sesuatu yang sangat berharga di dalam dirinya.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu memikirkannya saat ini karena aku sangat memahami bagaimana keadaanmu dan aku juga sadar pasti kamu sedikit ketakutan dengan hal tersebut, tetapi kamu tidak perlu khawatir karena aku pasti akan melakukannya dengan sangat hati-hati dan aku juga tidak akan menyakitimu sama sekali!" kata Alex yang berusaha untuk menenangkan Amira dan dia sendiri memang berniat untuk tidak terlalu cepat melakukan hal tersebut karena bagaimanapun juga dia sadar jika Amira adalah seorang gadis yang benar-benar polos dan tidak terbiasa dengan hal-hal seperti itu.