Balas Dendam Sang Pelakor

Balas Dendam Sang Pelakor
Bab 28


__ADS_3

"Ini bukan sesuatu yang mudah buatmu dan aku sudah berulang kali memperingatkan mu mengenai hal tersebut karena bagaimanapun juga ada hal yang harus kamu bayar dengan begitu mahalnya ketika kamu memutuskan untuk menjalankan semua balas dendam itu!" kata Sonia yang kembali memperingatkan mengenai apa yang dikatakannya kepada Amira akan membalas dendam yang ingin dilakukan oleh gadis itu.


Sonia paham jika apa yang terjadi dalam kehidupan Amira ada sesuatu yang sangat buruk dan dia tidak pernah membayangkan hal tersebut akan terjadi di dalam kehidupannya. Namun dia sendiri tidak bisa membenarkan apa yang dilakukan oleh Amira karena bagaimanapun juga hal tersebut hanya akan membuat sahabatnya tersebut merugi. Sonia kadar kalau dirinya bukanlah seseorang yang memiliki kisah hidup yang baik-baik saja dan dia juga bukan perempuan baik-baik, tetapi dia tidak ingin jika sahabatnya harus terjerumus pada hal yang sama seperti apa yang dia lakukan saat ini.


"Tapi aku juga tidak bisa berhenti atas apa yang sudah aku mulai saat ini dan aku benar-benar ingin membuat keluarga yang sudah membuang Ibuku merasakan apa yang dirasakan oleh Ibu selama beberapa tahun ini! Aku tahu mungkin hal tersebut tidak seharusnya aku lakukan dan aku juga tahu mungkin akan jauh lebih baik apabila menerima saja apa yang sudah terjadi di dalam kehidupan kami, tetapi nyatanya aku tidak bisa melakukan hal tersebut karena rasanya benar-benar sakit ketika kita dianggap sebagai anak haram oleh orang lain!" kata Amira yang masih mengingat dengan begitu baiknya apa yang dikatakan oleh Sisil dan juga beberapa orang kawannya sejak masih SD dan juga SMP.


Sonia terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Amira karena bagaimanapun juga dia mengetahui bagaimana kisah hidup dari sahabatnya tersebut. Selama bertahun-tahun sahabatnya itu selalu dianggap sebagai anak haram hanya karena tidak tercantum nama ayah pada identitas diri dari Amira dan Bu Diah hanya mengatakan jika ayahnya meninggal sewaktu dia masih berada dalam kandungan.


"Aku tidak setegar yang dipikirkan orang-orang sehingga bisa terlihat baik-baik saja dan tidak ada masalah sama sekali. Pada kenyataannya aku benar-benar down dengan semuanya, Son!' kata Amira lagi yang tanpa sadar air mata mulai jatuh membasahi pipinya.


"Aku paham dengan perasaanmu dan aku menyerahkan semua keputusan kepadamu karena aku sangat yakin kalau kamu tahu apa yang harus kamu lakukan! Sebagai seorang sahabat aku hanya bisa membantumu saja!"


"Thank's, bestieku tersayang, coba kamu bukan sahabatku, pasti aku sudah memendam semua yang terjadi seorang diri dan aku tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelesaikan semua yang terjadi kepadaku saat ini!"


"Kamu tahu kalau aku akan selalu ada dan aku juga akan selalu membantumu dalam keadaan apa pun selama kamu mau menceritakan apa yang terjadi kepadamu, tetapi aku tidak akan bisa membantumu kalau kamu tidak mengatakan apa yang terjadi kepadamu!"


Amira benar-benar merasa senang karena setidaknya dia tidak merasa sendiri dalam mengahadapi masalahnya saat ini. Minimal dia ada seseorang yang akan selalu menemaninya dalam menghadapi masalah tersebut dan setidaknya Sonia juga bisa memberikan saran mengenai bagaimana seharusnya dia bersikap sebagai seorang sugar baby yang baru bagi Alex.


kedua orang sahabat itu melanjutkan perbincangan mereka dengan membahas mengenai beberapa hal yang bersifat umum dan sejenak melupakan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Amira. Setidaknya hal tersebut bisa membuat Amira tertawa dan juga melupakan semua rasa sakit yang dirasakannya selama ini.


"Jadi apa yang harus aku lakukan selanjutnya untuk membuat Pak Alex semakin bertekuk lutut di hadapanku?" tanya Amira yang pada akhirnya kembali membahas mengenai hal tersebut.

__ADS_1


"Kamu sudah yakin kalau kamu akan melanjutkan hal tersebut?"


"Aku sudah sangat yakin dan aku tidak akan mundur lagi hanya karena rasa tidak nyamanku kepada istrinya dan juga rasa takutku kehilangan sesuatu yang berharga di dalam hidupku!"


"Sebenarnya, kalau kamu pintar dalam melakukan segala sesuatunya kamu tidak perlu kehilangan sesuatu yang sangat berarti di dalam kehidupanmu itu, tetapi memang kamu harus melakukannya dengan cerdik dan juga bersih agar dia tidak curiga sama sekali dengan hal tersebut!"


"Kamu yakin ada cara lain agar aku tidak kehilangan hal yang sangat penting bagiku itu?"


"Tentu saja aku sangat yakin dengan hal tersebut karena aku sudah beberapa kali melakukan hal itu dan aku tidak pernah kehilangan sesuatu yang sangat berarti dalam hidupku. Bahkan meski saat ini aku menjalin hubungan dengan Pak Malik, aku tidak pernah kehilangan sesuatu yang sangat berarti di dalam kehidupanku itu!"


Akhirnya Sonia mengatakan sesuatu yang sebelumnya selalu dia sembunyikan mengenai kenyataan itu dari siapa pun juga karena dikhawatir kalau dirinya akan dianggap sebagai seorang perempuan yang tidak baik. Dia tahu kalau saat ini dirinya berada di jalan yang salah karena sudah menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki usia jauh lebih dewasa daripada dirinya, tetapi menurut Sonia hal tersebut bukanlah sebuah kesalahan selama dia masih bisa menjaga dirinya dengan baik dan tidak kehilangan sesuatu yang sangat berarti di dalam kehidupannya.


"Bersyukurnya karena aku mendapatkan seseorang yang tidak egois dan ternyata dia juga benar-benar menyayangiku dengan begitu tulusnya sehingga dia benar-benar menjagaku dan dia juga memenuhi semua kebutuhanku tanpa harus melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kami lakukan sebelum menikah. Namun, kalau hanya saling pegang saja, tentu saja kami sudah melakukannya dan hal tersebut tidak terlalu buruk juga untuk menyalurkan hasrat kami berdua."


"Kamu sungguh beruntung karena mendapatkan seseorang yang benar-benar tulus menyayangimu dan sepertinya dia benar-benar serius menjalin hubungan dengan mungkin saja setelah kamu keluar dari sekolah nanti, dia akan langsung menikahi mu dan sepertinya akan meratukan mu di dalam kehidupannya!"


"Ah ya, tentu saja aku sangat beruntung dan aku tidak akan melepaskannya karena dia benar-benar berharga di dalam hidupku! Namun sepertinya kalau Pak Alex aku tidak yakin kalau dia bahkan bisa menjagamu dengan begitu baik dan terlebih dia sudah memiliki seorang istri sehingga tidak mungkin dia tidak menginginkan sesuatu lebih darimu!"


Amira setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sonia karena dari apa yang dikatakan oleh lelaki itu jelas menunjukkan kalau Alex memang menginginkan sesuatu yang lebih. Dia juga akan kesulitan untuk menolak keinginan Alex, terlebih selema seminggu ini dia di skors dari sekolah sehingga besar kemungkinan waktu itu akan dia gunakan sebaik mungkin untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan dari diri Amira.


"Jadi, bagaimana caranya agar aku bisa tetap mempertahankan sesuatu yang sangat berarti di dalam hidupku ini? Sungguh aku tidak ingin kehilangan hal tersebut, tetapi aku juga ingin menyelesaikan balas dendamku dan aku ingin membuat mereka merasakan rasa sakit yang aku dan juga Ibu rasakan selama ini!"

__ADS_1


"Hhhmmmm ... kalau perkiraanku, sepertinya dia akan menggunakan waktu seminggu ini untuk mendapatkan apa yang dia inginkan darimu."


"Aku juga berpikir seperti itu dan aku benar-benar bingung harus melakukan apa agar terhindar dari hal tersebut!'


"Kamu hanya perlu mengulur waktu dalam kalau bisa kamu juga membuat agar balas dendammu selesai dalam seminggu ini, dengan demikian, kamu tetap aman dan tidak perlu khawatir dengan apa pun nantinya!"


"Seminggu ya? Bagaimana caraku untuk membuat semua fair yang aku miliki dengan Pak Alex bisa ketahuan dalam seminggu ini?"


Kedua gadis itu sama-sama berpikir untuk mencari cara agar hubungan yang dimiliki oleh Alex dengan Amira bisa diketahui oleh Gabriella dan juga Pak Ferry hanya dalam seminggu ini. Kalau sampai dalam seminggu ini mereka tidak bisa melakukan apa pun, maka bisa jadi Amira akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga di dalam kehidupannya dan dia akan menyesali hal tersebut seumur hidupnya.


"Kamu pernah bertemu dengan istri Pak Alex?" tanya Sonia yang secara tiba-tiba teringat akan hal tersebut.


"Istrinya? Ya, aku pernah bertemu dengannya sekali di kantor, kenapa? Apakah kita bisa melakukan sesuatu untuk membuat dia mengetahui hubunganku dengan Pak Alex dan membuat Pak Alex memilihku?"


"Tentu saja kita harus melakukan sesuatu untuk membuat istrinya mengetahui hubungan kalian karena hanya dengan hal itu saja balas dendammu bisa selesai bukan?"


"Tentu saja, aku ingin membuat dia merasakan apa yang dirasakan oleh Ibu, setidaknya wanita sialan itu harus menanggung semua kesalahan yang sudah dilakukan oleh ibu kandungnya dahulu!"


"Kalau bisa, kamu bermesraan lah pada satu tempat yang sekiranya mudah diketahui oleh orang lain dan akan membuat orang itu melaporkan hal tersebut kepada istri Pak Alex karena hanya dengan hal tersebut saja semuanya bisa selesai dengan cepat dan kamu tidak perlu kehilangan sesuatu yang sangat berarti dalam hidupmu!"


"Di mana ya aku bisa bermesraan dan diketahui orang serta membuat orang itu melapor kepada istri Pak Alex?"

__ADS_1


__ADS_2