
Bab 21
"Anda memanggil saya, Pak?" tanya Amira ketika dirinya dipersilakan masuk ke dalam ruangan Alex.
"Ah ya, saya ...," kata Alex yang tiba-tiba terhenti kata-katanya ketika dia melihat gadis yang baru saja masuk ke dalam ruangannya berpenampilan jauh lebih berani daripada biasanya.
Saat ini Amira menggunakan pakaian formal dengan rok yang benar-benar pendek hanya sebatas pertengahan saja dan hal tersebut membuat Alex benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pemandangan yang sangat indah di hadapannya. Bukan hanya itu saja, bahkan saat ini Amira mengenakan sebuah kemeja berwarna putih dengan V-neck yang sangat rendah sehingga belahan pindah kenyangannya dapat terlihat dengan begitu jelasnya dan hal tersebut membuat Alex makin tidak dapat berkonsentrasi pada apa yang akan dibicarakannya dengan gadis tersebut. Dia benar-benar tergoda dengan gadis yang ada di hadapannya.
Amira yang menyadari arah pandangan dari Alex maksud tersenyum dan kemudian melangkahkan kakinya dengan begitu perlahan dengan tujuan untuk menggoda lelaki itu. Bagaimanapun juga tujuannya kali ini adalah untuk membuat Alex semakin terperangkap dalam pesonanya sehingga membuat lelaki yang satu itu merupakan keluarganya dan dengan demikian semua yang direncanakannya akan berjalan dengan baik dan Gabriella akan merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya dahulu.
Mungkin terlihat sangat kejam, tetapi bagaimanapun itu adalah balasan untuk keluarga yang sudah menghancurkan kebahagiaan dirinya dan juga ibunya dahulu. Andai saja Ibu dari Gabriella tidak menghancurkan keluarga kecilnya maka Amira tidak akan melakukan hal seperti saat ini dan dia tidak akan menjadikan tubuhnya sebagai sarana balas dendam atas semua rasa sakit yang dirasakannya selama ini. Namun nasi sudah menjadi bubur dan dia tidak mungkin mundur dari semua kisah yang sedang dijalaninya saat ini. Jika Amira mundur dari semua yang sudah direncanakannya maka hal tersebut hanya akan menjadikan sebuah kerugian bagi dirinya dan dia tidak akan pernah membiarkan hal tersebut terjadi.
"Anda memanggil saya, Pak?" tanya Amira lagi saat dirinya sudah berada tepat di depan meja kerja Alex dan dia melakukan sedikit gerakan yang agak sensual sehingga membuat Alex semakin tergoda dengan perempuan yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
Alex benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis yang ada di hadapan yaitu dan rasanya dia ingin menerkam gadis itu saat ini juga sehingga dia tidak akan kehilangan gadis tersebut. Namun sayangnya dia sadar jika saat ini mereka sedang berada di kantor dan siapa pun bisa masuk ke dalam ruangannya bahkan hal yang paling ditakutkannya adalah jika yang masuk ke dalam ruangannya tersebut adalah istrinya atau ayah mertuuanya.
Amira yang merasa tidak mendapatkan respons apa pun dari Alex, langsung melangkahkan kakinya menuju ke samping Alex dan jelas hal tersebut tidak lepas dari tatapan Alex yang benar-benar tergoda dengan penampilan Amira saat ini. Amira sadar kalau apa yang dilakukannya saat ini adalah sesuatu yang sudah kelewat batas dan tidak seharusnya dia melakukan hal tersebut, tetapi dia tidak memiliki pilihan lain selain melakukan hal tersebut agar dirinya bisa semakin dekat dengan tujuan yang ingin dicapainya. Dia tidak masalah jika dianggap sebagai seorang lonnte, karena yang terpenting bagi dirinya adalah semua rasa sakit yang dirasakannya dahulu dapat terbalasakan dengan sempurna.
Ketika sudah berada tepat di samping Alex, Amira dengan sengaja mencondongkan tubuhnya ke depan sehingga benda kenyal yang ada pada tubuhnya menyentuh lengah Alex dan dia sangat yakin jika lelaki yang satu itu pasti merasakan gesekan tersebut. Anggap saja Amira ingin mengulang apa yang terjad kemarin, tetapi saat ini dia melakukannya dalam keadaan sadar dan dia tidakberniat untuk bersikap pura-pura polos dan kaget meski sesungguhnya Alex adalah orang pertama yang menyentuh bagian tubuhnya.
"Anda memanggil saya, Pak?" tanya Amira lagi dengan suara yang sedikit mendesah dan dia mengatakan hal tersebut tepat di samping telinga Alex.
Amira yang merasakan serangan dari Alex langsung membalasnya dengan sepenuh hati dan berusaha untuk mengimbangi permainan Alex meski ini adalah yang kedua kalinya untuk dirinya. Namun, Amira jelas tidak ingin menunjukkan kepada Alex kalau dirinya adalah seorang pemula dalam hal seperti ini meski dia juga sudah kursus secara kilat kepada Sonia saat dia memutuskan untuk menjadi seorang sugar baby.
"Ketika kalian saling menautkan bibirr, maka sapukanlah tanganmu secara perlahan menuju ke inti dari pasanganmu dan saat sampai di tempat tersebut maka remaslah perlahan, maka saat itu kamu akan selangkah lebih maju dan dapat kupastikan kalau lelaki itu tidak akan lagi menolakmu nantinya!" Amira mengingat dengan baik apa yang dikatakan oleh Sonia saat mengajarinya bagaimana caranya mennjadi seorang sugar baby.
Dengan sangat perlahan dan tangan yang mulai bergetar, Amira memberanikan diri untuk melakukan apa yang diajarkan oleh Sonia kepada dirinya. Dia mulai merambatkan tangannya pada beberapa bagian tubuh Alex dan perlahan turun ke bawah dengan tujuan inti dari lelaki yang ada di dalam dekapannya itu. Saat sampai pada benda yang sudah menggembung itu, Amira langsung meremasnya dengan sangat perlahan.
__ADS_1
"Hhhmmm ...," geram Alex saat dia merasakan remasan yang dilakukan oleh Amira pada intinya dan seketika dia langsung melepaskan lumattannya.
Alex menatap Amira dengan tatapan sayu karena menahan hassrat yang semakin menggebu di dalam dirinya. Ingin rasanya saat ini dia langsung menerjang gadis yang ada di hadapannya, tetapi sedikitb sisi warasnya melarangnya untuk melakukan hal tersebut kalau dia tidak ingin mendapatkan masalah yang sangat besar nantinya.
Amira yang melihat tatapan intens dari Alex hanya bisa tersenyum puas karena dia merasa jika apa yang dilakukannya benar-benar membuahkan hasil meski dia sangat yakin setelah saat ini pasti Alex akan menganggapnnya sebagai seorang perempuan nakal, berbeda dengan image yang dia miliki selama ini. Namun hal itu tidak masalah bagi Amira, karena yang terpenting baginya adalah bisa membalsakan dendamnya selama ini.
"Kamu benar-benar nakal, Baby!" kata Alex yang mulai mengubah panggilan kepada Amira. "Kamu belajar menjadi perempuan binnal dari mana?"
"Aku hanya nakal kepada Pak Alex saja, dan aku melakukan hal tersebut hanya untuk membuat Pak Alex senang!" kata Amira yang terus menunjukkan senyum yang sangat menawan kepada Alex.
Alex mengeccup sesaat bibirr yang sangat ranum dan menggoda itu sebelum akhirnya dia melepaskannya dengan sangat perlahan meski sedikit tidak rela melakuakn hal tersebut.
"Jika kita sedang berdua, maka panggil aku Daddy, Baby!" titah Alex dengan sebuah senyuman yang sangat menawan.
__ADS_1