Balas Dendam Sang Pelakor

Balas Dendam Sang Pelakor
Bab 22


__ADS_3

Bab 22


Amira hanya mengangguk patuh dengan apa yang dikatakan oleh Alex dan dia juga tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh lelaki yang satu itu. Dia bukan karena senang karena berhasil menjadi sugar baby dari bosnya tersebut, tetapi dia senang karena pada akhirnya dia semakin dekat untuk membalaskan semua rasa sakit yang dirasakannya selama ini. Selain itu, dia juga menganggap jika apa yang terjadi saat ini adalah permulaan dari sebuah langkah besar yang akan dijalaninya nanti.


"Jangan pernah menyesal karena kamu sudah masuk ke dalam kehidupanku dan jangan pula kamu menyesal ketika aku melakukan sesuatu yang tidak ada di dalam bayanganmu sama sekali!" kata Alex yang menatap lekat gadis yang ada di hadapannya seolah-olah dia sedang berusaha untuk memperingatkan gadis itu jika dirinya akan melakukan sesuatu yang benar-benar tidak pernah dibayangkan oleh gadis tersebut sebelumnya.


"Aku tidak akan pernah menyesali apa yang sudah menjadi keputusanku dan aku juga tidak akan pernah menyesali dengan apa yang terjadi di dalam kehidupanku karena apa yang akan terjadi maka pasti akan terjadi dan tidak akan pernah ada yang bisa menghalanginya!" kata Amira yang menatap tajam ke arah Alex dan dia benar-benar sudah bersiap dengan semua resiko yang akan ditanggungnya karena keputusan yang diambilnya ini.

__ADS_1


Alex tersenyum licik ketika mendekat apa yang dikatakan oleh Amira dan menurutnya gadis yang ada di hadapannya itu adalah gadis yang benar-benar pintar dan paham dengan baik apa yang harus dilakukannya sehingga dia terlihat begitu yakin dengan apa yang dikatakannya padahal Alex sendiri sangat yakin jika garis tersebut tidak sepenuhnya benar-benar yakin dengan apa yang dikatakannya. Mungkin Amira berusaha untuk bersikap biasa saja dan tidak menunjukkan ketegangan yang ada di dalam dirinya, tetapi Alex jelas mengetahui dan juga menyadari jika gadis yang ada di hadapannya itu benar-benar tegang dengan apa yang dilakukannya saat ini. Alex juga berpikir mungkin saja Amira saat ini berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah perbuatan yang benar dan tidak menyakiti siapa pun serta tidak merugikan dirinya sendiri.


"Saat ini kamu masih bisa mundur jika kamu tidak yakin untuk melangkah masuk ke dalam kehidupanku dan kamu juga tidak yakin kalau kamu akan dapat melakukan dosa terbesar di dalam kehidupanmu yang tidak akan pernah kamu lupakan sama sekali dan kamu juga harus ingat kalau dosa tersebut tidak akan pernah memberimu kesempatan untuk menjadi seseorang yang terlihat baik serta polos di hadapan dunia!" kata Alex tanpa mengalikan pandangannya meski hanya sesaat dan dia benar-benar berusaha untuk memberikan pilihan kepada gadis yang ada di hadapannya itu atas apa yang harus diputuskan oleh gadis itu. "Namun, kalau sekiranya kamu berpikir kalau dirimu mampu untuk melangkah lebih jauh lagi dan kamu juga tidak ingin melakukan dosa terbesar di dalam kehidupanmu serta menanggung semua resiko yang sudah aku katakan barusan maka melangkahlah dan jangan pernah sekali pun kamu melihat ke belakang serta mempedulikan apa yang dikatakan oleh orang lain terhadapmu!"


Amira terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Alex kepadanya barusan. Di satu sisi jelas dia benar-benar siap dengan semua resiko yang akan dia terima ketika dirinya melangkah maju untuk membalaskan semua dendam yang dirasakannya selama ini. Namun di sisi lain dia jelas harus memikirkan segala sesuatunya terlebih memikirkan apa yang dipikirkan oleh ibunya apabila sang ibu mengetahui apa yang dilakukannya saat ini.


Amira menarik nafas dalam dan kemudian menghembuskannya secara perlahan sambil terus menatap ke arah Alex untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang akan dilakukannya adalah sesuatu yang benar dan tidak akan pernah dia sesali sama sekali. Bagaimanapun juga dia perlu menatap wajah lelaki yang ada di hadapannya itu untuk mengingat senyum ceria dari Gabriella yang kemarin dilihatnya ketika perempuan yang satu itu datang ke kantor dan menunjukkan kemesraan antara dirinya dengan sang suami.

__ADS_1


"Ketika aku memutuskan sesuatu dan berusaha untuk mendapatkan apa yang aku inginkan maka aku sudah bersiap dengan semua resiko yang akan aku tanggung karena apa yang aku lakukan saat ini!" kata Amira yang menjawab apa yang dikatakan oleh Alex dengan sebuah kiasan dan dia sangat yakin jika lelaki yang ada di hadapannya itu pasti paham dengan apa yang dikatakannya mengingat Alex bukanlah seseorang yang bodoh dan bukan juga seseorang yang tidak paham dengan kata-kata seorang perempuan.


"Kamu tahu kalau aku adalah seorang lelaki dewasa dan aku bukanlah lelaki seusiamu yang hanya membutuhkan sekedar pegangan tangan ataupun ciuman belaka karena aku pasti membutuhkan sesuatu yang jauh lebih daripada itu!" kata Alex yang menekan semua kata-katanya dengan harapan gadis yang ada di hadapannya itu paham dengan apa yang dikatakannya dan dia benar-benar menginginkan gadis itu memikirkan segala sesuatunya dengan mata jangan sampai gadis tersebut berhenti di tengah jalan ketika dirinya sudah benar-benar bertekuk lutut pada gadis yang ada di hadapannya itu.


Amira yang sebelumnya sudah memundurkan langkahnya setelah beberapa senti kembali melangkahkan kakinya sehingga jarak antara dirinya dengan Alex semakin menghilang. Tepat ketika dia berada di hadapan Alex, Amira langsung mengalungkan tangannya pada bahu dan lelaki yang sebelumnya begitu dihormatinya, tetapi sayang harus menjadi alat dari balas dendam yang akan dia lakukan kepada ayah serta ibu tirinya dan juga saudara tirinya yang telah memberikan luka yang begitu dalam pada hatinya dan juga melukai ibunya.


"Mungkin dirimu tidak mengetahui kalau di sekolah yang Pak Alex Pimpin bukanlah terdiri dari siswa-siswi polos yang tidak mengerti sama sekali mengenai bagaimana cara menyenangkan seorang lelaki, karena sebagian besar siswa yang ada di sana adalah sugar baby dari para pengusaha dan juga para pejabat sehingga aku sendiri tidak terlalu asing dengan apa yang Pak Alex katakan barusan kepadaku!" kata Amira sambil tersenyum penuh godaan dan berharap jika Alex tergoda dengan dirinya kembali dan melakukan sesuatu yang sangat menyenangkan dan tidak akan pernah mereka lupakan nantinya.

__ADS_1


"Aku cukup kaget dengan apa yang kamu katakan, tetapi di lain sisi aku juga cukup senang karena dengan demikian berarti aku tidak perlu mengkhawatirkan bagaimana orang-orang akan memandangmu hanya karena kamu menjadi bagian dari hidupku!" kata Alex yang kemudian memajukan wajahnya sehingga tidak ada lagi jarak di antara mereka.


__ADS_2