
Amira dan juga Alex cukup kaget dengan suara pintu yang tiba-tiba dibuka secara paksa. Keduanya segera melepaskan diri dan melihat ke arah pintu untuk mematikan siapa yang datang ke dalam ruangan Alex secara tiba-tiba dan mengganggu kegiatan yang sangat menyenangkan di antara mereka.
"Jadi ini alasanmu menggugat kucerai? Ternyata diriku selama ini benar bahwa jallang itu adalah duri di dalam daging dan ternyata dia jauh lebih berbahaya daripada duri yang selama ini ada di dalam kehidupan rumah tangga kita!" kata Gabriella dengan begitu marahnya dan dia langsung berjalan ke arah Amira.
Gabriella sudah mengangkat tangannya dan akan menampar Amira dengan begitu kerasnya, tetapi gadis itu jauh lebih siap dengan apa yang akan dilakukan oleh Gabriella sehingga bisa menangkis tamparan yang akan dilakukan oleh Gabriella kepadanya.
"Hati-hati dengan tanganmu yang mulus ini, Gabriella!" kata Amira sambil menatap tajam ke arah Gabriella dan dia benar-benar puas dengan apa yang terjadi saat ini.
"Kamu yang seharusnya hati-hati dengan apa yang kamu lakukan karena apa yang kamu lakukan hari ini akan pastikan tersiar ke media dan kamu juga akan kupastikan dikeluarkan dari sekolah tempat belajar saat ini!"
"Oh ya? Apakah kamu yakin kalau aku akan dikeluarkan dari sekolah? Sepertinya yang harus khawatir itu adalah dirimu karena kamu bisa kehilangan segala sesuatu yang kamu miliki saat ini!"
"Aku sangat yakin Karena sekolah itu adalah milik ayahku dan dia pasti akan mengikuti apa yang aku inginkan, sama seperti biasanya, bukan begitu, Pa?"
Gabriella memberikan badannya dan melihat kepada Pak Ferry dan juga Bu Indy yang saat ini sedang berdiri di belakangnya. Pak Ferry sendiri tidak memberikan reaksi apa-apa atas apa yang dilihatnya saat ini karena dia benar-benar tidak pernah mengira jika putri semata wayangnya berani melakukan sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Selama ini dia berpikir jika putrinya itu tidak mungkin melakukan sesuatu yang di luar batas, tetapi ternyata dirinya salah karena putrinya justru melakukan sesuatu yang di luar ekspektasinya.
Amira yang melihat sikap dari ayahnya tersebut segera melangkahkan kakinya dan berjalan ke arah lelaki yang seharusnya dipanggil dengan sebutan Ayah itu. Setelah beberapa langkah akhirnya dia berhenti tepat di hadapan Pak Ferry dan kemudian menatap tajam pada manik coklat milik lelaki itu.
"Apakah benar Anda akan mengeluarkanku dari sekolah, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh putri Anda?" kata Amira yang menekankan kata putri karena dia benar-benar ingin mengetahui bagaimana sikap dari ayahnya tersebut.
__ADS_1
"Tentu jadi suamiku akan mengeluarkanmu dari sekolah karena dia benar-benar menyayangi Gabriella dan dia tidak akan pernah membiarkan sesuatu yang buruk terjadi kepada putrinya!" kata Bu Indy yang memutuskan untuk menjawab apa yang ditanyakan oleh Amira tanpa mengetahui siapa sesungguhnya gadis yang ada di hadapannya itu.
"Oh ya? Apakah Anda benar-benar yakin jika suami Anda ini akan melakukan hal tersebut?"
"Tentu saja dia akan melakukan hal tersebut karena kamu sudah menyakiti hati putri kesayangannya sehingga membuat keluarga putri kesayangannya itu hancur berantakan seperti saat ini!"
"Putri kesayangan ya? Apakah dia akan tetap menjadi putri kesayangan setelah Anda mengetahui semua kenyataan yang selama ini tidak pernah Anda ketahui?"
"Apa pun yang terjadi tidak akan membuat suamiku berhenti menyayangi Putri kesayangannya karena Gabriella adalah anak yang sangat penurut dan juga anak yang sangat berbakti kepada ayahnya!"
"Penurut? Apakah Anda yakin akan membela putri menurut Anda daripada membela putri Anda sendiri?"
"Apa maksudmu mengatakan hal itu? Suamiku bukanlah seorang lelaki yang suka bermain perempuan dan tidak mungkin kamu adalah putri darinya!"
"Kamu jangan sembarangan kalau bicara!"
Setelah mengatakan hal tersebut, Bu Indy langsung mengangkat tangannya dan berniat untuk menampar Amira, tetapi tepat pada saat yang bersamaan Pak Ferry menahan tangan Bu Indy dan menghempaskannya dengan begitu keras.
"Jangan pernah menyakiti putriku karena aku tidak akan pernah tinggal diam jika ada orang lain yang menyakitinya!" kata Pak Ferry sambil menatap marah ke arah Bu Indy.
__ADS_1
"Apa maksudmu mengatakan hal tersebut?" tanya Bu Indy yang kaget dengan apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut karena selama ini dia selalu mengira kalau suaminya itu adalah seseorang yang begitu setia dan juga pemuja dirinya sehingga mampu untuk meninggalkan istri pertamanya hanya untuk bisa bersama dengannya. "Kamu memiliki perempuan lain dan memiliki anak darinya?"
Pak Ferry diam dengan apa yang ditanyakan istrinya tersebut karena dia benar-benar bingung harus menjelaskan dari mana agar istrinya tersebut bisa paham dan juga bisa mengerti dengan penjelasannya nanti.
"Perkenalkan, aku adalah Amira, putri kandung dari Pak Ferry dan Ibu Diah, perempuan yang sudah kamu sakiti dengan begitu hebatnya dengan merebut seseorang yang sangat berarti di dalam hidupnya!" kata Amira sambil menatap tajam ke arah Bu Indy.
Bu Indy yang mendengar apa yang dikatakan oleh Amira seketika memundurkan langkahnya karena dia tidak pernah mengira jika perempuan yang dia depak dari kehidupan suaminya memiliki seorang putri padahal dahulu perempuan itu adalah seorang perempuan mandul dan bahkan karena alasan itulah dia bisa mendepak perempuan itu dari kehidupan suaminya.
"Tidak, itu tidak mungkin! Bagaimana mungkin perempuan mandul itu bisa hamil dan memiliki anak? Bisa saja kamu adalah anak dari laki-laki lain dan kamu bukan anak kandung dari Ferry!" kata Bu Indy yang masih berusaha untuk menerima kenyataan yang baru saja diketahuinya itu.
"Sayangnya apa yang aku katakan adalah sebuah kenyataan dan perlu Anda ketahui kalau suami Anda sudah mengajakku bertemu dan membahas mengenai hal tersebut!" kata Amira dengan penuh kemenangan.
Setelah mengatakan hal tersebut Amira kembali berjalan ke arah Gabriella karena saat ini adalah waktu yang tepat baginya untuk mengatakan sesuatu yang selama ini selalu dia pendam dan juga hal yang menjadi alasan yang paling mendasar kenapa dia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dia lakukan.
"Aku sebenarnya tidak ingin melakukan hal seperti ini, tetapi sayangnya kamu harus merasakan sesuatu yang ibuku dan juga aku rasakan dahulu ketika ibumu merebut seseorang yang sangat berharga dari kehidupan kami!" kata Amira dengan penuh penekanan.
"Apa maksudmu? Apa yang sudah dilakukan oleh Mama sehingga kamu melakukan hal seperti ini kepadaku? Kami tidak pernah melakukan sesuatu kepadamu, tetapi kenapa kamu melakukan hal ini kepada kami?"
"Tidak melakukan sesuatu kepadaku dan juga kepada ibuku? Itu adalah sebuah kata-kata yang benar-benar lucu seperti sebuah lelucon yang patut untuk aku tertawakan!"
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Ibumu adalah seorang jallang yang sudah merebut ayahku dari ibuku dan saat ini adalah pembalasan atas apa yang dilakukan oleh ibumu itu, tetapi sayangnya kamu yang harus merasakan semua pembalasan itu, karena dengan menyakitimu maka ibumu juga akan terluka!"