
Bab 41
"Kamu yakin dengan semua jawaban yang kamu beikan barusan?" tanya Alex setelah mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Amira atas apa yang dia tanyakan barusa.
"Saya sangat yakin dengan apa yang baru saja saya katakan dan saya tidak sedikitpun meragu mengenai hal tersebut sehingga Anda tidak perlu mempertanyakan mengenai hal itu lagi!"
"Saya hanya perlu memastikan kalau kamu benar-benar yakin dengan jawabanmu itu karena sekali saja kamu salah dalam menjawab apa yang saya tanyakan kepadamu barusan maka kesempatanmu untuk makan pada perusahaan ini maka dihapuskan dan mungkin akan sedikit berpengaruh juga terhadap beberapa kesempatan yang biasanya kamu dapatkan untuk mengikuti lomba yang ada di sekolah!"
Kali ini Alex memang bertanya secara serius kepada Amira dan mengesamping Kak semua perasaan yang dirasakannya kepada gadis itu. Bagaimanapun juga dia harus bisa menempatkan dirinya dengan baik bagaimana ketika dia menjadi seseorang yang sangat berarti bagi Amira dan bagaimana ketika dia menjadi atasan dari gadis itu. Alex jelas sangat sadar kalau dia tidak bisa mencampur adukkan antara kedua hal tersebut karena ketika dia berusaha untuk mencampur adukkan kedua hal itu maka sesuatu yang buruk pasti akan terjadi dan dia akan menyesali hal tersebut.
Amira menatap ke arah Alex dengan tatapan tajam dan dia juga berusaha untuk yakin kepada dirinya sendiri bahwa apa yang dikatakannya adalah jawaban yang paling tepat atas apa yang ditanyakan oleh Alex. Bagaimanapun juga dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa megang di perusahaan tersebut dan dia juga tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa mewakili sekolah dalam beberapa perlombaan baik berskala lokal maupun internasional.
Selama ini Amira meyakini jika setiap perlombaan yang diikutinya pasti akan sangat berguna bagi dirinya di masa depan nanti dan dia juga meyakini Jika setiap perlombaan itu akan membuatnya jauh lebih dekat kepada cita-citanya. Namun jika sampai saat ini dia salah langkah maka dia akan kehilangan segala sesuatunya dan dia tidak ingin melakukan hal tersebut sama sekali.
"Saya benar-benar yakin dengan apa yang saya katakan dan saya juga percaya kalau setiap jawaban yang saya berikan kepada Anda barusan sesuai dengan apa yang saya pelajari selama ini dan saya juga sangat meyakini jika Anda tidak akan pernah menyesal karena sudah memberikan kesempatan yang sangat berharga ini kepada saya!" kata Amira sambil berusaha untuk Tetap tenang karena menurutnya ketenangan adalah kunci yang dia miliki dalam menghadapi segala situasi terutama situasi yang sangat mendesak seperti saat ini.
__ADS_1
"Kamu pasti sudah mempelajarinya dengan baik dan aku juga sangat yakin kalau kamu pasti sudah mengambil beberapa pengalaman dari apa yang kamu lihat dan juga kamu alami selama beberapa hari ini, sehingga saya ingin bertanya kepadamu, bagaimana sikapmu apabila menghadapi seseorang yang memaksa untuk menemuiku padahal sebelumnya aku sudah mengatakan kalau aku tidak ingin ditemui oleh siapa pun juga?"
Alex benar-benar sengaja bertanya seperti itu kepada Amira karena dari sekian banyak pengalaman seringkali dia mendapatkan tamu yang tidak diharapkan dan Angela terkadang tidak bisa menangani tamu-tamu tersebut. Namun kali ini Alex benar-benar berharap Amira bisa memberikan jawaban yang tepat sehingga setidaknya kedepannya nanti dia tidak perlu menghadapi para tamu yang tidak diinginkannya itu.
"Ini adalah sebuah dilema yang sangat besar bagi saya, tetapi saya sangat yakin kalau Anda memiliki alasan yang sangat tepat Kenapa bertanya mengenai hal tersebut kepada saya dan saya harus bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan baik!"
"Kamu memang benar, saya memiliki alasan tersendiri kenapa bertanya mengenai hal tersebut dan saya berharap kalau kamu bisa memberikan jawaban yang tepat karena jawaban ini adalah jawaban kunci dari semua tes ya saya lakukan hari ini!"
"Pertama, sebagai seorang sekretaris saya harus bisa mengikuti apa yang Anda perintahkan dengan baik dan tidak boleh melanggar perintah tersebut apa pun alasannya. Namun pada prinsip yang kedua bagaimanapun juga kepentingan yang paling utama dalam perusahaan adalah kepentingan pengusahaan tersebut bukan hanya kepentingan dari pemimpin perusahaan saja Jika kamu tersebut datang karena sebuah kepentingan yang sangat mendesak dan menyangkut dengan masa depan perusahaan, maka dengan sangat terpaksa saya harus melanggar peraturan yang sudah saya sebutkan di awal tadi dan saya akan memberitahukan kepada Anda mengenai kedatangan tamu tersebut!"
"Seperti yang saya katakan tadi bahwa ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada Apa yang diperintahkan oleh atasan dan itu adalah kepentingan perusahaan karena bagaimanapun juga perusahaan menanggung hajat hidup orang banyak mengingat ada begitu banyak orang yang bekerja di sini!"
Alex berdiam dengan apa yang dikatakan oleh Amira karena dia benar-benar tidak menyangka jika gadis itu akan menjawab pertanyaannya seperti barusan padahal siswa-siswa yang sebelumnya magang pada kantornya tersebut selalu memilih untuk mengikuti apa yang diperintahkan oleh atasan tanpa memikirkan kepentingan dari perusahaan. Namun Alex akui kalau apa yang Amira katakan menjadi poin plus dari gadis yang ada di hadapannya itu dan dia meyakini jika suatu hari nanti Amira akan menjadi sosok perempuan yang benar-benar sukses dan juga bisa mengambil keputusan dengan tepat.
Alex tersenyum setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Amira dan kemudian dia beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri gadis yang ada di hadapannya itu. Kali ini Alex jelas ingin memberikan selamat kepada gadis yang ada di hadapannya tersebut karena sudah berhasil menjawab satu pertanyaan yang selalu dianggap sulit oleh para karyawan magang, tetapi Angela jelas selalu bisa bersikap tepat seperti yang dikatakan oleh Amira barusan.
__ADS_1
"Saya senang dengan semua jawaban yang kamu berikan dan terlebih saya sangat senang dengan jawaban terakhir yang kamu katakan karena hal tersebut adalah poin paling penting dalam tes yang saya berikan kepadamu hari ini!" kata Alex setelah dirinya hanya terpaut beberapa senti saja dari Amira.
Amira hanya bisa menatap Alex tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh lelaki tersebut karena dia mengira jika jawabannya tadi adalah sesuatu yang sangat buruk dan kemungkinan besar akan membuat dia tidak bisa magang serta ikut serta dalam perlombaan yang diikuti oleh sekolahnya. Namun ternyata dirinya salah karena Alex justru menunjukkan hal yang benar-benar di luar ekspektasinya.
"Kenapa? Kamu tidak senang dengan apa yang saya katakan barusan?" tanya Alex ketika Amira tidak kunjung memberikan tanggapan atas apa yang dikatakan olehnya.
"Bukan tidak senang, hanya saja saya benar-benar tidak percaya kalau jawaban yang saya berikan barusan sesuai dengan apa yang Anda inginkan padahal saya menjawab hal tersebut sesuai dengan apa yang ada di dalam pemikiran saya karena Mbak Angela tidak pernah mengajarkan mengenai hal tersebut kepada saya!"
"Saya memang tidak pernah meminta Angela dan bahkan terkesan untuk melarang gadis itu agar tidak mengatakan mengenai aturan yang satu itu karena aku benar-benar ingin mencari bibit muda yang bisa belajar jauh lebih banyak serta memiliki keputusan yang jauh lebih bijak daripada siswa magang yang sebelum-sebelumnya."
"Ja ... jadi ... aku ... aku adalah siswa magang pertama yang bisa menjawab pertanyaan yang Anda lontarkan barusan?"
Angela benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alex sehingga membuatnya bertanya seperti itu untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dikatakan oleh Alex adalah sebuah kebenaran.
"Saya tidak memiliki alasan apa pun juga untuk berbohong mengenai hal tersebut dan kamu berhak mengetahui mengenai hal itu! Anggap saja kalau apa yang saya katakan barusan adalah bentuk apresiasi dari setiap jawaban yang kamu berikan kepada saya dalam sesi tes ini!"
__ADS_1