Balas Dendam Sang Pelakor

Balas Dendam Sang Pelakor
Bab 44


__ADS_3

Alex cukup kaget dengan apa yang dikatakan oleh Gabriella, tetapi dia berusaha untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan kalau apa yang dikatakan oleh istrinya tersebut adalah sebuah kebenaran. Bagaimanapun juga Alex tidak ingin membawa bahwa nama orang lain dalam masalah rumah tangganya meski dia memutuskan untuk bercerai dengan Gabriella karena permintaan dari Amira.


"Benar bukan kalau kamu sudah memiliki yang lain sehingga kamu memutuskan untuk menceraikanku?" Gabriella mengulangi kembali kata-katanya ketika tidak mendapatkan jawaban atas apa yang ditanyakan kepada suaminya itu.


"Kamu jangan terlalu mengada-ngada dan kamu juga jangan terlalu menyerahkan orang lain atas apa yang aku putuskan karena memang pada kenyataannya apa yang aku putuskan saat ini bukan karena orang lain dan terlebih tidak seperti yang kamu bayangkan!"


"Apa kamu bilang, aku terlalu mengada-ada? Aku tidak mengada-ada karena aku disini hanya bertanya saja mengenai alasanmu mencarikan aku! Lalu, kenapa kamu barusan mengatakan bukan karena orang lain? Apakah memang benar kamu memiliki perempuan lain sehingga memutuskan untuk menceraikanku?"


"Aku sudah mengatakannya kepadamu, Gab, kamu jangan bawa-bawa nama orang lain dalam permasalahan kita dan jangan menuduhku melakukan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan! Kamu sendiri mengetahui bagaimana perangaiku dan aku bukanlah seseorang yang suka berselingkuh seperti yang kamu tuduhkan barusan!"


"Justru karena aku terlalu tahu bagaimana sifatmu makanya aku berkata seperti itu! Kamu jangan lupa bahwa ketika kita berpacaran saja kamu memiliki perempuan lain dan aku bahkan tidak tahu pasti berapa jumlah perempuan-perempuan itu!"


"Kamu tidak perlu memikirkan apa yang sudah terjadi di masa lalu karena pada kenyataannya setelah kita menikah, Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang akan membuatmu terluka dengan begitu dalamnya!"


"Kamu ... ah sudahlah! Rasanya tidak akan ada artinya sama sekali jika aku terus-menerus protein dengan apa yang kamu katakan! Namun satu hal yang pasti, aku tidak akan pernah menerima perceraian ini apa pun alasannya!"


Setelah mengatakan hal tersebut Amira langsung berlalu begitu saja dari hadapan Alex sehingga membuat lelaki yang satu itu duduk seorang diri di ruang makan. Alex sendiri menatap kepergian Gabriella dengan wajah yang sedikit ditekuk karena dia benar-benar tidak menyangka jika apa yang dilakukannya akan membuat sebuah pertengkaran yang sangat besar dan bahkan sampai apa yang terjadi di masa lalu dia begitu mungkin dengan begitu hebatnya oleh Gabriella.


Alex mengusap wajahnya dengan kasar dan memikirkan beberapa kemungkinan yang bisa diambil apabila Gabriella masih terus menolak untuk bercerai dengannya. Bagaimanapun juga Alex benar-benar ingin bercerai dari Gabriella karena hanya dengan cara seperti itulah dia bisa bersama dengan Amira, gadis yang sudah membuatnya bertekuk lutut pada pesonanya yang sangat menarik itu.


"Aku harus bagaimana lagi untuk menyelesaikan semua masalah ini? Di satu sisi aku ingin memilikinya, tetapi di sisi lain untuk melepaskan Gabriella bukanlah sesuatu yang mudah karena ternyata dia tidak bisa berkompromi dengan keputusan yang sudah aku buat!" kata Alex bermonolog yang kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi sambil memejamkan mata.

__ADS_1


Beberapa kali Alex menarik nafas dalam dan kemudian membuangnya secara perlahan hanya untuk membuat pikirannya sedikit lebih tenang sehingga dia bisa mencari jalan keluar terbaik dari permasalahannya itu. Namun semakin berusaha dia mencari jalan keluar dari permasalahannya tersebut, semakin kesulitan pula dia mendapatkan jalan keluar dari permasalahannya itu.


Sementara itu di dalam kamar Gabriella berusaha untuk menenangkan dirinya setelah apa yang dikatakan oleh Alex kepadanya tadi. Dia masih merasa kalau dirinya tidak salah mengatakan hal tersebut kepada suaminya itu karena memang pada kenyataannya apa yang dikatakannya adalah sebuah kebenaran mengingat selama ini dia yang selalu berusaha bertahan dari kisah yang memang jauh dari kata baik-baik saja. Namun kali ini Sepertinya dia akan kesulitan untuk mempertahankan rumah tangganya mengingat suaminya sendiri sudah berpikir bahwa hubungan yang terjadi di antara mereka adalah sebuah kesalahan dan harus segera diakhiri.


"Aku harus bagaimana kalau dia masih bersikukuh dengan apa yang dikatakannya? Apa yang akan terjadi kepada anak-anak kalau dia masih meneruskan keinginannya itu? Aku tidak ingin anak-anak mengalami apa yang aku alami dulu karena bagaimanapun juga hidup tanpa seorang ayah bukanlah sesuatu yang baik dan juga bukan sesuatu yang mudah bagi anak-anak!" kata Gabriella yang masih memikirkan jalan keluar dari permasalahannya saat ini dan dia juga terbayang dengan apa yang dialaminya dahulu.


Pengalaman demi pengalaman buruk mulai bermain-main di dalam otak Gabriella sehingga membuat perempuan itu sedikit merasakan gusar karena hal tersebut. Sesuatu yang seharusnya sudah dia lupakan karena masa-masa indah telah hadir di dalam kehidupannya, tetapi nyatanya dia tidak bisa melupakan semua pengalaman itu dan justru bayang-bayang itu kembali dalam kehidupannya ketika sesuatu yang buruk hampir saja terjadi kepadanya.


"Kenapa kamu begitu egois mengambil keputusan itu secara sebelah pihak? Kenapa kamu tidak memikirkan apa yang akan terjadi kepada anak-anak apabila kita berpisah? Tidak Bisakah kamu berpura-pura saja di depan anak-anak bahwa hubungan kita baik-baik saja?" kata Gabriella yang terus-menerus bermonolog karena dia memang tidak bisa mengatakan hal tersebut kepada suaminya mengingat Alex yang seolah-olah sudah benar-benar yakin dengan keputusan yang akan diambilnya itu.


Beberapa kali Gabriella menarik nafas dalam dan kemudian menghembuskannya secara perlahan hanya untuk membuat perasaannya jauh lebih baik lagi. Namun tetap saja dia tidak bisa membuat perasaannya sedikit membaik meski dia menginginkan hal tersebut dan berusaha dengan begitu kerasnya. Bayang-bayang masa lalu dan juga kenyataan yang baru saja dihadapinya membuat dia semakin besar dengan apa yang akan dihadapi oleh dirinya dan juga anak-anaknya nanti.


***


Amira yang mendengar hal tersebut hanya melihat ke arah Alex sesaat dan kemudian kembali fokus pada file yang ada di tangannya itu. Bagaimanapun juga dia tidak ingin terlalu larut dalam apa yang dikatakan oleh laki-laki tersebut karena dia memiliki satu prinsip bahwa dia hanya akan meladeni laki-laki itu kalau lelaki tersebut sudah memenuhi apa yang diinginkannya.


"Kamu sampai kapan akan bersikap seperti ini? Apakah bukti yang aku sebutkan barusan belum cukup bagimu untuk kembali ke dalam pelukanmu?" tanya Alex lagi ketika dia tidak mendapatkan respon apa-apa dari Amira.


"Aku harus mengatakan apa atas hal yang kamu katakan barusan kepadaku? Apakah aku harus mempercayai begitu saja segala sesuatunya tanpa bukti sama sekali?"


"Kamu ingin bukti apa lagi dariku kalau aku benar-benar sudah melayangkan gugatan cerai kepada Gabriella?"

__ADS_1


"Aku tidak akan mempercayai apa yang kamu katakan apabila akta cerai kalian belum ada di hadapan!"


"Kamu menginginkan akta cerai itu? Bagaimana mungkin aku bisa mendapatkan akta cerai tersebut jika sidang pertama saja baru akan berlangsung satu minggu yang akan datang dan kamu menginginkan akta cerai itu? Setidaknya kamu sedikit melunak dan jangan terlalu memaksakan apa yang menjadi kehendakmu karena segala sesuatunya membutuhkan proses!"


"Terlalu memaksakan kamu bilang? Aku tidak pernah memaksamu untuk melepaskan dia dan aku juga tidak pernah memaksamu untuk menggugat cerainya, tetapi aku memberikan pilihan kepadamu siapa yang akan kamu pilih, aku atau dia? Lalu sekarang kamu mengatakan kalau kamu merasa dipaksa olehku?"


Alex mengacak rambutnya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Amira barusan. Dia tidak mengira jika perempuan yang ada di hadapannya begitu keras kepala sehingga membuatnya kesulitan untuk memberikan pengertian kepada gadisnya itu bahwa dia benar-benar bersungguh-sungguh ingin melepaskan Gabriella untuknya.


"Aku hanya memintamu untuk memilih saja dan kamu tidak perlu mengatakan seperti itu kepadaku! Kalau kamu memang bersungguh-sungguh dengan apa yang kamu putuskan itu dan kamu juga merasa bahwa keputusan itu adalah keputusan yang terbaik bagi dirimu, Gabriella, dan juga diriku, maka kamu tidak perlu mengatakan hal seperti itu terlebih sampai kamu mengatakan bahwa aku memaksamu untuk menceraikannya!" kata Amira yang memang tidak berniat untuk menunjukkan bahwa dia sedikit melemah dengan apa yang sudah dilakukan oleh Alex untuknya saat ini.


"Aku minta maaf kepadamu karena hal tersebut dan aku benar-benar ingin menunjukkan kepadamu bahwa aku serius kepadamu dan aku hanya menginginkan saja, bukan menginginkan yang lain!"


"Oh ya? Kamu yakin setelah kamu melepaskannya tidak akan ada perempuan lain lagi di dalam kehidupanmu? Kali ini saja kamu bisa melepaskan dia hanya untuk bersama denganku, apakah di depan nanti tidak menutup kemungkinan kalau kamu akan melakukan hal yang sama ketika ada perempuan lain yang mendekatimu?"


Alex sedikit kaget dengan apa yang ditanyakan oleh Amira karena dia tidak pernah memperkirakan bahwa gadisnya tersebut akan bertanya seperti itu. Dia berpikir jika Amira akan benar-benar senang dengan apa yang dikatakannya dan menganggap bahwa cinta yang diberikannya adalah sebuah rasa yang benar-benar tulus dan tanpa syarat sama sekali.


"Aku terlalu khawatir kalau nanti kamu akan melepaskanku hanya untuk bersama dengan perempuan lain, sama seperti yang kamu lakukan kepadaku saat ini!" kata Amira lagi sambil menatap tajam ke arah Alex dan dia ingin mengetahui apa yang akan dikatakan oleh laki-laki tersebut kepadanya


"Kamu tidak perlu khawatir dengan hal tersebut, Bab, karena aku akan memastikan bahwa aku tidak akan melakukan hal tersebut!"


"Kamu yakin kalau kamu tidak akan melakukan hal tersebut kepadaku nanti?"

__ADS_1


"Aku sangat yakin, Bab!"


__ADS_2