
"Ayolah, Baby, kamu percaya dengan apa yang aku katakan karena kali ini aku benar-benar bersungguh-sungguh dan aku tidak akan pernah menghianati cintamu kepadaku serta aku juga tidak akan pernah menyakitimu!" bujuk Alex kepada Amira dan dia benar-benar bersungguh-sungguh dan apa yang dikatakannya
Amira tidak langsung menjawab apa yang dikatakan oleh Alex kepadanya karena menurutnya apa yang dilakukan oleh lelaki itu masih belum bisa meyakinkannya bahwa lelaki tersebut benar-benar sudah bertekuk lutut di hadapannya. Bagaimanapun juga Amira masih memiliki sedikit kekhawatiran kalau apa yang dilakukan oleh Alex saat ini hanyalah sebuah kepura-puraan dan kalau sampai hal tersebut terjadi maka dia benar-benar tidak bisa menyelesaikan misi balas dendamnya itu.
Perlahan Amira mulai memangkas jarak antara dirinya dengan Alex sehingga kini tubuhnya bersentuhan secara langsung dengan lelaki yang ada di hadapannya dan hanya terhalang oleh pakaian yang mereka kenakan saja. Amira menatap manik coklat milik Alex dan dia berusaha untuk menyelami apa yang ada di dalam mata lelaki itu. Amira adalah seseorang yang sangat percaya bahwa mata adalah cerminan hati dan mata tidak akan pernah berbohong meski lisan dan juga pikiran berbohong.
"Aku akan mencoba untuk mempercayai apa yang kamu katakan kepadaku barusan, bagaimanapun juga untuk saat ini aku belum memiliki alasan yang kuat untuk tidak mempercayai apa yang kamu katakan!" kata Amira yang dengan perlahan mulai mengalungkan tangannya pada tubuh lelaki yang ada di hadapannya itu. "Namun, rasa percaya Aku itu jelas tidak gratis begitu saja dan kamu harus membayar kepercayaan yang baru saja aku berikan kepadamu dengan sesuatu yang mungkin sebelumnya tidak pernah kamu bayangkan sama sekali!"
"Aku tidak masalah jika harus membayar kepercayaanmu itu dengan nyawaku karena saat ini aku benar-benar tergoda denganmu dan aku tidak ingin kehilanganmu sama sekali! Cukup selama beberapa hari ini kamu menjauh dariku dan setelah ini aku ingin membuatmu kembali kepadaku serta merasakan bagaimana Indahnya cintaku kepadamu!"
"Hhhmmm ... sebagai permulaan, aku berpikir sepertinya akan sangat menyenangkan apabila kita berjalan-jalan menyusuri pusat perbelanjaan atau kita juga bisa berjalan-jalan di salah satu tempat wisata yang sangat romantis dan setelah itu kita makan malam bersama dengan view yang sangat indah."
"Kamu hanya menginginkan hal tersebut saja? Mintalah sesuatu yang jauh lebih besar daripada hal tersebut dan aku pasti akan memberikan apa yang kamu inginkan itu karena saat ini Kamu adalah seseorang yang sangat penting dalam kehidupanku!"
"Untuk saat ini aku hanya menginginkan hal tersebut saja, tetapi aku tidak tahu apa yang akan aku inginkan ketika aku berada di pusat perbelanjaan Karena bagaimanapun juga kamu pasti mengetahui kalau perempuan selalu menginginkan sesuatu yang sangat indah, menarik, berkilauan, dan juga berkelas!"
Alex hanya tersenyum dengan apa yang diinginkan oleh Amira karena sebagai seorang lelaki yang terbiasa menjalin hubungan dengan beberapa perempuan, jelas Alex memahami apa yang diinginkan oleh Amira. Bagi dirinya hal tersebut bukanlah sesuatu yang sulit untuk diwujudkan mengingat selama ini dia sendiri sering memberikan barang-barang mewah dan juga perhiasan yang berkilauan untuk perempuan-perempuan yang ada di dalam kehidupannya.
Alex mendekatkan wajahnya pada Amira dan kemudian mellumat bibir ranum yang kali ini terpoles dengan lipstik berwarna nude. Dia melakukannya dengan begitu lembut seolah-olah dia khawatir apabila dirinya melakukannya secara tergesa-gesa maka Amira akan hancur menjadi butiran debu padahal Alex tahu jika dia melakukannya dengan sedikit tekanan maka hal tersebut akan memberikan sesuatu yang berbeda bagi gadis yang ada di dalam pelukanya itu.
Amira yang kembali merasakan lummatan dari Alex setelah beberapa hari tidak melakukan kegiatan yang sangat menyenangkan itu hanya bisa mengikuti setiap gerakan yang dilakukan oleh lelaki yang saat ini sudah benar-benar bertekuk lutut di hadapannya. Dia bahkan tidak protes ketika lengan Alex mulai bergerilya di beberapa bagian tubuhnya dan Amira hanya sedikit mengerang setiap merasakan kenikmatan yang tiada taranya itu.
"Kamu masih sama seperti biasanya, Baby, sangat nikmat dan juga selalu menggoda!" kata Alex setelah melepaskan bibirr Amira yang begitu menggoda dan saat ini sudah sedikit membengkak karena ulahnya.
Amira tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Alex, setidaknya satu langkah lagi dia sudah jauh lebih maju daripada kemarin dan semua rasa sakit yang ada di dalam hatinya akan segera terbalaskan tanpa ada belas kasihan sama sekali terhadap orang lain. Katakan kalau dirinya terlalu kejam, tetapi Amira menganggap kalau apa yang dilakukannya saat ini tidak kejam sama sekali karena yang kejang itu adalah ayahnya dan juga perempuan tidak tahu diri itu.
__ADS_1
"Aku benar-benar menginginkanmu dan aku tidak ingin kehilanganmu sama sekali meski aku harus menunggu selama berbuah satu atau dua tahun untuk menjadikan satu-satunya di dalam kehidupanku!" kata Alex sambil menetap lembut ke arah Amira dan saat ini tangannya mulai merapikan anak rambut gadis yang ada di hadapannya itu.
"Jadi, selama satu atau dua tahun ini dan kamu masih ingin bersama dengan perempuan lain? Kalau kamu masih menginginkan hal tersebut maka kamu jangan pernah bermimpi akan bisa mendapatkanmu karena aku tidak pernah ingin berbagi dengan perempuan mana dengan pun juga!"
"Tida, Baby! Aku tidak akan pernah membagi cintaku dengan yang lain dan aku hanya mencintaimu, tetapi untuk memilikimu seutuhnya aku masih membutuhkan waktu 1 atau 2 tahun kedepan mengingat saat ini kamu masih berstatus sebagai anak SMA dan tidak mungkin aku menikahi hal ini mengingat kalau aku melakukan hal tersebut maka kamu akan kehilangan semua cita-cita yang sudah kamu rangkai sejak lama!"
"Kita lihat saja apakah selama satu atau dua tahun ke depan kamu benar-benar bisa menjaga kesetiaanmu kepadaku atau tidak, Dad? Jika di rumah tidak bisa menjaga kesetiaanmu itu, Maka jangan pernah berharap kalau aku akan tetap berada di samping karena aku tidak pernah main-main dengan apa yang aku katakan kepadamu, Dad!"
"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai sebuah permainan dan aku benar-benar serius dengan apa yang aku katakan!"
"Baiklah, Dad, aku akan keluar dulu karena aku khawatir Mbak Angela curiga dengan apa yang aku lakukan saat ini!"
"Aku sangat yakin kalau dia pasti sudah menyadari mengenai hal tersebut, tetapi aku sangat yakin kalau dia tidak akan pernah menunjukkan kalau dia mengetahui mengenai jalannya cinta diantara kita berdua karena sekali saja dia mengatakan hal tersebut maka dia akan mendapatkan masalah yang sangat besar!"
"Kamu mengancamnya, Dad?"
"Bagaimana kalau suatu hari nanti dia mengatakan semua rahasiamu itu kepada orang lain dan aku sangat yakin kalau hal itu terjadi maka yang akan dirugikan dalam hal ini adalah dirimu karena sejatinya aku tidak akan pernah merugi hanya karena apa yang terjadi kepada dirimu!"
"Aku tahu bagaimana cara untuk menyumpal mulutnya sehingga dia tidak mungkin mengatakan hal tersebut kepada orang lain dan terlebih dia pasti masih membutuhkan pekerjaan di sini sehingga dia tidak memiliki pilihan lain selain menutup mulutnya rapat-rapat!"
"Baiklah, Dad, aku tidak ingin terlalu ikut campur hal yang tersebut, tetapi untuk saat ini aku harus kembali bekerja dan menyelesaikan semua pekerjaanku sebelum nanti kita pergi berjalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama!"
Amira melepaskan diri dari Alex dan mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu sambil mengulum senyum penuh arti. Kali ini dia berusaha untuk memikirkan rencana yang akan dilakukannya ketika dia dan Alex berjalan-jalan nanti karena Amira sangat yakin akan ada sesuatu yang sangat menyenangkan terjadi dan dia tidak ingin melewatkan hal tersebut sama sekali. Bagaimanapun juga Amira sudah melangkah sejauh ini dan dia tidak akan pernah membiarkan dirinya hancur hanya karena sesuatu yang terjadi di luar rencananya.
"Kamu harus semangat untuk menjalankan segala sesuatunya, Amira! Kamu harus bisa membuktikan kepada dunia dan juga kepada orang-orang yang sudah menyakitimu bahwa saat ini sudah waktunya mereka yang menyakitimu mendapatkan karma apakah yang mereka lakukan kepadamu dan juga kepada ibumu!" kata Amira yang berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri agar tetap kuat dalam menghadapi segala sesuatunya.
__ADS_1
Amira terus melangkahkan kakinya hingga akhirnya dia sampai di hadapan Angela yang masih sibuk dengan beberapa file yang ada di hadapannya. Amira pun melangkah ke arah Gadis itu dan memberikan file yang sudah ditandatangani oleh Alex serta memberitahukannya bahwa hari ini dirinya akan pulang lebih cepat daripada sebelumnya meski sebelum itu Amira akan memastikan semua pekerjaannya sudah diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan apa yang diharapkan.
"Kamu yakin kalau kamu bisa menyelesaikan semua pekerjaan dalam waktu yang sangat cepat?" tanya Angela yang sedikit khawatir jika gadis yang ada di hadapannya itu tidak bisa menyelesaikan semua pekerjaannya tepat waktu terlebih karena gadis itu meminta izin untuk pulang lebih awal daripada sebelumnya.
"Aku sangat yakin, Mbak, kalau aku bisa menyelesaikan semuanya dan nanti Mbak Angela hanya tinggal memeriksa pekerjaanku saja apakah sudah sesuai dengan apa yang diharapkan ataukah tidak. Aku sangat yakin kalau selama ini aku sudah belajar dengan begitu baiknya dan aku tidak akan mengecewakan Mbak Angela sama sekali!"
"Memangnya kamu mau ke mana sampai ingin pulang lebih awal daripada biasanya? Apakah kamu ada janji dengan seorang lelaki sehingga membuatmu memutuskan untuk pulang lebih awal?"
Angela tentu pernah merasakan masa muda dan dia paham dengan apa yang akan dilakukan oleh Amira saat ini, tetapi dia ingin sedikit menggoda Amira agar hubungan mereka semakin dekat daripada hari-hari sebelumnya.
"Ya, seperti yang Mbak katakan dan seperti yang ada di dalam pikiran Mbak, aku memang ada janji dengan suaramu lagi dan menurutku ini adalah waktu yang tepat waktu berjalan-jalan dengannya setelah selama beberapa hari ini aku tidak masuk sekolah dan berkutat dengan pekerjaan yang ada di kantor, jadi menurutku apa salahnya kalau aku dan dia memanfaatkan waktu saat ini dengan sebaik mungkin!"
"Nikmati masa mudamu karena hal tersebut tidak akan pernah kembali lagi dan jangan sampai kamu menyesal setelah tua nanti karena belum sempat menikmati masa mudamu ini!"
"Memangnya ada yang menyesal setelah masa tua karena dia tidak pernah main ataupun menghabiskan waktu untuk bersenang-senang?"
"Tentu saja ada dan bukan sedikit orang yang merasakan hal tersebut sehingga aku memberikan saran kepada yang itu kepadamu mengingat kamu sudah banyak melihat begitu banyak orang yang kepala karena tidak bisa menikmati masa mudanya dengan baik!"
"Mbak sendiri menikmati masa muda, Mbak atau tidak?"
"Aku? Ya tentu saja aku menikmati masa mudaku dengan begitu indahnya dan aku tidak menyesal karena sudah menikmati masa mudaku tersebut sehingga aku bisa mengatakan seperti ini kepadamu mengingat masa muda itu tidak akan pernah kembali dua kali! Namun kamu harus ingat, meski kamu begitu menikmati masa mudamu, jangan pernah sekalipun melepaskan sesuatu yang sangat penting di dalam kehidupanmu karena hal tersebut tidak akan pernah kembali lagi meski saat ini orang-orang sudah mengatakan pada operasi yang bisa mengembalikan hal tersebut!"
Amira terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Angela kepadanya barusan. Dia tahu kalau semua orang pasti akan mengatakan bahwa sesuatu yang sangat penting itu tidak boleh lepas dari kehidupan seorang perempuan, tetapi dia sendiri tidak yakin kalau dirinya bisa menjaga diri dengan begitu baiknya mengingat malam ini dia berada di persimpangan jalan dan dia juga menginginkan agar semua rasa sakit yang dialaminya terbalaskan dengan sempurna.
"Tentu untuk menjaga diriku sebaik mungkin dan aku tidak akan sampai kehilangan hal tersebut!" kata Amira sambil menunjukkan senyum terindahnya kepada Angela hanya untuk meyakinkan perempuan yang ada di hadapannya itu kalau dia benar-benar akan menjalankan apa yang disarankan oleh perempuan tersebut.
__ADS_1
"Aku tersebut adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dijalankan, tapi aku sangat yakin kalau kamu pasti akan bisa menjalankan hal tersebut dengan baik dan kamu adalah seorang gadis yang teguh dengan pendirianmu!"
Amira mengakui kalau dirinya memang tadi siang teguh pada pendirian, tetapi dia juga mengakui kalau pendiriannya tersebut bukan untuk mempertahankan apa yang ada di dalam dirinya melainkan untuk membalaskan semua rasa sakit yang dirasakannya selama ini.