
"Maaf karena aku sudah memberikan hukuman kepadamu atas apa yang terjadi di sekolah tadi!" kata Alex ketika dirinya sedang berdua saja dengan Amira di dalam ruangan kantornya.
Alex memang tidak bisa melakukan apa-apa ketika dia berada di sekolah karena di dalam ruangan kepala sekolah terdapat sebuah CCTV dan dia terlalu khawatir apabila dia melakukan sesuatu maka mertuanya dan juga guru-guru yang lain akan mengetahui apa yang sedang dilakukannya. Pilihan yang paling tepat bagi Alex memang hanya melakukan apa yang disenanginya ketika dia berada di kantor saja dan bukan di tempat lain karena menurutnya tempat itu jauh lebih aman daripada tempat lain.
Amira tidak merespon sama sekali atas apa yang dikatakan oleh Alex kepadanya barusan dan dia berpura-pura marah kepada lelaki yang satu itu. Bagaimanapun juga dia harus bisa berpura-pura di hadapan Alex karena apabila dia tidak melakukan hal tersebut maka Alex pasti akan curiga kepadanya dan lelaki itu tidak akan merasa bersalah atas apa yang terjadi di sekolah. Bukan hanya karena dia ingin membuat Alex terlihat merasa bersalah saja membuat, tetapi Amira juga ingin memuluskan apa yang sudah direncanakannya selama ini.
"Kamu marah kepadaku, Baby?" tanya Alex sambil berjalan ke arah Amira dan kemudian memeluk gadis itu dengan begitu eratnya.
Amira tentu saja tidak menerima begitu saja pelukan yang diberikan oleh Alex kepadanya, dia berusaha untuk memberontak dan melepaskan diri dari Alex karena menurutnya hal tersebut akan membuat Alex merasa semakin bersalah dan membuat lelaki itu semakin bertekuk lutut di hadapannya.
"Aku marah sama Daddy, kenapa mempertahankan memiliki berat kepadaku?" tanya Amira sambil memberenggut.
Atas perkelahian terjadi di sekolah, Amira dan juga Sisil harus di skos selama seminggu dan menurut Amira hal tersebut adalah sesuatu yang sangat merugikan baginya. Bukan masalah karena dia akan ketinggalan beberapa mata pelajaran, tetapi dia harus kesulitan untuk menjelaskan mengenai apa yang terjadi ketika dia tidak pergi bersekolah nanti.
"Kamu jangan terlalu mempermasalahkan hal tersebut, Baby, justru kamu harus senang karena selama seminggu ini kamu tidak perlu ke sekolah dan kamu hanya perlu datang ke kantor sehingga kamu akan belajar jauh lebih banyak mengenai bagaimana caramu untuk bekerja di kantor!" kata Alex yang seolah-olah ingin memberikan jalan keluar atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh Amira saat ini.
"Lalu bagaimana dengan Ibu? Aku harus mengatakan apa kepadanya kalau dia bertanya kenapa aku tidak pergi mengenakan pakaian sekolahku?"
"Kamu pergilah mengenakan pakaian sekolah seperti biasanya dan nanti aku akan menjemputmu setelah itu kamu bisa berganti pakaian di jalan atau kamu juga bisa berganti pakaian ketika sudah sampai di kantor nanti!"
__ADS_1
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apa pun yang akan terjadi di kantor karena aku sudah memikirkannya dengan matang dan kamu hanya perlu datang ke kantor seolah-olah tidak ada masalah yang sedang kamu hadapi saat ini!"
Alex yang merasa kalau gadisnya mulai mereda amarahnya semakin mendekatkan diri pada Amira dan kemudian melummat bibir gadis tersebut dengan sangat perlahan, tetapi cukup menuntut. Tangan Alex tidak tinggal diam, dia mulai memegang ke sana kemari hingga akhirnya mendarat pada dua buah benda kenyal yang selalu terasa pas ketika dia menggenggamnya. Alex pun mulai meremas benda tesebut dengan sangat perlahan.
"Dad ...," dessahan Amira menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan bagi Alex dan dia tidak akan pernah bosan untuk menjaga suara merdu tersebut.
Sesaat Alex melepaskan lummatan bibirnya dan melihat ke arah Amira untuk menikmati raut wajah gadis tersebut. Bagi Alex, raut wajah Amira ketika sedang teranggsang seperti saat ini ada sesuatu yang sangat disukai karena menurutnya wajah Amira terlihat jauh lebih sekssi dari biasanya dan menjadi semakin menggoda.
"Dadh, please," kata Amira lagi dengan begitu perlahan karena dia benar-benar merasakan godaan yang begitu hebat dari lengan yang masih saja bertengger pada dua buah benda kenyal yang ada pada tubuhnya itu.
"Kamu ingin apa Baby?"
"Katakan, Bab, kamu mau apa?"
"Tolong ... lepaskan!"
"Aku masih menikmati suaramu yang begitu merdu dan aku juga masih menikmati wajahmu yang begitu mendamba karena menurutku hal itu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan aku tidak ingin jika hal tersebut berlalu begitu saja dari hadapanku!"
Amira benar-benar kepayahan dengan apa yang dilakukan oleh Alex kepadanya dan dia benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya lagi bahkan Amira hampir kehilangan kewarasannya.
__ADS_1
"Dad, ini di kantor dan aku khawatir ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan ini secara tiba-tiba!"
"Kamu tenang saja, Baby, karena tidak akan ada yang bisa masuk ke dalam ruangan ini tanpa seijinku dan aku sedang tidak ingin membiarkan siapa pun masuk ke dalam ruangan ini!"
Amira sedikit merinding dengan apa yang dikatakan oleh Alex kepadanya barusan. Secara sadar dia menyadari jika apa yang akan terjadi setelah ini pastilah sesuatu yang sangat mengerikan dan dia harus bisa melepaskan diri dari alat saat ini juga kecuali dia menginginkan sesuatu terjadi kepada dirinya.
Amira tahu kalau resiko yang harus ditanggungnya ketika dia memutuskan untuk menjadi sugar baby dari lelaki yang sedang memeluknya saat ini adalah kehilangan sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya. Namun dia sendiri sudah bertekad kepada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan kehilangan sesuatu yang sangat penting tersebut dan dia akan tetap menjalankan balas dendamnya itu karena bagaimanapun juga dia ingin agar Gabriella merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya dahulu.
"Dad, aku benar-benar takut apabila seseorang mengetahui apa yang sedang kita lakukan saat ini!" kata Amira yang masih saja berusaha bernegosiasi dengan Alex.
Alex terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Amira barusan kepadanya. Bagaimanapun juga dia sadar jika gadis itu saat ini benar-benar ketakutan dan dia tidak ingin memaksakan kehendaknya kepada gadis tersebut serta bagaimanapun juga dia sadar kalau apa yang dilakukannya pasti akan sedikit menyakiti gadis yang sangat di pujaannya itu.
"Untuk hari ini cukup sampai di sini dulu dan besok-besok aku akan memberikan sesuatu yang jauh lebih nikmat kepadamu dan kamu tidak akan pernah melupakan apa yang kita lakukan nanti!" kata Alex yang pada akhirnya memutuskan untuk memutuskan Amira dan tidak melanjutkan sesuatu yang diinginkannya itu.
***
"Aku bisa gila kalau terus-menerus diraangsang seperti itu oleh Pak Alex!" kata Amira yang saat ini sedang tersambung melalui jaringan telepon dengan sahabatnya, Sonia.
"Aku sudah memperingatkan mu beberapa kali dan bahkan aku juga sudah bertanya kepadamu berulang kali apakah kamu benar-benar yakin akan melakukan hal tersebut ataukah tidak! Bukan tanpa alasan Aku terus-menerus bertanya mengenai hal tersebut kepadamu, tetapi karena aku benar-benar mengetahui bagaimana sifat seorang lelaki dan aku tahu kalau laki-laki itu tidak akan pernah cukup hanya dengan sekedar menjalin hubungan biasa saja!"
__ADS_1
"Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak mungkin berhenti dari apa yang sudah aku mulai karena bagaimanapun juga ada rasa sakit yang harus aku balaskan!"