Balas Dendam Sang Pelakor

Balas Dendam Sang Pelakor
Bab 40


__ADS_3

Bab 40


Hari ini untuk pertama kalinya Amira pergi ke kantor tanpa sembunyi-sembunyi dari ibunya. Setidaknya kali ini dia jauh lebih tenang dan juga lebih nyaman ketika melakukan apa yang akan dilakukannya setelah mengatakan segala sesuatunya dengan jujur kepada ibunya meski dia tidak mengatakan perihal balas dendam yang akan dilakukannya. Amira jelas sangat sadar apabila dia mengatakan mengenai hal tersebut maka ibunya pasti akan menentang keputusannya itu.


"Kamu tidak perlu terlalu berusaha untuk memposir dirimu sendiri agar bisa mendapatkan gaji yang cukup dari hasil magangmu di kantor itu, karena Ibu tidak pernah menuntutmu untuk mendapatkan penghasilan ketika kamu masih bersekolah dan terlebih Ibu merasa kalau Ibu masih bisa untuk membiayaimu tanpa kamu harus duduk susah payah seperti saat ini!" kata Bu Diah saat dia mengantar putri semata wayangnya pergi ke tempatnya bekerja.


"Aku bukan mencari uang, Bu, tetapi setidaknya aku bisa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga sehingga nanti setelah selesai kuliah aku akan jauh lebih siap untuk masuk ke dunia kerja dan aku juga tidak terlalu sulit untuk mencari pekerjaan mengingat setidaknya saat ini aku sudah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dan tidak pernah didapatkan oleh orang lain seusiaku!"


"Ya, kamu beruntung untuk yang satu itu dan kamu harus benar-benar bersyukur mengenai hal tersebut! Namun jika kamu merasa lelah dengan apa yang kamu lakukan saat ini, maka kamu bisa keluar sesuka hatimu dan kamu hanya perlu fokus pada pelajaranmu saja tanpa fokus pada hal-hal yang lainnya!"


"Aku akan selalu mengingat apa yang Ibu katakan, tetapi aku juga akan berusaha untuk menunjukkan kepada ibu dan juga dunia bahwa aku bisa bekerja dan bisa mendapatkan pengalaman yang sangat berarti selama bekerja di sini!"


Setelah mengatakan hal tersebut, Amira pun turun dari mobil yang dikendarai oleh ibunya dan mulai berjalan ke arah lebih perusahaan. Selama dia melangkahkan kakinya di dalam lobi perusahaan ada begitu banyak pasang mata yang melihat ke arahnya. Kali ini mereka melihat ke arah Amira bukan karena gadis itu berpenampilan terlalu terbuka seperti biasanya, tetapi karena menurut mereka penampilan Amira saat ini sangat berbeda dari biasanya dan jauh lebih menggoda dari biasanya.


Kali ini Amira mengenakan rok 5 centi dari atas lutut dan dipadukan dengan blazer berwarna senada sehingga membuat penampilannya jauh lebih berkelas daripada biasanya.


"Aku tidak mengira jika seorang jallang sepertimu bisa juga berpenampilan begitu anggun dan juga menarik seperti ini, tetapi bisa jadi kamu sengaja melakukan hal tersebut Untuk menarik para lelaki yang ada di kantor ini!" kata seseorang yang baru saja menghadang langkah kaki Amira dan siapa lagi yang berani melakukan hal tersebut kalau bukan Jihan.


"Menggoda karyawan yang ada di sini? Sayangnya aku tidak tertarik dengan karyawan yang ada di sini karena aku jauh lebih tertarik pada lelaki yang memiliki usia tidak terlalu jauh dariku daripada seseorang yang memiliki usia terlalu tua karena hal tersebut tidak akan bisa membuatku bersenang-senang bersama mereka!"


"Masa? Aku tidak yakin dengan apa yang kamu katakan karena biasanya perempuan sepertimu bukan mengedepankan rasa ingin bersenang-senang, tetapi lebih mengedepankan gaya hidupmu dan rasa tidak ingin kalah dari kawan-kawanmu yang lainnya!"


"Oh ya? Aku baru mengetahui kalau pemikiranmu seperti itu padahal dari usiamu saat ini dapat dipastikan sudah menginjak kepala tiga dan seharusnya kamu tidak berkata seperti itu karena kamu pasti tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya berpacaran ketika masih SMA!"

__ADS_1


Amira menatap Jihan dengan tatapan merendahkan dengan tujuan agar Jihan semakin marah kepadanya atau minimalnya perempuan yang satu itu semakin berusaha untuk menjatuhkannya. Amira sangat yakin kalau perempuan yang ada di hadapannya adalah seseorang yang bisa dipergunakan sebagai alat untuk membalas dendam apa yang dirasakannya dahulu. Namun dia perlu bermain cantik Karena kalau dia tidak bisa bermain cantik maka perempuan itu akan mengetahui tujuannya dengan begitu mudah.


"Kamu mengatakan kalau aku sudah tua?" tanya Jihan yang tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Amira barusan.


"Aku tidak mengatakan kalau kamu sudah tua, tetapi aku hanya mengatakan kalau kamu tidak mengerti bagaimana cara berpacaran anak SMA zaman sekarang!"


"Mau zaman sekarang ataupun zaman dulu yang namanya pacaran anak SMA tetap saja sama dan kalian bukan hanya menginginkan bersenang-senang saja, tetapi juga menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar itu dan yang jelas penampilan lah yang akan kalian utamakan daripada rasa bersenang-senang itu!"


"Kalau begitu, secara tidak langsung kamu sudah mengatakan bagaimana caramu berpacaran dahulu dan menurutku hal itu adalah sesuatu yang sangat menyedihkan!"


Setelah mengatakan hal tersebut Amira segera berlalu dari hadapan Jihan dan berusaha untuk menahan diri agar tidak mengatakan sesuatu yang jauh lebih parah lagi dari apa yang baru saja dikatakannya. Bagaimanapun saat ini Amira harus benar-benar pintar untuk memainkan perannya dan dia juga harus bisa mencari orang-orang yang bisa dia gunakan sebagai alat dari balas dendamnya itu.


"Wow, so beautiful!" puji Angela, sekretaris Alex yang selama ini selalu berusaha untuk membantu Amira dengan baik dan dia juga tidak pernah menganggap kalau Amira adalah saingannya.


"Terima kasih, Mbak! Aku kira penampilanku kali ini sangat menyedihkan dan aku sedikit tidak pendek karena sebelumnya aku tidak pernah berpenampilan setertutup ini!"


"Amira, kamu harus ingat apa yang aku katakan kali ini dan kamu tidak boleh melupakan hal itu sama sekali sampai kapan pun juga!"


"Apa yang ingin Mbak katakan kepadaku?"


"Ketika kamu mengenakan pakaian apa pun dan seperti apa pun, kamu hanya perlu percaya diri dengan penampilanmu itu dan jangan pernah sekalipun kamu merasa minder dengan apa yang kamu kenakan itu! Kunci dari setiap penampilan kita adalah rasa percaya diri yang tinggi karena ketika kita bisa percaya diri dengan penampilan kita maka di saat yang bersamaan orang-orang akan mengagumi dan juga menyukai penampilan kita saat itu!'


"Mbak beneran kuncinya hanya seperti itu saja?"

__ADS_1


"Ya, kuncinya memang hanya itu saja, terlebih kamu di sini magang sebagai sekretaris dan yang namanya sekretaris harus selalu berpakaian yang menarik baik atasan, rekan kerja, maupun para klien karena kita akan selalu menemani atasan untuk meeting dengan orang-orang penting!"


"Kalau aku tidak percaya diri dengan penampilanku, apakah hal tersebut akan membuatku tidak bisa magang di tempat ini lagi?"


Angela tertawa dengan apa yang ditanyakan oleh Amira barusan kepadanya karena menurutnya itu adalah sebuah pertanyaan yang paling lucu yang pernah dia dengar selama ini. Bagaimana bisa Amira memiliki pemikiran seperti itu sedangkan selama ini saja dia berpakaian terbuka tidak pernah mendapatkan teguran dari Alex sama sekali.


"Apakah ada sesuatu yang lucu sampai Mbak Angela menertawakanku seperti itu?" tanya Amira yang sedikit tidak nyaman dengan tawa yang dilakukan oleh Angela setelah mendengar apa yang dikatakan olehnya.


"Tidak! Kamu tidak melakukan kesalahan apa pun juga, hanya saja apa yang kamu katakan itu adalah sesuatu yang sangat lucu sehingga membuatku tertawa seperti ini!"


"Apa lucunya? Rasanya apa yang aku katakan tadi tidak ada sesuatu yang sangat lucu dan aku bertanya karena terlalu khawatir apabila aku salah mengenakan pakaian maka aku tidak akan bisa megang lagi di sini dan aku tidak akan bisa bersama lagi dengan Mbak Angela karena selama ini Mbak terlalu baik kepadaku!"


"Kamu harus ingat bahwa, kamu magang di sini bukan karena penampilanmu dan kamu juga tidak dinilai dari penampilan, tetapi kamu megang di sini karena kamu memiliki kemampuan untuk bisa melakukan hal tersebut dan kamu juga makan di sini karena prestasi yang kamu miliki di sekolah sehingga kepala sekolah dan juga pemilik sekolahmu itu memberikan kesempatan kepadamu untuk bisa magang di sini!"


Amira mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Angela barusan. Dia memang magang di kantor tersebut bukan karena penampilan yang diutamakan, tetapi karena dia memiliki prestasi yang cukup baik di sekolah, sedangkan mengenai hubungannya dengan Alex menurutnya hal tersebut adalah sesuatu yang lain dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan keputusan pihak sekolah agar memberinya kesempatan untuk magang pada perusahaan itu.


Bukan hanya itu saja, bagi Amira bisa magang di perusahaan tersebut adalah sebuah berkah yang sangat besar karena dengan cara itulah dia bisa membalaskan semua rasa sakit yang dirasakannya itu. Andai saja dia tidak magang di perusahaan ini, maka Amira sangat yakin kalau dirinya tidak akan bisa membalaskan semua rasa sakit yang dia rasakan dan sampai kapan pun juga dia hanya akan bisa menjadi seseorang yang selalu diinjak-injak oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Sudah, kamu tidak perlu memikirkan mengenai penampilanmu lagi, lebih baik sekarang kamu mulai mempelajari semua file yang ada di atas mejamu itu dan kalau ada sesuatu yang tidak kamu mengerti sama sekali, maka kamu jangan pernah sungkan untuk bertanya kepadaku mengenai apa yang ada di dalam file tersebut!" titah Angela yang menurutnya tidak ada gunanya kalau mereka terus-menerus membahas mengenai penampilan dan juga mengenai alasan magang Amira di kantor tersebut.


Amira melihat pada tumpukan file yang ada di hadapannya dan dia hanya bisa menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya secara kasar. Sepertinya hari ini dia harus bekerja keras dan juga harus memiliki konsentrasi yang sangat tinggi karena sedikit saja meleng maka dia tidak akan bisa memahami semua file yang ada di hadapannya.


"Pak Alex akan ngetes pemahamanmu terhadap file-file itu selepas jam makan siang nanti sehingga aku sarankan agar kamu sudah memahami segala sesuatunya sehingga nanti kamu tidak akan kesulitan untuk menghadapi tes itu" kata Angela yang memberitahukan kepada Amira bahwa Alex akan menguji gadis tersebut mengenai sejauh mana pemahaman dari gadis itu terhadap beberapa pekerjaan yang sudah dilakukannya saat ini.

__ADS_1


"Mengetesku? Aku tidak salah dengar? Bagaimana mungkin dia bisa mengetesku sedang selama ini aku hanya bekerja pada waktu saja di sini dan aku baru bekerja full time selama beberapa hari ini saja, dan itu pun karena aku diskors dari sekolah selama seminggu ini!"


"Kamu tidak perlu kaget seperti itu karena Pak Alex memang biasa mengetes para karyawan baru yang ada di kantor ini agar dia benar-benar yakin kalau kinerja dari karyawan itu sesuai dengan apa yang diharapkannya. Selain itu, dari apa yang aku lihat selama ini, kamu cukup siapa dengan semua tes yang akan diberikan oleh Pak Alex nanti dan aku juga sangat yakin kalau kamu pasti akan bisa menyelesaikan tes itu dengan sangat baik!"


__ADS_2