
"Kamu kenapa, Dad? Wajahmu sepertinya sejak tadu di tekuk terus!" kata Amira yang saat ini sedang berada di ruangan Alex dan memeluk lelaki yang satu itu dari belakang.
Amira memang memutuskan kalau dirinya akan menjadi sugar baby dari lelaki yang satu itu dan menerima semua resiko yang harus ditanggung. Dia tidak peduli apabila dirinya harus kehilangan sesuatu yang sangat berarti bagi hidupnya karena yang terpenting baginya saat ini adalah membalaskan semua dendam yang dirasakannya. Bagi Amira, semua rasa sakit yang dirasakan oleh dirinya dan juga ibunya harus dirasakan pula oleh anak dari perempuan yang sudah memberikan rasa sakit itu.
"Gabriella sepertinya mulai curiga dengan hubungan kita dan aku sendiri tidak paham bagaimana dia bisa mencurigainya padahal sebelumnya dia tidak pernah mencurigai hubunganku dengan siapa pun juga!" kata Alex yang tidak berusaha untuk menyembunyikan mengenai kenyataan tersebut dari Amira karena menurutnya Amira berhak mengetahui mengenai hal itu.
Amira tersenyum simpul ketika dia mendengar apa yang dikatakan oleh Alex barusan. Setidaknya saja rencananya diselesaikan dengan baik, perempuan yang menjadi targetnya sudah mulai mencurigai hubungannya dengan Alex dan sepertinya hal tersebut akan membuat perempuan itu semakin terluka jika mengetahui sebuah kebenaran yang akan diketahuinya nanti.
"Oh ya? Lalu bagaimana, Dad, kalau dia mengetahui mengenai hubungan kita?" tanya Amira yang pura-pura kaget dan juga khawatir dengan hal tersebut padahal di lubuk hatinya yang terdalam dia benar-benar senang dengan kenyataan tersebut.
"Kamu tenang saja, Baby, karena aku tidak akan membiarkan Gabriella mengetahui hubungan kita!"
"Tapi, kalau suatu hari nanti dia mengetahui hubungan kita, lalu apa yang akan Dady lakukan? Apakah Dady akan mencampakkan ku begitu saja?"
"Kamu jangan terlalu memikirkan hal tersebut karena Dady tidak pernah terpikirkan sedikitpun untuk mencampakkan mu, bagaimanapun juga kamu adalah orang yang sangat penting dan berharga untuk Dady!"
"Lebih berharga mana antara aku dengannya, Dad?"
"Tentu saja lebih berharga dirimu, Baby!"
__ADS_1
Amira saat ini benar-benat bersikap seperti seorang jallang kelas atas dan bahkan dia merasa jijik dengan sikapnya saat ini. Seorang yang selama ini dianggap sebagai seseorang yang tidak pernah terjamah oleh siapa pun terpaksa harus melakukan hal seperti ini hanya karena sebuah dendam yang ingin dilakukan. Namun Amira tidak akan pernah menyesal dengan apa yang dilakukannya saat ini terlebih apabila semua rencananya berhasil dengan begitu sempurna.
Alex yang merasa jika gadis yang ada di belakangnya terus-menerus menggodanya, langsung beranjak dari tempat duduknya dan mulai melummat bibirr yang sangat ranum dan selalu menggodanya itu. Bukan hanya itu saja yang dilakukan oleh Alex, bahkan dia juga meremmas dua buah benda kenyal yang selalu menggoda untuk dia jamah, bahkan kalau bisa dia akan memegang benda tersebut secara langsung tanpa ada penghalang sama sekali. Sayangnya, Alex belum bisa melakukan hal tersebut karena dia sadar diri kalau saat ini mereka sedang berada di kantor.
"Dad," dessah Amira dengan begitu lembutnya saat dia merasakan godaan Alex pada tubuhnya semakin menjadi.
Alex yang mendengar apa yang dikatakan oleh Amira semakin melancarkan serangannya kepada gadis yang ada dalam pelukannya itu. Bahkan saat ini sebelah tangannya mulai menyusup ke balik rok mini yang dikenakan oleh Amira hingga mendarat tepat pada inti gadis itu. Alex benar-benar menyukai hal tersebut dan bahkan dia ingin berlama-lama pada lembah basah yang seolah-olah mengundangnya untuk melakukan sesuatu yang lebih dari itu.
Amira yang merasakan apa yang dilakukan oleh Alex hanya bisa mendessah karena hal tersebut benar-benar nikmat dan bahkan dia enggan untuk meminta Alex agar menghentikan apa yang dilakukannya. Amira benar-benar sudah terbuai dengan apa yang sedang Alex lakukan saat ini dan dia sangat enggan untuk meminta lelaki itu berhenti.
"Terus sebuh namaku, Bab, dan rasakan setiap elussan yang aku berikan kepadamu!" titas Alex tepat di samping telinga Amira sehingga membuta gadis itu semakin merinding merasakannya.
"Dad, Please!"
"Ini di kantor, Dad, aku takut!"
"Tenanglah karena sekretaris ku sudah paham dengan apa yang biasa aku lakukan dan dia tidak akan mengganggu kita saat ini!'
"Tapi dad ...."
__ADS_1
"Kamu hanya perlu merasakan semua nya saja dan tidak perlu mengkhawatirkan apa pun!"
Ini memang bukan untuk yang pertama kalinya Alex bermain api, dan bahkan ada beberapa karyawan yang sudah menjadi korbannya. Mungkin dirinya adalah seseorang yang sangat brengsek, tetapi Alex tidak bisa memungkiri kalau dirinya tidak pernah cukup dengan satu wanita dan dia selalu menginginkan adanya wanita lain di dalam hidupnya selain Gabriella.
Satu kenyataan yang dikatakan oleh Alex justru membuat Amira semakin tersenyum senang. Setidaknya kali ini dia mendapatkan satu celah yang bisa digunakan untuk membuat kehidupan Gabriella semakin hancur ketika mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh suaminya selama berada di kantor. Dirinya tidak perlu kehilangan sesuatu yang sangat berharga di dalam kehidupannya karena dia hanya perlu mencari bukti atas apa yang sudah Alex lakukan kepada beberapa karyawan tersebut dan setelah itu dia tinggal memberikan bukti tersebut kepada Gabriella.
"Aku sungguh tidak sabar untuk merasakan lembah mu yang basah secara langsung!" kata Alex yang kembali melanjutkan apa yang sedang dilakukannya saat ini dan hal tersebut membuat Amira kembali mendessah dengan begitu nikmatnya.
"Dad, please, i wanna cum!"
Alex yang mendengar apa yang dikatakan oleh Amira langsung mempercepat elussan pada inti Amira hingga akhirnya gadis itu mendessah dengan begitu nikmaatnya saat merasakan sesuatu yang hanya mengalir dengan begitu derasnya membasahi intinya.
"Hhhmmm ... ini sangat manis!" kata Alex yang menjilat jarinya yang basah dengan ****** ***** milik Amira. "Aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan dan akan akun pastikan kalau kamu akan menyukai apa yang aku lakukan nantinya!"
Amira sedikit khawatir dengan apa yang dikatakan oleh Alex, tetapi dia berusaha untuk menyembunyikan hal tersebut agar Alex tidak curiga dengan apa yang sedang direncanakannya saat ini.
"Dad, basah, aku tidak nyaman!" kata Amira dengan begitu manjanya untuk menyembunyikan ketakutan yang sedang dia rasakan saat ini.
"Kita akan keluar untuk makan siang dan saat itu kamu bisa membeli sesuatu untuk membuatmu lebih nyaman dalam beraktivitas selama sisa hari ini!" kata Alex yang paham dengan apa yang dikatakan oleh Amira dan dia sendiri memang tidak ingn membuat Amira tidak nyaman dalam menjalani sisa hari ini.
__ADS_1
"Hanya makan siang, dad?" goda Amira meski dalam hati dia benar-benar ketakutan jika Alex meminta sesuatu yang berlebih dari sekedar makan siang.
"Untuk kali ini kita hanya makan siang dan belanja saja, tetapi suatu saat nanti kita akan lebih dari sekedar makan siang!"