Balas Dendam Sang Pelakor

Balas Dendam Sang Pelakor
Bab 18


__ADS_3

Bab 18


"Senyum itu, kenapa senyumannya itu mirip dengan senyuman Diah?" tanya Pak Ferry di dalam hati ketika dia melihat senyuman Amira yang ditunjukkannya kepada dirinya.


Bagaimanapun juga seorang Ferry Bramastyo, tidak pernah melupakan senyuman yang sangat berarti di dalam kehidupannya dan senyuman itu telah hilang dari hidupnya hanya karena sebuah kesalahan yang sudah dilakukannya dahulu. Dia merasakan penyesalan yang begitu mendalam setelah kehilangan seseorang yang sangat penting dalam hidupnya itu. Namun ketika dia menyadari semuanya, maka dia sudah kehilangan senyuman yang sangat berarti di dalam kehidupannya itu.


"Saya permisi dulu, Pak, karena sudah waktunya saya untuk pulang dan saya harus istirahat mengingat besok saya masih harus sekolah dan juga bekerja!" kata Amira masih dengan senyuman yang sama sehingga membuat Pak Ferry semakin tenggelam di dalam masa lalunya yang dia sesali sampai detik ini.


"Ah ya," kata Pak Ferry saat mendengar apa yang dikatakan oleh Amira dan dia berusaha untuk bersikap biasa saja serta tidak terus-menerus terpuruk di dalam penyesalannya.


Pak Ferry menatap kepergian Amira dengan tatapan yang tidak mudah untuk diartikan. Ada satu bagian di dalam hatinya mulai penasaran dengan gadis yang satu itu dan dia merasa jika gadis itu erat hubungannya dengan masa lalunya tersebut. Namun dia sendiri tidak yakin dengan hal tersebut mengingat ketika dirinya berpisah dengan Diah, wanita itu tidak memiliki anak sama sekali dan bahkan salah satu alasan yang membuat dia memilih untuk mencari perempuan lain hanya karena dia menginginkan seorang keturunan yang dapat meneruskan silsilah keluarganya. Namun sayangnya dia tidak pernah mendapatkan apa yang diinginkannya karena ternyata perempuan yang sudah membuatnya berkhianat tidak bisa memberikan seorang anak kepada dirinya.

__ADS_1


"Papa? Sedang apa Papa di sini?" tanya Gabriella ketika melihat sang ayah berdiri di lobby perusahaan sambil melihat ke arah pintu keluar dari perusahaan tersebut yang tidak menunjukkan keberadaan seorangpun di sana. "Para karyawan sudah pulang, tetapi kenapa Papa baru datang ke sini? Apakah ada sesuatu hal yang sangat penting sehingga membuat Papa datang ke sini?"


Pak Ferry yang merasa jika dirinya ditanya oleh putri tirinya langsung mengalihkan pandangannya tersebut dan dia berusaha untuk tidak menunjukkan kekagetan dan juga penyesalan di dalam matanya. Dia hanya berharap jika putri tirinya tersebut tidak merasakan perbedaan antara sikapnya saat ini dengan biasanya.


"Ah ya, Papa ada beberapa hal yang harus dibicarakan dengan Alex sehingga membuat Papa datang ke sini karena sepertinya Papa tidak akan sempat untuk datang ke rumah kalian dan membicarakan segala sesuatunya di rumah kalian!" kata Pak Ferry yang berusaha untuk kembali bersikap seperti biasanya dan juga memberitahukan mengenai alasan yang sesungguhnya kenapa dia bisa sampai ke kantor menantunya itu.


"Padahal akan jauh lebih baik kalau Papa mampir ke rumah kami dan mungkin kita bisa makan malam bersama apabila Papa mampir ke rumah!" kata Gabriella yang merasa jika mereka sudah sangat lama tidak makan malam bersama karena alasan kesibukannya juga beberapa hal yang lainnya.


"Mungkin lain kali kita bisa meng-agendakan hal tersebut dan kita benar-benar bisa makan malam bersama mamamu dan juga adik-adikmu!" kata Pak Ferry yang kemudian terlibat itu pembicaraan ringan dengan putri tirinya tersebut.


"Alex masih ada di ruangannya dan sepertinya dia memang masih menunggu Papa sehingga menolak untuk aku ajak pulang bersama!" kata Gabriella yang sadar jika keperluan ayahnya datang ke kantor tersebut adalah untuk bertemu dengan suaminya dan membicarakan beberapa hal penting sehingga dia tidak mungkin untuk menahan ayahnya terlalu lama hanya sekedar mengobrol dengan dirinya.

__ADS_1


"Baiklah, Papa akan menemui terlebih dahulu dan kamu agendakan saja bersama mamamu Kapan kita akan makan malam bersama!" kata Pak Ferry yang kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Gabriella.


Sementara itu, di ruangannya Alex justru sedang memikirkan apa yang sudah terjadi antara dirinya dengan Amira. Dia sadar kalau apa yang terjadi antara dirinya dengan gadis yang satu itu adalah sebuah kesalahan yang sangat besar dan tidak seharusnya dia melakukan hal tersebut, tetapi dia tidak bisa memungkiri dengan apa yang dirasakannya saat ini terhadap gadis tersebut dan dia juga tidak bisa memungkiri kalau dia benar-benar menginginkan gadis itu.


Ada sesuatu hal yang menurutnya spesial dari seorang Amira sehingga membuat dia benar-benar menginginkan gadis itu. Bukan berbicara mengenai kecantikan dan juga kepintaran dari gadis tersebut, tetapi ada hal lain yang jauh lebih berarti yang membuat Alex benar-benar tertarik kepada Amira dan dia tidak ingin kehilangan gadis tersebut meski hanya untuk sejenak saja.


"Amira! Aku pasti akan mendapatkanmu dan aku tidak akan pernah melepaskanmu apa pun yang akan terjadi nantinya karena bagiku kamu adalah seseorang yang spesial dan kamu bisa membangkitkan sesuatu yang tidak pernah bisa bangkit selama ini!" kata Alex dengan sebuah senyuman liciknya sambil menatap ke arah pintu ruangan kerjanya sambil menanti sang mertua yang sebelumnya sudah mengatakan jika dia akan mampir ke kantornya saat ini.


"Cari tahu informasi mengenai Amira, siswa dari sekolah yang kamu kerjakan secara magang di sini dan Papa menginginkan informasi mengenai gadis tersebut secepatnya!" kata Pak Ferry saat dia baru saja masuk ke dalam ruangan menantunya tersebut dan hal tersebut jelas membuat Alex sangat kaget karena mertuanya itu secara tiba-tiba memintanya untuk mencari tahu identitas mengenai seseorang.


"Kenapa? Apakah Papa membutuhkan sebuah informasi mengenai dia dan untuk apa Papa bertanya mengenai informasinya? Apakah dia sudah melakukan sebuah kesalahan ataukah hal lainnya?" tanya Alex secara bertubi-tubi yang penasaran dengan alasan yang dimiliki oleh mertuanya karena lelaki tersebut tiba-tiba saja meminta informasi mengenai seorang siswa dari sekolah yang dimilikinya saat ini.

__ADS_1


Pak Ferry terdiam sejenak mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Alex karena bagaimanapun dia harus memikirkan jawaban yang tepat atas apa yang ditanyakan oleh menantunya itu. Dia sadar jika Alex mengetahui alasan sesungguhnya pun tidak akan menjadi masalah yang besar mengingat baik istrinya maupun anak-anak tirinya sudah mengetahui sejak awal jika dirinya adalah seorang lelaki lalu ini kita seorang istri, tetapi karena keegoisannya dia memilih selingkuhannya daripada istrinya sendiri. Namun jelas di saat ini dirinya tidak bisa memberitahukan alasan yang sesungguhnya kepada Alex karena terlalu khawatir jika hal tersebut hanya akan membuat masalah di dalam keluarganya.


"Papa hanya ingin memastikan kalau dia adalah siswa yang tepat untuk mendapatkan prioritas dari kita mulai saat ini sampai dia bekerja nantinya!" kata Pak Ferry yang pada akhirnya memberikan alasan yang sedikit masuk akal dan berhubungan dengan pekerjaan dan juga sekolah.


__ADS_2