
"Dia siapa?" tanya Gabriella ketika Alex baru saja sampai di rumah.
"Maksudmu apa? Sungguh aku tidak mengerti dengan pertanyaan yang kamu perang-perangan kepadaku barusan!"
"Aku bertanya kepadamu, dia siapa?"
"Dia? Yang kamu maksud itu siapa? Kamu kalau bertanya sedikit lebih jelas sehingga aku mudah untuk menjawabnya!"
"Gadis yang katamu adalah sekertaris magang kantormu itu! Gadis yang beberapa hari yang lalu aku temui di kantormu dengan bibir yang sedikit membengkak!"
"Aku sudah mengatakannya kepadamu kalau dia adalah Amira, siswi magang yang berasal dari sekolah yang Papa miliki dan rencana tersebut memang sudah aku dan Papa sudah rencanakan sejak lama bahkan sebelum aku menjadi kepala sekolah dari sekolah itu!"
"Lalu kenapa bibirnya bengkak seperti itu? Apa yang sudah kamu lakukan sehingga bibirnya seperti itu?"
Alex sedikit kaget dengan apa yang dikatakan oleh Gabriella. Dia benar-benar tidak pernah menyangka jika istrinya akan bertanya mengenai hal tersebut terlebih kejadian itu sudah beberapa hari yang lalu terjadi. Dalam pikirannya apabila Gabriella mencurigai mencurigai jika dirinya dan juga Amira memiliki hubungan maka dia akan bertanya dari beberapa hari yang lalu bukan saat ini.
"Sepertinya saat itu Amira sudah kecewa pada mengenai hal tersebut dan aku pikir saat itu kamu mempercayai apa yang dikatakan olehnya!" kata Alex yang berusaha untuk menjawab apa yang ditanyakan oleh istrinya tersebut dengan tenang agar tidak membuat istrinya itu curiga atas hubungannya dengan Amira.
__ADS_1
"Kamu pikir aku percaya dengan apa yang dia katakan? Kalau memang dia melakukan hal tersebut sebelum dia masuk ke kantor maka seharusnya bengkaknya itu sudah menghilang dan tidak mungkin masih ada sampai sore seperti itu!"
"Kamu harus tahu kalau siswi magang datang ke kantor setelah pulang sekolah dan aku tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh dia sebelum datang ke kantor dan setelah dia pulang sekolah karena yang terpenting bagiku adalah dia datang ke kantor tepat waktu dan dia bekerja dengan baik!"
Gabriella terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Alex kepadanya barusan. Di satu sisi dia ingin percaya dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu, tetapi di sisi lain dia tidak terlalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang suami karena bagaimanapun juga dia tahu apabila kantor adalah tempat yang biasa digunakan oleh orang-orang untuk memiliki perempuan lain yang dianggap jauh lebih baik daripada istri sahnya.
"Seharusnya kamu membuat peraturan bahwa sekertarismu dan juga karyawan yang lain tidak boleh masuk ke kantor dalam keadaan seperti itu!" kata Gabriella yang merasa jika dirinya harus memperingatkan hal tersebut dan dia tidak boleh membiarkan hal seperti itu terulang kembali apalagi kalau hal itu bisa membuatnya curiga.
"Aku memiliki hak apa untuk mengatur mengenai hal tersebut? Kamu harus ingat kalau apa yang mereka lakukan di luar kantor adalah urusan mereka sendiri dan aku tidak berhak untuk mengatur kehidupan mereka karena yang terpenting bagi kita adalah bagaimana mereka bekerja sama di kantor dan kita hanya berkewajiban untuk memberikan hak mereka sebagai karyawan kita!"
"Ya kita bisa memperlakukan peraturan itu dan mereka mau tidak mau harus mengikuti peraturan tersebut! Lagi pula peraturan itu dibuat agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti saat ini!"
"Kamu tidak sadar jika hal tersebut bisa saja membuat kinerja mereka menurun dan hal tersebut pada akhirnya hanya akan membuat perusahaan kita merugi saja!"
Alex tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Gabriella, dia sungguh tidak mengerti dengan apa yang ada di dalam pikiran istrinya itu sehingga bisa curiga terhadap dirinya dan juga Amira. Dia akui kalau dirinya memang menjalin hubungan dengan Amira, tetapi Alex tidak pernah mengira jika Gabriella akan mencurigai mengenai hal tersebut karena selama ini dia selalu mampu untuk bermain cantik sehingga istrinya tersebut tidak mengetahui mengenai apa yang dilakukannya di belakang bersama para karyawannya.
Sesungguhnya Alex ingin terus mendapat apa yang dikatakan oleh istrinya tersebut, tetapi dia sadar kalau hal tersebut hanya akan berakhir pada sebuah kesia-siaan karena yang ada bukan penyelesaian yang mereka dapatkan melainkan perdebatan yang semakin panjang hingga akhirnya akan menjadi sesuatu yang sangat tidak menyenangkan.
__ADS_1
"Kamu mendengarkan apa yang aku katakan atau tidak?" tanya Gabriella saat dia merasa jika apa yang dikatakannya tidak mendapatkan tanggapan sama sekali dari Alex.
"Untuk apa terus membahas mengenai hal tersebut? Bukankah kalau kita terus-menerus membahas mengenai hal itu hanya akan membuat kita bertengkar hebat dan pada akhirnya akan berpengaruh pada anak-anak yang saat ini sedang berada di kamarnya?"
"Mereka tidak akan mengetahui apa yang kita bicarakan apabila kamu selalu menjawab apa yang aku tanyakan dan kamu juga setuju dengan apa yang aku minta kepadamu!"
Alex menarik nafas dalam dan kemudian menghembuskannya secara perlahan. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang ada di dalam pikiran Gabriella, bagaimana mungkin perempuan yang satu itu bisa begitu curiganya terhadap hubungannya dengan Amira sedangkan selama ini dia tidak pernah curiga dengan apa pun yang dilakukannya dengan karyawannya yang lain. Padahal selama ini Alex merasa jika hubungannya dengan karyawan yang lain jauh lebih berani daripada apa yang dia lakukan saat ini dengan Amira.
"Aku sudah mengatakan ya kalau aku tidak bisa membuat aturan yang tidak masuk akal seperti itu dan aku juga tidak bisa terlalu ikut campur dalam kehidupan pribadi para karyawan karena bagaimanapun juga mereka memiliki privasi yang harus kita hormati!" kata Alex yang kembali menjelaskan mengenai keberatannya akan peraturan yang diminta oleh Gabriella.
"Ya, kamu pikir saja kalau mereka datang ke kantor dalam keadaan seperti itu, lalu mereka bertemu dengan klien, apa yang akan dikatakan oleh mereka? Bukankah pada akhirnya hal tersebut hanya akan membuat kita merugi karena kehilangan klien yang sangat penting bagi kita?"
Alex kembali tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Gabriella karena menurutnya hal tersebut adalah sesuatu yang sangat tidak masuk akal sama sekali. Apa yang dikatakan oleh istrinya itu adalah sesuatu yang sangat mengada-ngada dan selama ini tidak pernah ada satu orang pun klien yang mempermasalahkan penampilan dari karyawan mereka.
"Kamu terlalu banyak di rumah dengan kamu juga terlalu banyak menonton drama di televisi sehingga membuat pemikiranmu menjadi seperti ini! Akan jauh lebih baik Kalau sekali-kali kamu menghadapi para klien sehingga kamu bisa memahami bagaimana cara berpikir mereka dan kamu tidak terlalu overthinking terhadap para karyawan kita!"
"Aku overthinking? Aku tidak overthinking, aku hanya mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiranku dan aku berpikir apabila aku menjadi salah satu klienmu dan bertemu dengan karyawanmu yang berpenampilan seperti itu!"
__ADS_1
"Sudahlah, aku benar-benar lelah dan aku ingin beristirahat!"