
Bab 9
"Kamu tahu apa mengenaiku, Ra?" tanya Sonia yang sedikit khawatir serta ketakutan dengan apa yang diketahui oleh Amira mengenai dirinya saat ini.
Bagaimanapun juga selama ini Sonia memang menyembunyikan sesuatu yang sangat besar dari sahabatnya tersebut dan dia memiliki alasan tersendiri kenapa dia harus menyembunyikan hal itu dari sahabatnya itu. Bukan karena dia tidak menganggap lagi Amira sebagai sahabatnya, tetapi dia tidak ingin membawa Amira ke dalam masalahnya yang sedang dihadapinya saat ini karena bagaimanapun juga masalah yang sedang dihadapinya adalah sebuah permasalahan yang sangat pelik dan dia yakin jika sahabatnya itu tidak akan bisa membantunya sama sekali. Mungkin Amira akan bisa membantu Sonia, tetapi bantuannya itu hanyalah sebatas menenangkan Sonia saja bukan membantu hal yang lainnya sedangkan Sonia membutuhkan jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapinya.
"Kamu yakin kalau aku harus mengatakan apa yang aku ketahui mengenai dirimu saat ini?" tanya Amira yang berusaha untuk sedikit mengulur waktu dan juga bertanya kepada sahabatnya tersebut apakah sahabatnya itu benar-benar siap jika dia mengatakan apa yang diketahuinya selama ini.
Amira memang sengaja menanyakan hal tersebut kepada suaminya karena apa yang akan dikatakannya adalah sesuatu yang benar-benar rahasia dan apabila kawan-kawannya yang ada di dekat mereka mengambil mengetahui mengenai hal tersebut maka nama baik suaminya sebagai seorang siswi berprestasi akan hancur dalam hitungan detik dan jelas Amira tidak menginginkan hal tersebut. Dia hanya menginginkan sahabatnya tersebut untuk terbuka dengan semua permasalahan yang sedang dihadapinya saat ini bukan menghancurkan nama baik dari sahabatnya tersebut. Bagaimanapun juga bagi Amira, Sonia adalah seseorang yang sangat berharga dan dia tidak akan pernah membiarkan nama baik dari sahabatnya tersebut hancur begitu saja hanya karena sebuah kesalahan yang terpaksa dia lakukan karena keadaan yang mengintipnya saat ini.
__ADS_1
Sonia melihat ke sekitarnya dan mulai memikirkan mengenai apa yang dikatakan oleh Amira kepada dirinya barusan. Mungkin tidak akan menjadi masalah yang sangat besar apabila Amira hanya mengetahui mengenai permasalahan yang sering dihadapinya selama ini, tetapi akan menjadi sebuah masalah yang sangat besar apabila Amira ternyata mengetahui sesuatu yang selama ini berusaha dia sembunyikan dari sahabatnya itu. Hal yang akan membuat semua orang yang ada di sekitarnya mencemoohnya dengan begitu hebatnya karena selama ini orang-orang hanya mengenal dirinya sebagai seorang siswi berprestasi dan dapat membanggakan keluarga serta sekolah pada tingkat nasional.
"Kamu yakin kalau aku harus mengatakan mengenai apa yang aku ketahui mengenai dirimu saat ini juga dan membiarkanmu menjadi bahan olok-olokan dari kawan-kawan kita yang ada di sini?" tanya Amira kembali yang dia hanya menginginkan sebuah kejujuran dan sahabatnya tersebut bukan berniat untuk menghancurkan sahabatnya itu karena apabila sahabatnya tersebut merasakan sakit maka dia juga akan merasakan kesakitan yang sama dengan apa yang dirasakan oleh sahabatnya itu.
Sonia menarik nafas dalam dan kemudian menghembuskannya secara perlahan agar membuat dia sedikit yang lebih tenang daripada sebelumnya. Bagaimanapun juga dia harus bisa mengambil keputusan secara tepat karena sekali saja dia gegabah dalam mengambil keputusan maka sama saja dengan membuat dirinya berada di dalam sebuah peta yang sangat besar dan jelas dia tidak bisa membiarkan hal tersebut terjadi di dalam kehidupannya.
"Baiklah, kita akan bicara sepulang sekolah di tempat biasa dan aku benar-benar berharap kalau kamu akan mengatakan apa yang kamu ketahui mengenai diriku selama ini sehingga kita bisa benar-benar berbicara dengan tenang!" kata Sonia yang pada akhirnya memutuskan untuk berbicara dengan Amira sepulang sekolah dan memilih tempat yang sekiranya tidak terlalu ramai dari orang-orang dan juga kawan-kawannya yang ada di sekolah itu.
Semilir angin yang berhembus dengan begitu tenangnya menerpa wajah Amira dan juga Sonia yang saat ini sedang duduk sambil melihat pemandangan kota dari ketinggian. Tempat yang biasa mereka gunakan untuk menghabiskan waktu bersama-sama adalah sebuah Cafe yang berada jauh dari sekolah mereka dan Cafe tersebut apabila siang cukup sepi sehingga membuat mereka bisa menghabiskan waktu sepuas mereka tanpa diganggu oleh pengunjung yang lain. Namun akan berbeda apabila datang di malam hari karena tempat tersebut akan benar-benar ramai dan mereka akan kehilangan privasi dari para pengunjung yang lain.
__ADS_1
"Terima kasih, Mbak!" kata Amira sambil tersenyum dengan begitu manisnya ketika minumannya juga makanan yang mereka pesan diantarkan oleh seorang pramusaji. "Aku selalu menyukai tempat ini karena di tempat ini Kita bisa berbicara dengan begitu tenangnya tanpa diketahui oleh kawan-kawan kita di sekolah dan bahkan aku sangat yakin kalau yang mengenal kita hanyalah para pramusaji saja sedangkan pengunjung yang lain pasti tidak mengenal kita dan juga tidak akan mempedulikan siapa kita!"
"Ya, tempat yang sangat tenang dan selalu bisa menanyakan hati yang sedang gundah gulana karena aku akui kalau kehidupan selalu memberikan masalah tersendiri bagi diri kita sehingga membuat kita seringkali merasakan galau dan membutuhkan tempat yang tenang seperti tempat ini!" kata Sonia yang kemudian menyesakp minuman yang dipesannya tadi
"Termasuk ketika kamu mendapatkan masalah yang sangat besar dan kamu enggan untuk membagi masalah tersebut denganku? Kamu seolah-olah tidak menganggapku sebagai sahabat sehingga memendam semua masalahmu sendiri dan berusaha untuk memecahkannya meski pada akhirnya kamu harus terjerumus pada jalan yang salah hanya karena kamu ingin menyelesaikan masalah itu?" kata Amira yang tidak bisa menahan diri lagi untuk terus-menerus berbasa-basi dengan sahabatnya tersebut karena dia sudah benar-benar lelah menyimpan segala sesuatu yang dia ketahui mengenai sahabatnya tersebut.
Sonia tersenyum selama beberapa saat dan kemudian dia melihat pada pemandangan lepas yang ada di hadapannya. Hanya dengan memandang pemandangan yang ada di hadapannya saja membuat Sonia benar-benar merasa tenang dan dia merasa kalau saat ini dirinya benar-benar siap untuk mengatakan kepada Amira mengenai permasalahan yang sedang dihadapinya selama ini.
"Kamu tahu kalau aku selalu menyayangimu dan kamu juga tahu kalau kamu adalah orang yang sangat berharga di dalam kehidupanku!" kata Sonia dengan begitu tenangnya dan dia benar-benar berusaha untuk menyembunyikan air mata yang siap jatuh membasahi pipinya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Amira karena dia menyadari jika sahabatnya tersebut berkata seperti itu karena rasa sayang yang dirasakannya.
__ADS_1
"Kalau kamu memang menganggap jika aku ada seseorang yang sangat penting bagimu dan kamu yang selalu menyayangiku tanpa syarat, lalu kenapa kamu punya boneka semua permasalahanmu dariku? Kita sudah berjanji, Son, kalau kita akan saling terbuka dengan masalah apa pun yang Menghadang di jalan kita dan kita akan selalu saling bantu dalam menyelesaikan semua permasalahan tersebut! Lalu kenapa sekarang kamu menyembunyikan permasalahan itu dariku sehingga aku harus mengetahui permasalahan itu dari orang lain?" tanya Amira yang benar-benar kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Sonia selama satu tahun terakhir ini.