
Happy Reading.
***
Jia menatap aneh seorang kasim yang terlihat celingak celinguk.
"Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Jia, sontak pertanyaan Jia memecah fokus Kasim tersebut.
"Ah, nyonya hamba ingin menyampaikan sesuatu" Jawab kasim itu, ia segera menutup gerbang di belakangnya lalu memberi isyarat agar Jia mendekat.
"Nyonya malam ini dipanggil yang Mulia. Tapi yang mulia mengatakan berita ini harus sampei ke telinga selir Meng" Jelas kasim tersebut.
"Selir Meng?" Tanya Jia bingung, ia menjauhkan badannya
"Benar, tapi saya tak tau pasti kenapa. Yang Mulia hanya mengatalan ingin melanjutkan malam kemarin" Jawab Kasim itu, sontak Jia langsung mengerti.
"Aku mengerti, terima kasih sudah memberitahunya" Ucap Jia. Kasim itu segera kembali ke istana dalam.
"Nyonya, anda akan pergi?" Tanya Yuan, ia masih mengengam beberapa bibit.
"Aku bingung, jika aku pergi sama saja melemparkan diri ke tempat yang berbahaya" Jawab Jia risau.
"Hamba sedikit mengerti maksud yang Mulia menturuh nyonya datang" Ungkap Yuan.
Jia berjalan duduk di kursi taman sambil memijit keningnya.
"Ck, sampai kapan kaisar itu akan menempatkanku pada bahaya" Keluh Jia.
"Hamba juga sangat khawatir kepada nyonya, tapi Yang Mulia tidak bisa dibantah" Ucap Yuan, ia memberikan secangkir teh kepada Jia.
"Menjadi selir memang sangat menyusahkan" Teriak Jia gusar, ia tak lagi khawatir jika ada yang mendengarnya.
Jia mulai merasa muak dengan ini semua, rasanya ia ingin kembali ke kehidupan yang dulu, yang jauh dengan pertikaian istana.
__ADS_1
"Nyonya hamba kembali" Ucap Miu, Miu masuk sambil membawa bungkusan di tangannya.
"Apa yang kau bawa?" Tanya Jia saat melihat Miu membawa sesuatu.
"Ini pemberian Nyonya Liu, beliau mengatakan agar Nyonya membukanya sendiri" Jawab Miu sambil menyerahkan kota itu.
Jia yang tidak sabar dengan isinya langsung membukanya, Yuan bahkan langsung berdiri di belakang Jia untuk mengintip isi kotak tersebut.
Mata Jia sontak membulat saat mengetahui isinya.
"Ini kan perhiasanku saat masih di luar Istana" Ucap Jia tak peecaya.
Walau semua perhiasan itu berwarna emas tapi Jia masih yakin ini miliknya yang terbuat dari besi.
"Hamba rasa Nyonya Liu menyamarkannya untuk anda" Ucap Yuan.
"Aku pikir tidak, kakakku tidak mungkin bisa berbuat seperti ini" Sangah Jia.
"Nyonya Liu punya tubuh lemas sedari kecil dan itu membuatnya harus beristirahat di kamarnya sehingga dia tidak mengenal banyak orang" Jelas Miu.
"Benar, kakakku tidak mengenal seorang pengrajin perhiasan" Tambah Jia, Yuan mengangguk paham
"Ah ada suratnya" Ucap Jia.
Ia segera membuka dan membaca surat yang terselip itu.
Tak lama ia meremas surat itu dengan kesal
"Lagi-lagi kaisar itu bertindak melalui orang lain, sunguh tak berguna" Maki Jia kesal.
"Ada apa Nyonya?" Tanya Miu.
"Perhiasan ini memang milikku, tapi yang merubahnya seperti emaa adalah kaisar. Rasanya aku seperti mendapat uang muka" Jelas Jia gusar.
__ADS_1
sementara Yuan dan Miu menahan tawa melihat kekesalan Jia.
"Jangan berani menertawakanku" Ancan Jia.
"Sebenarnya hamba sedikit paham dengan tindakan Kaisar" Ungkap Yuan.
"Kau akan bilang bahwa kaisar itu ingin rencananya berjalan besok?" Tebak Jia gusar
Yuan mengangguk.
"Ck, tapi jangan lewat kakakku juga" Keluh Jia.
"Kalau begitu, nyonya harus segara bersiap karena ini sudah sore" ucap Miu.
Jia menurutinya tampa banyak kata, ia malas untuk bicara pada siapapun.
Yang ia pikirkan adalah persiapan mental untuk perang selanjutnya.
***
WOY BACA INI YA! (ngegas dulu)
Hey ini bersambung loh.
Author sebelumnya minta maaf karena update lama. setelah sakit gigi menyerang-sembuh, author malah kena radang tenggorokan.
Tujuan author bikin part ini adalah untuk part pembuka ke masalah harem, dan kerja sama antara Big Boss dengan selirnya.
Jadi Author minta waktu, nanti setelah pemilihan Puteri Indonesia author akan update banyak sekaligus untuk satu masalah. Karena author pikir untuk masalah yang pelik kalo partnya dipisah akan sulit untuk memahaminya.
salam cinta
RiantiTeti
__ADS_1