Beautiful Sword

Beautiful Sword
Untuk Fung Ying


__ADS_3

Happy Reading


***


"Selamat kepada Selir Ying, anda sedang mengandung" Ucap Seorang tabib Istana.


"Ha-hamil?" Tanya Selir Ying menyakinkan.


Tabib itu mengangguk yakin.


"Nyonya akhirnya anda Hamil" Pekik Riang pelayannya.


Selir Ying meraba perutnya yang masih rata, ia belum percaya sepenuhnya tapi ia sangat senang.


"Lalu kenapa aku tak merasakan gejala kehamilan?" Tanya aneh Selir Ying.


"Tidak mengalami gejala Kehamilan termasuk wajar nyonya" Jelas Tabib itu.


Kini Selir Ying merasa bersyukur dengan pemeriksaan tabib rutin seminggu sekali, bayangkan jika tidak ada pemeriksaan rutin pasti Selir Meng bisa memamerkan bahwa ia baru melayani Kaisar semalam.


Kini ia bisa berdiri tegak di depan selir Meng.


"Tabib segera kabari kaisar dan ibu suri" Desak selir Ying tak sabar.


"Baik Nyonya" Ucap Tabib itu sambil memberi hormat.


Setelah kepergian tabit tersebut, Selir Ying segera memerintahkan  kepada pelayannya untuk menyebarkan berita ini, ia rasanya tak sabar melihat wajah murkan selir Meng.


***


"Miu segera sebarkan apa yang ku katakan padamu semalam" Tutur Jia sambil menyisir rambutnya.


"Baik Nyonya" Ucap Miu.


Jia cukup kagum dengan Liang, ternyata ia cukup gerak cepat. Setelah semalam ia memerintahkan selir Meng untuk melayaninya, paginya ia sudah memerintahkan tabib yang memeriksa selir Ying.


"Nyonya apakah selir Meng akan Murka?" Tanya Yuan sambil memasangkan beberapa aksesori.


"Ku rasa tidak, karena segera ia akan mendapatkan kabar bahwa kemungkinan anak yang dikandung selir Ying perempuan" Jelas Jia.


"Baiklah, Yuan kau jaga di sini aku akan mengajak adik Liu untuk memberi selamat" Tutur Jia.


"Nyonya akan pergi sendiri?" Tanya Yuan.


"Tidak, aku rasa kakakku akan segera datang" Ucap Jia.


Dan benar saja tak lama Liu bersama pelayannya datang.


"Kakak, pasti akan memberi selamat kepada selir Ying?" Tebak Jia.


"Adik benar, ayo kita pergi bersama dengan Adik Xiao" Jawab Liu lembut.


Liu memang tidak mengetahui perihal rencana ini, karena Jia sengaja merahasiakannya agar Liu tak kepikiran.


Setelah berpamitan sekali lagi kepada Yuan, akhirnya Liu dan Jia menuju kediaman Xiao.


***

__ADS_1


"Kami memberi salam kepada kaisar, Permaisuri dan Ibu Suri" Ucap Bebarengan Liu, Jia dan Xiao.


Saat mereka sampai kediaman Selir Ying mereka sudah disambut dengan kedamaian ini. Selir Ying ternyata sudah menyebarkan berita ini.


"Kalian datang cepat, segeralah duduk" Balas Permaisuri.


Mereka bertiga segera duduk, tapi tak lama rombongan selir Meng datang.


Selir Meng datang dengan wajah tegak, Jia menyeringai karena Miu sudah menyebarkan berita itu.


Rombongan selir Meng segera memberi hormat dan duduk di tempat masing-masing.


"Apa selir Ying belum hadir?" Tanya Selir Meng dengan nada cemooh.


"Pelayannya bilang selir Ying sedang bersiap. Kita harus memakluminya karena ia sedang mengandung" Jawab Ibu Suri.


Tak lama Selir Ying datang.


"Maaf karena membuat kalian menunggu" Ucap Selir Ying sambil menunduk.


Jia cukup terkesan dengan akting selir Ying, ia bahkan harus menahan kekehannya. Sementara Liang menatap Jia dengan tatapan geli saat mengetahui bahwa Jia menahan kekehannya.


"Duduklah selirku, aku memaklumi keterlambatanmu" Ucap Liang dengan nada selembut mungkin.


Selir Ying langsung merona saat mendapatkan perhatian Liang.


"Kami semua datang ke sini untuk memberikah selamat atas kehamilanmu" Tutur Permaisuri.


"Terima kasih semuanya" Balas Selir Ying lembut.


"Hamba mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulia" Ucap selir Ying.


"Permaisuri dan aku membawa ayunan Bayi dari emas dan permata. Dulu ayunan ini diberikan turun temurun untuk keturunan pertama" Ucap Ibu Suri yang di ikuti beberapa orang membawa sebuah ayunan yang sangat indah.


"Hamba mengucapkan terima kasih kepada Permaisuri dan Ibu suri"


"Kakak, aku membawa sulaman dengan sutra" Ucap Liu.


Fung Ying berbinar mendengar kata sutra. Apalagi saat beberapa orang membawa kain tersebut masuk.


"Terima kasih adik"


"Kakak aku membawa beberapa pakaian yang sangat nyaman digunakan untuk ibu hamil" Ucap Jia.


Lima orang masuk ke dalam dengan membawa lima peti hanfu yang sangat indah dan mahal.


Sebenarnya uang yang Jia pakai untuk membeli hadiah kakaknya dan Xiao adalah uang dari Kaisar.


"Terima kasih adik, kau sangat perhatian" Ucap Fung.


"Kakak, aku membawa herbal dari pegunungan Selatan yang langka" Ucap Xiao.


Pagi ini Xiao cukup kaget dengan berita yang Jia bawa, pasalnya ia tidak tau apa yang harus ia bawa. Beruntung Jia sudah mempersiapkan untuknya.


"Kau cukup perhatian kepada kakakmu selir Ying, ini adalah herbal langka dan sulit didapat" Puji Ibu suri saat ia melihat herbal yang di bawa masuk.


Sementara Liang cukup memuji Jia untuk menguras Uangnya, Jia memang meminta uang untuk membeli hadiah tapi ia tak tau bahwa hadiah yang dia beli sangat mahal.

__ADS_1


Xiao membalasnya pujian itu dengan hormat.


"Terima kasih atas pemberian adik"


"Selir Meng, Selir Feng dan Selir Huan apakah kalian tak membawa hadiah?" Tanya Ibu Suri.


"Hamba sengaja menyiapkannya terakhir, ibu suri. Hamba, Selir Feng dan Selir Hua sudah menyiapkan hadiah splesial" Ucap Selir Meng sambil menyeringai.


Tak lama beberapa orang masuk membawa hadiah yang dimaksud. Tapi Fung Ying tercengang dengan hadiahnya.


Ada baju bayi, sepatu bayi bahkan peralatan bayi yang cukup mahal. Tapi masalahnya itu untuk bayi perempuan semua.


"Apa maksud kakak?" Tanya Fung Ying.


"Aku dengar kemungkinan bayi yang dilahirkan selir Ying berjenis kelamin perempuan. Makanya kakak sengaja membawa semua ini" Sindir Selir Meng, sementara Selir Feng dan Selir Hua terkekeh.


"Selir Meng dari mana kau dengar berita itu?" Tanya Ibu Suri.


"Hamba mendengarnya dari beberapa pelayan, mereka bilang mendengarnya dari tabib yang memeriksa selir Ying" Jawab Selir Meng.


"Yang Mulia hamba mohon keadilan, itu semua bohong. Hamba sendiri meremasakan bahwa hamba mengandung seorang pangeran" Mohon Fung Ying sambil berlutut.


"Selirku, aku akan mencari tabib itu dan memberikan hukuman atas fitnah yang ia bawa" Balas Liang.


"Benar selir Ying, kau tak perlu berlutut begitu. Pikirkanlah yang kau kandung" Tambah Permaisuri.


"Terima kasih Yang Mulia kaisar dan Permaisuri" ucap Fung Ying kembali duduk.


"Kalau begitu aku akan segera mengurus tabib itu" Ucap Liang yang bermaksud untuk pamit.


Liang, Permaisuri beserta Ibu suri segera meninggalkan kediaman Fung Ying, diikuti rombongan Selir Meng dan Jia.


Setelah kepergian semuanya Fung Ying segera memerintahkan para pelayan untuk mencari obat agar anak yang ia kandung adalah pangeran.


***


"Hahaha, kalian lihat wajah Fung Ying tadi. Ia sangat pucat mendengar kabar itu" Tawa Selir Meng. Mereka kini kembali berkumpul di kediamannya untuk mengobrol.


"Benar kakak, tapi apakah berita itu benar?" Tanya Selir Hua.


"Aku mendengarnya sendiri dari pelayan itu, ia sempat mengobrol dengan perawat kepercayaan tabib yang memeriksa selir Ying" Jelas Selir Meng.


"Kakak hanya harus memastikan segera mengandung dan anak yang dikandung seorang pangeran" Ucap Selir Feng.


"Kau tenang saja aku sudah memikirkan hal itu" Balas Selir Meng menyeringai.


"Lalu bagaimana dengan selir Li?" tanya Selir Feng.


"Menurut ayahku ia tidak akan mengandung, pewangi yang diberikan selir Ying" Ucap Selir Meng.


"Ah pewangi itu" Ucap Selir Hua.


Selir Ying juga sempat memberikan pewangi itu kepada selir Hua, tapi selir Meng segera memberitahunya.


"Itu berarti Selir Ying tidak bisa diangap remeh" Ucap Selir Feng.


"Kau benar, untuk sekarang cukup kita membuatnya khawatir dan untuk selir Li aku sudah menyiapkan sesuatu" Ucap Selir Meng.

__ADS_1


__ADS_2