
Happy Reading.
***
Semua terdiam saat melihat Perdana Menteri yang telah terduduk di hadapan mereka.
"Yang Mulia apakah bukti dan saksi sudah terpercaya?" Tanya Salah satu Memteri yang diketahui sekutu Perdana Menteri.
"Kau bisa lihat sendiri" Balas Liang sambil menunjuk ke arah Yelan dan Bibi Xi.
"Yang Mulia, Yelan hanya seorang ******" Ucap Istri Perdana Menteri geram.
"Yang Mulia, Hamba melihat kejadian itu sendiri tapi saat hamba akan mengungkapkannya hamba malah langsung diancam dan beberapa kali hendak di bunuh" Jelas Yelan.
Kembali para Menteri berbisik, kini mereka tau alasan kenapa Perdana Menteri menceraikan Yelan.
"Agar cepat terselesaikan maka kita akan mengadakan sidang segera, Panggil Hakim Ling kemari!" Titah Liang tegas.
Hakim Ling tak lain adalah adik Ibu Suri dan ia juga akan segera diadili setelah Perdana Menteri.
Dan Hakim Ling tak sendiri, di belakangnya sudah ada keluarga Feng.
"Hormat hamba Yang Mulia" Ucap Hakim Ling.
"Hakim Ling tolong jelaskan Kasus ini!" Pinta Liang.
"Kematian Selir Feng memang masih tanda tanya untuk kalian, tapi Kaisar menyelidiki kasus ini secara diam-diam dan inilah hasilnya. Perdana Menteri adalah pelaku penodaan Selir Feng" Jelas Hakim Ling, terlihat keluarga Feng hanya bisa saling menguatkan satu sama lain.
"Yang Mulia beri keadilan untuk puteri hamba" Pinta Tuan Feng sambil bersujud bersama Nyonya Feng.
"Kalian tenang saja keadilan akan segera ditegakkan" Balas Liang tegas.
"Lanjutkan Hakim"
"Baik Yang Mulia. Kita punya dua saksi yaitu Nyonya Xi yang menemukan Selir Feng pertama dan Nyonya Yelan yang melihat kejafian itu. Juga bukti yaitu giok milik Perdana Menteri" Lanjut Hakim Ling yang memperlihatkan giok itu ke semua orang.
Sontak orang-orang disana tercengang termasuk Nyonya Meng.
"Ini semua pasti bohong, suamiku katakan sesuatu!" Pinta Nyonya Meng, tapi Perdana Menteri hanya membisu di sana.
""Baik, apakah ada bantahan lain Perdana Menteri?" Tanya Liang. Tapi perdana Menteri hanya diam di sana.
"Yang Mulia bukti dan saksi ini terlalu dangkal, apakah kita bisa mempercayakan begitu saja?" Tanya Sekutu Perdana Menteri.
"Lancang, beraninya kau menentang kaisar" Bentak Ibu Suri marah.
"Ampun Ibu Suri hamba tak berani" Ucapnya langsung berlutut.
"Jadi menurut hukum yang berlaku maka Perdana Menteri dijatuhi hukuman penggal" Putus Liang.
"Yang Mulia ini terlalu berat" Sangkal Sekutu Perdana Menteri.
__ADS_1
"Berat? Hakim jelaskan lagi!" Titah Liang.
"Selain kejahatan itu, perdana menteri juga memanipulasi kerajaan dan ia bersekongkol untuk memberontak" Jelas Hakim.
"Apakah Yang Mulia punya buktinya?"
Liang menyeringai mendapatkan pertanyaan itu.
"Bawa masuk bukti dan saksinya!" Titah Liang.
Tak lama para pengawal membawa seorang saksi dan barang buktinya. Seketika para sekutu Perdana Menteri langsung pucat pasi.
"Lalu Tangkap para sekutu Perdana Menteri!" Titah Liang Tegas.
Para pengawal yang sudah bersiap di belakang para Menteri langsung menangkap mereka yang bersekutu dengan Perdana Menteri.
Tidak ada yang melawan karena bukti dan saksi sudah ada. Mereka semua di suruh berlutit di depan Liang, totalnya ada 5 Menteri dan 3 kasim.
"Ada pembelaan?" Tanya Liang.
"Yang Mulia ini fitnah, tolong anda selidiki lagi!" Pinta Salah satu dari mereka.
"Semuanya sudah ada di sini apalagi yang kau akan sangkal?" Tanya Liang tajam.
"Yang Mulia tolong ingat kembali jasa suami hamba dan mereka!" Ucap Nyonya Meng sambil berlutut.
"Jasa? Nyonya Meng perlu anda tahu bahwa suami anda dan sekutunya menggerogoti kerajaan secara perlahan" Balas Huan geram.
"Biar saja jelaskan Nyonya Meng" Ucap Hakim.
Dengan cepat Hakim Ling berlutut di sana dan menyebabkan tanda tanya besar.
"Perdana Menteri pernah melakukan perselingkuhan dengan Selir Kaisar terdahulu dan dulu hamba menjadi sekutunya. Lalu Perselingkuhan itu diketahui Istri Jendral Li dan H-hamba membunuh nyonya Li atas perintah Perdana Menteri" Jelas Hakim Ling yang langsung bersujud di sana.
Semua orang kembali terkaget dengan fakta itu, bahkan para Menteri yang bersih saling berbisik apakah ada yang mengetahuinya.
"Itulah jawabannya" Ucap Liang.
"Yang Mulia pasti itu fitnah" Bantah Nyonya Meng lagi.
"Apa yang fitnah, saksi dan bukti sudah ada. Aku memutuskan hukuman penggal kepada Perdana Menteri, hukuman kepada sekutunya adalah pencabutan gelar bangsawan dan diganti menjadi budak. Lalu untuk Hakim Ling, ia akan diasingkan dari Ibu Kota" Ucap Liang tegas.
"Yang Mulia ini fitnah" Teriak Nyonya Meng.
"Nyonya Meng kau juga harus mempertanggung jawabkan karena telah Menyewa pembunuhan bayaran untuk membunuh Nyonya Yelan" Ucap Jing.
"Tidak, aku tak melakukannya" Teriak Nyonya Meng saat beberapa pengawal menyeretnya untuk masuk ke dalam penjara.
Sementara yang lain masih terpaku di sana, mereka tak menyangka Kaisar mampu menumbangkan Perdana Menteri dan sekutunya.
"Kaisar sangat bijaksana" Ucap Salah seorang Menteri dan diikuti yang lain.
__ADS_1
"Panjang Umur Kaisar dan keluarganya"
Liang tersenyum dan memberikan hormat pada orang-orang yang setia padanya.
"Dan untuk sidang berikutnya kita akan membicarakan pergantian Menteri dan Perdana Menteri" Ucap Sekretaris Kaisar.
***
"Kakak sudahlah" Ucap Jia menghibur Liu yanh sedaritadi menangis.
"Kakak sangat tidak berguna karena tak bisa melindungi adik" Tangis Liu.
Xang'er yang ada di samping Liu hanya bisa mengelus pundak perempuan itu.
"Paman Bai untuk kedepannya tolong urus restoran sampai aku sehat kembali" Ucap Jia.
"Nona tenang saja dan fokus pada kesehatanmu" Balas Paman Bai.
Kini ketiga orang itu dijemput atas permintaan Jia, sebab ia akan melakukan rencananya malam ini. Karena ia tak tau ini akan berhasil atau tidak jadi ia ingin melihat orang-orang yang dicintainya untuk terakhir kali. Dan untuk Miu beserta Yuan, mefeka sedang dalam perjalanan.
"Adik berjanjilah untuk sehat kembali" Ucap Liu, Jia hanya mengangguk ragu.
Tak lama pintuk terbuka dan menampilkan wajah Miu dan Yuan yang sudah memerah karena menahan tangis.
"Nyonya hamba tak berguna" Ucap Miu sambil bersujud di depan ranjang Jia.
"Maafkan kami Nyonya" Tambah Yuan yang ikut bersujud.
"Angkat kepala kalian" Titah Jia, mereka mengangkat kepalanya.
"Sttt, jangan menangis lagi. Kalian seharusnya mendoakanku agar cepat sehat kembali" Potong Jia saat melihat mereka berdua hendak menyalahkan dirinya.
Memang setelah Perdana Menteri disidang, rombongan selir segera dipulangkan dan tentunya Miu beserta Yuan memakai jalur rahasia yang lebih cepat untuk sampai Istana.
"Aku sangat senang kalian di sini" Ucap Jia kepada semua orang dengan senyum di wajahnya.
***
Jia menghentikan tangannya yang sedang menulis saat Tabib Bao datang.
"Nyonya ini" Ucap Tabib Bao ragu sambil menyerahkan sebuah botol.
"Terima kasih banyak dan ini untukmu, setidaknya jika ini gagal Yang Mulia tak akan menghukummu" Ucap Jia menyerahkan selembar surat.
Tabib Bao menerimanya dan langsung memberikan penghormatan untuk Jia.
"Semoga anda selalu dalam lindungan Dewa" Ucap Tabib Bao.
Dengan sekali teguk, Racun Musim Dingin itu sudah berpindah ke dalam tubuhnya.
***
__ADS_1