Beautiful Sword

Beautiful Sword
Tabib Su'er


__ADS_3

Happy Reading.


***


Satu Tahun kemudian.


Setelah pengorbanan Jia, mereka semua berduka selama berminggu-minggu. Namun mereka juga tidak akan membiarkan pengorbanan Jia sia-sia.


Jing dan Huan akhirnya bisa mengumpulkan bukti dengan lengkap, dan tepat tiga bupan setelah Jia mati. Keluarga Hua akhirnya terguling.


Malam penyergapan itu langsung dipimpin oleh Liang dan juga peramal kerajaan. Banyak prajurit berjatuhan karena perlawanan Tuan Hua yang sengit, namun mereka akhirnya kalah.


Para rakyat yang mendengar itu akhirnya tau kalau ini atas Pengorbanan seseorang, Seorang Puteri dari Jendral hebat di kerajaan. Bahkan mereka juga menjukuki Jia sebagai Dewi. Mereka juga rutin mengunjungi makam Jia yang berdampingan dengan Makam selir Feng di pemakaman umum.


Nama Jia Li juga tercatat dalam buku sejarah kerajaan, dan masuk ke dalam buku pelarajan para pelajar.


Lalu Liu beserta para pelayannya sudah pindah dan tinggal di wilayan Selatan bersama keluarga ibunya. Walau Liu sangat sedih atas kepergian Jia, tapi ia juga berjanji untuk hidup bahagia.


Restoran Jia kini dipegang oleh Paman Bai, lebih tepatnya sebagai pemilik Restoran itu, Lalu Xang'er kini mulai berdagang ke negeri sebrang atas bantuan Orang Tua Selir Feng.


Dan istana? Ibu Suri kini diasingkan oleh ketiga pria itu. Liang, Jing dan Huan merasa sangat murka dengan Ibu Suri karena mambiarkan Jia berkorban. Seharusnya tanpa desakan ibu suri Jia bisa selamat atau setidaknya ia hidup walau dipengasingan.


Ibu Suri juga merasa bersalah, tapi ia tau kalau yang ia lakukan adalah hal yang benar. Ya, dia melakukan hal yang benar.


Liang tetap memimpin kerajaan dengan bantuan kedua adiknya, tentunya kombinasi mereka kini menjadikan Negeri itu menjadi lebih baik, tidak ada perbudakan ataupun rakyat kelaparan.


Ya Pria itu menempati janji untuk menjadi Kaisar yang lebih baik, walau di lubuh hatinya ia sangat merindukan tawa, wajah kemarahan ataupun wajah jahil dari Jia Li.


"Yang Mulia ini sudah larut" Tegur Cheng pada Liang yang sedari tadi masih menatap makam Jia.


"Cheng, kau pergilah dulu" Balas Liang.


"Yang Mulia jika anda sakit, mana Nona Jia pasti akan sedih" Ucap Cheng.


Liang sedikit menatap pengawalnya dengan pandangan sulit diartikan.


"Baiklah" Jawab Liang yang akhirnya berdiri dari sana. Sekilas matanya mulai berkaca-kaca lagi. Tapi ia tetap mencoba menahan tangisnya.


Cheng menatap Kaisarnya dengan pandangan nanar, ia tau rasanya kehilangan seseorang tapi ia juga tau kalau hidup harus tetap berjalan.


"Ayo pergi Cheng" Ajak Liang.


Kedua pria itu lekas berjalan kembali ke kuda mereka.


***


Di Lain sisi, tepatnya di daerah selatan. Seorang gadis menatap lagit yang cerah.

__ADS_1


Dia adalah Yang Er, puteri dari penguasa di Selatan kerajaan. Setiap malam ia selalu memandangi langit itu.


Yang Er, terkena sebuah racun yang langka dan aneh. Itu memyebabkan ia buta di siang hari, namun pada malam hari matanya akan normal kembali.


Bahkan setiap satu bulan sekali ia akan terkena deman tinggi yang akan sangat menyiksanya. Semua tabib telah dikerahkan namun tetap sata tidak ada yang bisa menyembuhkannya.


Lamunannya kembali ke kejadian beberapa tahun yang lalu, di mana ia berangkat ke Ibukota untuk menjadi selir Kaisar. Namun naas seorang selir kerajaan meracuninya agar ia tak bisa menjadi Selir.


Dan selir yang meracuninya adalah Selir Meng, ya anak dari Perdana Menteri yang telah terguling. Ia dengar kalau Selir Meng kini kedudukannya setara dengan pelayan.


Apakah ia senang? Tidak, sebab orang tuanya selalu mengajarkan bahwa dendam hanya akan membawa kehancuran.


"Nona Yang Er, anda belum tidur" Ucap Kie pelayannya.


"Ah Kie, aku hanya memandangi langit malam dan kebetulan malam ini langitnya cerah" Jelas Yang Er.


Kie menatap Nonanya dengan pandandan sedih, ia tau penderitaan sang Nona.


"Nona, hamba yakin tabib itu akan segera menyembuhkan nona" Ucap Kie.


Yang Er tersenyum.


"Aku juga yakin, tapi rasanya itu akan lama" Balas Yang Er.


Kie akhirnya duduk bersama Yang Er dan memandangi langit malam.


Untuk kesembuhan Yang Er, Kie yakin tabib yang setahun lalu datang bisa menyembuhkan Yang Er. Sebab berkat tabib itu Yang Er sudah tidak pernah mengalami deman lagi dan kini hanya penglihatannya yang masih bermasalah.


"Iya, katanya besok Tabib Su'er akan membawakan penawar untuk nona" Jawab Kie.


"Secepat itu?" Tanya kaget Yang Er.


Kie tertawa.


"Benar, Tabib Su'er sangatlah hebat" Jawab Kie.


"Aku atu heran sih, ia berhasil menyembuhkan demamku saja sudah sangat hebat" Balas Yang er.


"Tapi apakah Nona belum tau latar belakang Tabib Su'er?" Tanya Kie.


"Belum, ayah bahkan tidak mau memberitahukannya. Ia hanya bilang kalau Tabib Su'er adalah orang hebat" Jelas Yang Er.


"Padahal banyak yang penasaran, terutama para prajurit di sini" Kekeh Kie.


"Kau benar, ia terlalu cantik untuk menjadi Tabib" Balas Yang Er tertawa pelan.


Tabib Su'er adalah seorang perempuan yang memiliki paras cantik, namun latar belakangnya sangat misterius. Ia selalu berkelana dan kini menetap di gunung Selatan.

__ADS_1


"Kie, besok suruh pelayan bawakan makanan untuk Tabib Su'er" Ucap Yang Er.


"Baik Nona"


***


Lalu di sini lain seorang perempuan sedang berkutat dengan beberapa herbalnya. Ia bagaikan tak pedulu bahwa malam sudah larut.


Ia terus menumbuk, memasak dan menyaring obat. Peluh bahkan sudah bercucuran tapi matanya tak pernah merasa lelah.


"Huft sedikit lagi" Ucapnya.


Dia juga harus segera menyelesaikan pengobatan pada Yang Er karena ia ingin segera bertemu seseorang.


"Hey, tidurlah" Tegur seseorang sambil melipat tangannya.


"Sebentar lagi paman" Ucapnya.


"Sebentar, sebentar. Kau sudah mengatakan itu beberapa kali" Protesnya.


Psrempuan itu tertasa atas perkataan pamannya.


"Ayolah paman, aku sangat merindukan seseorang" Ucapnya.


"Kau selalu terlibat dalam masalah" Balasnya pada keponakan tercinta.


"Dan paman terlalu kaku" Ucap Perempuan itu tertawa.


Sang paman menghela nafas.


"Jangan mentang-mentang kau baru lolos dari kematian kau bisa seenaknya begini Jia Li" Ucap paman Hong.


Jia tertawa semakin keras.


"Aku ini anak ajaib loh" Balas Jia.


"Kalau begitu jika sudah selesai kau harus segera beristirahat. Jika kau sakit Nenekmu akan menyelahkan paman" Ucap Paman Hong.


"Baik" Balas Jia.


Paman Hong segera pergi dan Jia kembali berkutat dengan obatnya.


Ia selalu bersemangat untui menyelesaikan pekerjaannya karena ia sudah tak sabar bertemu kembali dengan seseorang. Ya Ia selamat dari eksekusi itu sebab ia kembali mengikat sebuah perjanjian dengan seseorang.


Setahun yang lalu perjanjian itu dibuat di atas fakta yang membuatnya hampir mati berdiri, tapi ia menyetujui perjanjian itu karena ia sangat diuntungkan atasnya.


"Oke Jia selesaikan segera"

__ADS_1


***


Di episode Cast karakter Author pernah bilangkah kalau Ibu Suri punya sebuah kejutan. Kira-kira apa ya?


__ADS_2