
Happy Reading.
***
"Sakitttt" Jerit Selir Hua, sontak membuat orang disekitarnya kaget.
Kini selir Hua tergeletak sambil memegangi kepalanya.
"Adik kau kenapa?" Tanya Panik Selir Feng yang duduk di sampingnya.
Keluarga Hua langsung menuju selir Hua, para pelayan yang lain mengeser meja dan kursi di sana untuk memberi ruang.
"Kau kenapa nak?" Tanya Nyonya Hua panik.
"Sakittt" Sementara Selir Hua terus meringis kesakitan.
"Pengawal cepat bawa selir Hua ke kediamannya dan panghilkan tabib Istana" Perintah Ibu Suri.
Pengawal dengan cepat mengotong Selir Hua dan diikuti keluarga Hua beserta yang lainnya.
Liang dengan cepat memerintahkan para undangan yang lain untuk kembali ke diamannya dan Liang Juga berjanji akan mengadakan pesta untuk mengganti pesta hari ini.
"Apakah kalian tak curiga dengan kejadian ini?" Bisik Para Menteri saat mereka berjalan ke luar Aula.
"Aku Merasa curiga dengan sakit tiba-tiba Selir Hua apalagi setelah Selir Li dan Selir Ying menari menggunakan Kain itu" Bisik Mentri lain.
"Apakah itu berarti Selir Huan pengguna Ilmu Hitam?" Pertanyaan tersebut semakin membuat mereka yakin kalau ada suatu hal.
"Kalau Begitu ayo kita temui peramal kerajaan" Saran Menteri keuangan, Liang sudah menyuruh Menteri Keuangan untuk memancing Menteri yang lain agar mengunjungi peramal kerajaan.
"Kau benar, kalo begitu ayo kita ke sana" Ucap Mereka.
***
"Tabib bagaiman dengan anakku?" Tanya Cemas Nyonya Hua, Nyonya Hua sengaja bertanya seolah ia sangat cemas dikarenakan Ibu Suri dan Permaisuri ada di sana.
Tabib kerajaan menggelang.
"Hamba tidak yakin dengan penyakitnya, apalagi tiba-tiba Selir Hua sembuh setelah dibawa ke mari" Jelas Tabib Binggung.
"Maksud Tabib?" Tanya Ibu Suri.
"Maksud hamba, ini bukanlah penyakit medis" Tutur Tabib.
"Nyonya Hua jelaskan pada kami apa selir Hua mengidap suatu penyakit?" Tanya Permaisuri dengan nada selidik.
Semetara itu Nyonya Hua langsung berkeringat dingin, apalagi ia sendirian di sini karena Suami dan anak sulungnya sedang bersama Meilan.
"H-hamba juga tak tau Yang Mulia. Tapi jika ini berhubungan dengan niat jahat seseorang maka Hamba mohon keadilannya" Pinta Nyonya Hua yang membuat Permaisuri berdecih di dalam Hati.
"Keadilan untuk apa Nyonya Hua?" Tanya Liang yang sudah datang, dibelakangnya ada Jia dan Peramal kerajaan.
"H-hamba rasa puteri hamba dicelakai" Jawab Nyonya Hua gugup melihat Peramal kerajaan.
"Kalau begitu biarkan Selir Li memeriksa puteri anda" Saran Liang.
__ADS_1
"Tapi ia bukan tabib" Tungkas Nyonya Hua.
"Nyonya Hua, Selir Li pernah menjadi muridku dan ilmunya bahkan melebihiku" Jawab Tabib.
Jia dengan santai langsung masuk ke dalam kediaman Selir Hua, saat melihat Jia masuk ketiga orang itu pucat pasi apalagi saat melihat Kain Sutra Langit tersampir di bahu Jia.
"Tuan Hua, biarkan Saya memeriksa puteri anda" Ucap Jia.
Tuan Hua terdiam tak menjawab.
"Tuan?" Tanya Jia lagi
"Ah, silahkan Selir Li" Balas Tuan Hua.
Jia mendekati Selir Hua yang terbaring dan semakin ia mendekat tubuh selir Hua semakin tersengat walau tidak sesakit tadi karena ayahnya telah memberikan suatu ilmu untuk menahan efek Kain itu, sayangnya belum penuh.
"Ahhhhh" Teriak Nyonya Hua sambil memegangi kepalanya.
Saking gugupnya Ilmu untuk menahan efek Kain Sutra Langit akhirnya bisa dijebol.
"Nyonya Hua anda kenapa?" Tanya Permaisuri.
"Istriku" Ucap Tuan Hua sambil menahan tubuh Nyonya Hua agar tak menyentuh tanah.
"Yang Mulia Hamba rasa ini bukan penyakit biasa. Maka dari itu biarkan hamba memeriksa Nyonya Hua" Tawar Peramal Kerajaan.
"Silahkan" Ucap Liang.
Keluarga Hua semakin gemeteran dibuatnya, apalagi Peramal Kerajaan yang semakin mendekat.
"Benarkah begitu?" Tanya Peramal yang berhenti mendekati Nyonya dan Tuan Hua.
"Benar" Jawab Pastinya.
"Kalau begitu, biarkan Saya memeriksa Nyonya Hua" Lanjut Peramal Kerajaan yang kembali berjalan mendekati Nyonya Hua.
Jia yang telah selesai memeriksa Meilan berdiri di pinggir ranjang dan menyaksikan adegan di depannya. seluruh mata di sana menatap tak sabar bahkan Tabib Kerajaan sampai meremas tangannya tak sabar.
Perlahan Peramal Kerajaan mulai berjongkok, lalu.
***
"Ck padahal Hampir saja" Decak kesal Liang, setelah menenangkan suasana di sana ia langsung membawa kedua adiknya ke kediamannya.
Pangeran Huan dan Jing duduk di kursi dengan wajah lesu.
"Jadi kain itu kini tak berguna" Ucap Pangeran Huan.
"Siapa sangka Selir Feng tiba-tiba datang membawa seorang pelayan yang sudah diperintah untuk mengaku bahwa ia meracuni makanan Selir Huan dan ibunya" Tutur Pangeran Jing Frustasi karena ia tak punya kesempatan untuk memukul mundur para pembuat masalah.
"Aku juga tak bisa berbuat lebih saat itu" Ucap Liang sambil meminum teh yang telah dingin.
"Entah apa yang kini Jia rasakan" Ucap Pangeran Huan.
"Iya pasti akan baik-baik saja" Balas Liang.
__ADS_1
"Bagaimana Kakak yakin?" Tanya Pangeran Jing.
"Karena ia sudah memperediksi kejadian ini" Jawab Liang.
"Bagaimana bisa?" Tanya Pangeran Huan.
"Ia punya seorang teman, dan temannya itu mengatakan bahwa Selir Feng punya sesuatu yang disembunyikan" Jelas Liang.
"Maksudmu Xang'er?"
"Aku tak tau namanya" Liang menjawab Pertanyaan adik pertamanya.
"Aku ingat pernah melihat Selir Feng pergi ke toko Xang'er untuk memesan Hanfu dan menurut pegawai di sana Selir Feng punya bekas Luka di perutnya" Tutur Jing.
"Yang Benar?" Tanya Huan tak yakin.
"Bukankah tak semua gosip itu hanyalah omong kosong" Jawab Jing.
"Jika itu benar kita harus segera menyelidikinya, Tapi menurut Jia Selir Feng pernah mengatakan ke temannya bahwa ia menjadi selir untuk membalas seseorang" Ucap Liang.
"Berarti ia punya sebuah dendam" Tebak Huan.
"Aku tak yakin, tapi Cheng juga sedang menyelidikinya" Balas Liang.
"Bukankah Permaisuri juga sedang menyelidikinya" Tutur Jing.
"Maka akan menjadi penyelidikan ganda"
***
"Huft, hancur sudah" Guma Jia lemah, Yuan yang sedang memijit bahu Jia juga merasa kecewa.
"Nyonya itu berarti yanh dikatakan Nona Xang'er benar" Ucap Miu.
Jia memang sudah tau sejak lama bahwa Seling Feng adalah pembeli setia di toko Hanfu Xang'er, bahkan saking kenalnya Selir Feng juga kadang bercerita kepada Xang'er.
"Aku memang sudah bisa memperediksi kejadian ini, tapi awalnya aku mengira Selir Meng yang akan datang" Jelas Jia.
"Kita kan tau Selir Meng belum tau rencana Selir Hua dan Selir Meng juga sangat dekat dengan Selir Hua" Lanjut Jia.
"Nyonya hamba rasa Selir Feng tidak mau ada yang terbunuh, tapi kita belum tau siapa itu" Ucap Yuan.
"Kau benar, apalagi Selir Feng itu cerdik. Ia dengan mudahnya bisa memanipulasi sesuatu" Balas Jia.
"Aku tau" Pekik Jia tiba-tiba.
"Oke ini hanya teori, tapi Ku rasa maksud Selir Feng menyelamatkan Keluarga Hua karena ia akan memanfaatkan keluarga Hua" Jelas Jia.
"Maksud Nyonya ia mau membalas seseorang dengan tangan orang lain" Tebak Miu.
"Benar, tapi Jika target Selir Hua adalah keluarga Perdana Menteri itu artinya terget mereka sama" Tutur Jia, tak yakin pasalnya Selir Feng tak punya tujuan menargetkan Perdana Menteri.
"Nyonya jika itu benar maka anda harus memberitahu yang lain" Ucap Miu.
"Segera kirim pesan" Perintah Jia.
__ADS_1
***