
Raka memperhatikan kotak itu, dan mengerutkan dahi. "Jadi disini rumahmu."
Tiba-tiba saja lampu di apartemen Tiara berkedip tanpa jeda. Pintu apartemen bergetar hebat begitu juga dengan kaca jendela. Santi menjerit ketakutan.
"Gempa?" Rendra bertanya setengah tak yakin pada Raka dan lelaki bertato itu menggelengkan kepala.
"Dia datang," tanpa ekspresi Tiara menjawab, matanya kosong dan hanya menoleh sedikit ke arah pintu yang bergetar hebat.
"Sial, kalau begini terus pagar gaib ku bisa rusak!" Raka kesal dan ia pun bersiap dengan hal terburuk yang akan terjadi.
"Ren, lindungi Tiara dan juga Santi!"
"Gila, gue nggak bisa! Gimana caranya lindungi dari demit dodol! Gue bukan dukun!" sungut Rendra sambil menarik kedua wanita cantik ke belakang tubuhnya.
Raka cengengesan, tapi kemudian ia berubah serius menatap ke arah pintu yang sebentar lagi jebol. Pagar gaib yang dibuatnya memang tidak bisa menandingi kekuatan purba yang dikuasai lelembut berbulu yang kini hadir di depannya dengan penuh amarah. Suara geraman menggema, menandakan keangkuhan yang tak lekang dimakan zaman.
"Kau berani mencampuri urusanku!" hardik Bayu dengan suara menggelegar.
"Kau yang tak sepantasnya ada disini Bayu! Kau dengan wajah jelekmu itu harusnya kekal di dasar neraka!" Raka tak kalah kerasnya membalas hardikan Bayu.
Bayu tertawa lantang, membuat lampu di seluruh lantai lima berkedip layaknya lampu disko dan mati. Para penghuni apartemen yang penasaran pun keluar dan mencari tahu penyebabnya tapi betapa terkejutnya mereka saat melihat sosok tinggi besar berbulu dengan wajah menyeramkan menggeram dan mengancam ke arah para penghuni.
Mereka sontak berlarian masuk kembali ke dalam apartemen masing-masing dalam kondisi menggigil ketakutan. Puas menakut nakuti para penghuni apartemen, Bayu ganti menatap ke arah Raka.
"Menyingkirlah aku tak ada urusan dengan mu!'
"Langkahi dulu mayatku jelek!" Raka mengejeknya dengan seringai tengil.
Keduanya pun memulai adu kekuatan. Menimbulkan kegaduhan dan memporak porandakan isi apartemen Tiara. Rendra melindungi Santi dan Tiara dengan berlindung di balik sofa panjang. Memasang badan untuk adiknya yang kini bak mayat hidup.
Tiara menatap pertarungan dua makhluk berbeda dunia itu dengan intens tanpa ekspresi. Bayu terus melawan Raka yang ternyata cukup kuat. Tiara mencari keberadaan bedak tempat Bayu bersemayam.
"Dimana kotak itu?" ia bergumam lirih.
Matanya mengedar dan akhirnya menemukan kotak itu tersembunyi di balik kursi yang sudah tak karuan bentuknya. Tiara berusaha meraihnya dengan sekuat tenaga. Posisinya yang terjepit di antara lemari sedikit menyulitkan tangan Tiara untuk menggapainya.
"Ra, kamu ngapain sih!" tanya Rendra kesal karena adiknya tak mau diam.
Tiara tak menjawab dan terus berusaha meraih kotak itu hingga akhirnya, "Dapat!"
"Ngapain kamu ambil kotak itu?!" Rendra setengah berbisik.
"Ren, ini tempat tinggal Bayu. Dia ditugaskan untuk menjaga bedak ini selama ratusan tahun. Tugasnya melindungi dan memastikan pemiliknya menjalankan perjanjian dengan baik. Jika kita hancurin rumahnya aku yakin Bayu akan hilang dan mati!"
"Kamu yakin?" Tiara mengangguk.
Ia meletakkan kotak itu di tengah lalu mencari alat untuk menghancurkan kotak bedak. Sepotong kayu besar sempalan dari kursi yang hancur dipungut Rendra tak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Awas, Ra!"
Santi dan Tiara sedikit menjauh. Rendra memukulkan kayu itu berkali-kali tapi nihil setiap akan menyentuh kotak kayu itu terpental dan usaha Rendra sia-sia. Bedak itu seperti dilapisi pelindung yang membuatnya tak tersentuh.
"Haaaiish, brengsek, kotak sialan!" umpat Rendra yang kehabisan tenaga.
Tiara menatap tak percaya, kotak itu diselubungi dengan kekuatan gaib yang hanya bisa dipecahkan oleh orang tertentu. Tiara menatap Raka yang masih berjuang melawan Bayu. Ia tersenyum lalu menarik Rendra agar mendekat ke arahnya.
Tiara membisikkan rencananya pada Rendra, "Apa? Gila kamu!"
"Cuma ini satu satunya, Bayu mencintaiku seperti hal aku dulu. Cuma aku yang bisa mengalahkan egonya Ren." Tiara menatap sang kakak dan berusaha meyakinkannya.
"Bantu aku, ok?!" Tiara kembali mengiba pada Rendra, kakak lelakinya itu akhirnya setuju.
"Ingat, berikan kotak itu pada Raka dan hancurkan!" Tiara menoleh setengah badan kearah Rendra yang berdiri di belakangnya lalu berjalan mendekati Bayu.
"Sayang, apa kau tidak merindukan aku?" Tiara memanggil Bayu dengan pelan.
Bayu seketika berhenti melakukan serangan dan menatap Tiara yang berdiri dengan wajah merindu. "Tiara,"
Santi memberikan kode pada Raka agar berhenti melawan dan menjauh. Raka yang semula hendak memanfaatkan kelengahan Bayu akhirnya mengerti dengan bahasa isyarat yang diucapkan Santi tanpa suara.
"Tiara, kenapa kamu mengkhianati Ratu? Dia mengutusku untuk menghukum mu sayang." Bayu perlahan berubah wujud kedalam bentuk manusianya.
Tiara berjalan mendekat, "Maafkan aku Bayu, aku cuma mau berhenti dan menyelamatkan Alan. Aku nggak mau ada korban lagi."
"Tapi perjanjian adalah perjanjian Tiara."
Bayu menatap wajah Tiara dan meraih tangan kekasihnya dengan mengecupnya lembut.
"Kau berubah setelah menghisap sukma manusia, bisakah kau berhenti melakukannya dan kita kembali seperti dulu?" tanya Tiara lagi, wajahnya terlihat mengiba dan memohon agar permintaannya dikabulkan.
"Ra, kamu tahu kan aku nggak bisa melakukannya. Aku bangsa lelembut yang ditugaskan Ratu untuk menjaga kekuatan bedak itu."
"Lawan Bay, kamu cinta aku kan? Lawan dia dan kita bisa hidup bersama dengan bahagia." bujuk Tiara lebih harap.
"Aku ingin, tapi sayangnya aku tak kuasa melawan kekuatan sang Ratu."
Tiara terdiam sejenak, meraup wajah Bayu dengan segenap hati dan memberinya kecupan ringan. "Maafkan aku sayang, aku sudah menawarkan pilihan terbaik untuk kita, tapi kau menolaknya."
Bayu belum menyadari maksud perkataan Tiara, kekasih lain alamnya itu tiba-tiba berteriak.
"Sekarang, Raka!"
Raka dengan sekuat tenaga menghancurkan kotak bedak itu. Satu kali pukulan meretakkan pelindung gaib, ia kembali mengayunkan kayu ke arah kotak, pelindung itu hancur. Bayu berusaha menerjang Raka, ia marah. Tapi Tiara menahan tubuhnya, "Cepat Raka!"
"Bismillahirrahmanirrahim, ya Allah bantu aku menghancurkan angkara mengerikan ini!" Raka kembali mengayunkan kayu ke arah kotak dan berhasil, kotak itu terbelah.
__ADS_1
Ia mengulang hantaman untuk kedua kalinya dan berhasil, kotak bedak beserta isinya hancur berkeping keping. Bayu mengerang kesakitan, ia melepaskan tubuh Tiara yang memeluknya erat. Bak kaca yang terhantam benda keras, diwajah Bayu terlihat retakan retakan yang kemudian menyebar ke seluruh tubuhnya. Ia menatap nanar wajah kekasihnya.
"Tiara, k-kau …,"
"Selamat tinggal sayang, maaf aku tidak bermaksud mengkhianatimu tapi semua sudah berakhir!"
Angin tiba-tiba saja bertiup kencang masuk ke dalam ruangan. Angin itu berputar bak ****** beliung raksasa, memporak porandakan ruangan dan menghempaskan tubuh manusia yang ada didalam ruangan itu dengan keras. Tiara terlempar dan bertahan dengan berpegangan di lemari yang sudah tak berbentuk lagi.
Angin itu lalu menyedot udara dalam ruangan dengan cepat membuat Tiara kesulitan bernafas. Menerbangkan bedak setan yang telah hancur tak berbentuk lagi. Tubuh Bayu perlahan terlihat memudar dan berubah menjadi debu didalam pusaran angin.
Tiara dengan susah payah berusaha melihat apa yang terjadi, ia tersenyum idenya berjalan lancar. "Maaf Bayu, izinkan ku ucapkan sekali lagi. Aku mencintaimu."
Pusaran angin itu semakin mengecil, Tiara memberanikan diri untuk mendekat, menatap tubuh Bayu yang baru hilang sebagian. Tapi tiba-tiba saja, kekuatan lain datang menarik tubuhnya masuk dalam pusaran angin. Tiara tersentak kaget, ia tak kuasa melawan. Sejurus kemudian ia baru menyadari jika dirinya berada dalam pelukan Bayu.
"Ikutlah denganku sayang, kita akan selalu bersama dalam keabadian!"
"Bayu?"
Keduanya saling menatap, Bayu tersenyum dan mencium bibirnya. "Waktunya telah tiba,"
Tiara tak kuasa menolak, ia pasrah. Tiara mendengar suara Rendra diantara bunyi berisik angin yang berputar disekitarnya. "Ren, jaga dirimu baik-baik."
Rendra berteriak berusaha menarik Tiara dari dalam pusaran angin tapi Raka mencegahnya.
"Jangan bodoh! Kau bisa mati!"
"Tapi Tiara?!"
"Dia sudah memilih jalannya sendiri Ren, kita nggak bisa berbuat apa-apa!"
Rendra menatap nanar ke arah adiknya, "Ra, Tiara!"
Pusaran angin memecahkan seluruh kaca jendela, membawa tubuh Tiara keluar dengan cepat. Bayu yang memeluk Tiara erat perlahan menghilang menjadi debu meninggalkan tubuh Tiara yang kini menghujam bumi dengan cepat. Tiara memejamkan mata sebelum tubuhnya jatuh tepat di atas mobil miliknya. Tiara pun tewas.
Hal terakhir yang ditangkap mata Tiara adalah bayangan wanita berkebaya merah yang tersenyum padanya. Nyai kembang datang menjemput.
"Waktunya mengabdi cah ayu!"
...*** TAMAT ***...
...met istirahat semuanya...
...with love~lia❤️...
...🍀🍀🍀🍀🍀...
hai semua An Ancient Relique akan hadir menemani malam tahun baru nanti yaa...terbit bersamaan dgn pergantian tahun baru 2023 nanti 🤗
__ADS_1
baca serunya Nirwana Zehra memburu relik kuno milik klan vampir dan jatuh hati pada Darren Constantin, calon pemimpin klan vampir.
thanks for supporting 🥰🥰