Belenggu Cinta Sang Mantan

Belenggu Cinta Sang Mantan
BAB 25 : Ancaman Arka


__ADS_3

"Siapa yang memerintahkan mu melakukan hal menjijikkan itu pada wanitaku!" ucap Arka menatap tajam pria di hadapannya, ia mencengkram kuat kerah kemeja pria tersebut.


"Jadi wanita itu adalah kekasih mu?" tanya pria tersebut mendongakkan kepalanya menatap Arka sambil tersenyum miring. "Aku melakukannya atas keinginan ku sendiri tanpa ada yang memintaku, bukankah sudah aku katakan kalau dia adalah wanita yang sangat menggoda, karna itu aku sangat penasaran." ucapnya kembali.


Arka melepaskan cengkeramannya. "Buka ikatannya," perintah Arka pada salah satu anak buahnya yang ada di ruangan itu.


"Baik tuan."


Arka membuka jas yang ia gunakan dan memasang sarung tangan yang di berikan sekretaris Rey, sambil menggulung kedua lengan kemejanya. Arka terus menatap tajam pria yang ada di hadapannya yang telah menjebak istrinya.


Akibat ulah pria brengsek itulah, Mita pergi meninggalkan dirinya dan membuat wanita yang ia cintai harus mengalami trauma yang membuatnya selalu mengalami mimpi buruk.


Bug!


Arka kembali memukul wajah pria itu hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah. Pria itu bangun dan berkali kali mencoba memberikan serangannya pada Arka, tapi sekali pun ia tidak dapat menyentuh sang CEO dingin itu.


Brak!


Arka menangkis pukulan pria itu dan dengan sekali pukulan mampu membuat tubuh pria tersebut terlempar mengenai barang barang yang ada di rungan itu.


"Cepat katakan siapa orang yang mengirim mu untuk menjebaknya?" tanya Arka dengan ekspresi datar, tapi tatapannya mampu membuat orang orang yang melihatnya merinding.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengatakannya, sekalipun kau membunuhku," walaupun tubuhnya sudah kesakitan pria tersebut tetap tidak mau mengatakan siapa orang yang telah memerintahkannya.


"Ternyata kamu terlalu meremehkan ku, baiklah sekarang saatnya kamu membayar atas apa yang telah kamu perbuat pada wanitaku," ucap Arka sambil tersenyum sinis dan hal itu terlihat sangat mengerikan.


"Apakah dengan tangan ini kamu menyentuh istriku?" tanya Arka duduk di hadapan tawanannya sambil mengusap lembut kedua tangan pria asing itu dengan seringai di wajahnya.


"Apa yang ingin kamu lakukan?!"


"Tentu saja membersihkan tangan kotor mu itu," ucap Arka dengan seringai di bibirnya.


"Ini tuan," ucap anak buahnya yang memberikan satu ember air yang sudah di isi dengan air yang sudah mendidih.


Byur!


Arka menyiram kedua tangan pria tersebut dengan air panas itu.


"Argh!!!" teriak pria itu kesakitan saat air panas menyentuh kulit tangannya yang langsung melepuh.

__ADS_1


"Kamu masih tetap mau menutupinya?"


"Hahaha!! ..." bukannya takut ia malah tertawa, setelah puas tertawa ia mendongakkan kepalanya menatap Arka sambil meringis menahan sakit. "Ternyata ekspektasi ku tentang mu terlalu tinggi tuan, aku pikir kau akan menguliti ku, ternyata hanya ini kekejaman dari seorang tuan muda Dinata yang selama ini aku dengar merupakan pria yang sangat kejam. Siraman air panas mu itu tidak akan mampu membuatku mengatakan siapa orang yang telah memerintahkan ku," ucap pria tersebut dengan senyum meremehkan.


"Sebenarnya aku sangat ingin menguliti mu, tapi untuk saat ini aku tidak ingin mengotori tanganku untuk menyentuh pria hina seperti mu, aku sudah menyiapkan kejutan yang lebih berkesan untuk mu, apa kamu tidak penasaran?" ucap Arka sama sekali tidak terprovokasi dengan ucapan meremehkan pria di hadapannya itu.


"Cih aku tidak peduli dengan kejutan mu itu tuan," ucapnya semakin berani.


"Bagaimana kabar adik tersayang mu? Apakah dia sudah sampai di tempat tujuannya dengan selamat?" Arka tiba tiba saja menanyakan tentang adik pria itu.


"Apa maksud mu?" pria itu terlihat sangat gelisah ketika mendengar Arka menyebutkan adiknya.


"Rey berikan ponsel itu padanya!" perintah Arka.


"Baik tuan," jawab Rey lalu memberikan ponselnya yang menayangkan sebuah Vidio seorang gadis yang terikat di atas tempat tidur yang sama dengan kamar hotel di mana Mita waktu itu hampir di lecehkan oleh pria yang ia sekap saat ini, tidak hanya itu di sana juga sudah ada dua orang pria yang siap menerkam gadis itu.


Pria itu membelalakkan matanya saat melihat siapa wanita yang ada di Vidio itu. "Apa yang akan kamu lakukan pada adikku, cepat lepaskan dia!"


"Tolong lepaskan aku, jangan ... Aku mohon ..." jerit gadis di dalam Vidio tersebut saat kedua pria itu terus mendekat.


"Kakak tolong aku ..." lirih gadis itu yang terus mundur mencoba menghindari pria pria yang hendak menyentuhnya.


Arka tersenyum sinis menatap pria yang terlihat sangat marah padanya. "Bukankah kau tadi mengatakan kalau aku tidak sesuai dengan ekspektasi mu, sekarang aku sedang menunjukkan padamu bagaimana kekejaman ku," ucap Arka.


Pria itu yang sadar dengan apa yang dilakukannya bisa saja membahayakan adiknya langsung bersimpuh di hadapan Arka. "Tuan tolong lepaskan adikku, kamu bisa menyiksaku atau bila perlu membunuhku, tapi tolong lepaskan adikku."


"Bagaimana kalau aku tidak mau?" ucap Arka.


"Aku mohon tuan ... Aku akan melakukan apa pun asalkan anda melepaskannya," mohon pria tersebut sambil memegang tangan Arka.


"Apakah kamu juga melepaskan istriku, waktu dia memohon padamu?" tanya Arka dengan tatapan dinginnya. "Apa kau tau karna perbuatan mu itu, istriku mengalami trauma, ia terus di hantui oleh rasa takut dan was-was, aku ingin tau bagaimana perasaanmu jika aku melakukan hal yang sama pada adik tersayang mu itu," ucap Arka menatap sinis.


"Ampun tuan, aku akan menanggung atas apa yang telah aku lakukan pada kekasih anda, tapi jangan libatkan adikku," ucapnya. Semua keangkuhannya yang baru saja ia tunjukkan seketika lenyap saat melihat bagaimana adik tersayangnya menjerit ketakutan.


Arka memberikan ponsel itu pada Rey. "Siapa yang memerintahkan mu?" tanya Arka datar.


"Apa anda akan melepaskan adikku?"


"Rey," Arka menatap sekretarisnya itu.

__ADS_1


Rey yang mengerti dengan tatapan Arka langsung saja menghubungi orang orangnya. "Lepaskan gadis itu," ucap sekretaris Rey.


"Katakan yang sebenarnya dan jangan coba coba menipuku atau adikmu akan menanggung akibatnya," ancam Arka.


Pria itu akhirnya menceritakan pada Arka awal pertemuannya dengan seorang wanita yang tiba tiba saja menawarkan pekerjaan dengan bayaran yang sangat mahal, dan memintanya untuk menjebak Mita. Ia awalnya menolak tawaran itu, tapi karna uang yang di tawarkan cukup menggiurkan membuatnya gelap mata dan menerima tawaran tersebut. Apalagi saat ia mengetahui kalau wanita yang menjadi targetnya adalah Mita, wanita galak yang pernah menolaknya.


"Aku tidak tau siapa orang itu, karna saat ia menemui ku ia menggunakan masker dan topi. Tapi yang pasti dia adalah seorang wanita," jawab pria tersebut jujur.


"Apa kamu mengenali ciri cirinya?" tanya Arka.


"Dia memiliki suara yang sangat lembut dan ia juga terlihat sangat berkelas walaupun wajahnya di tutupi oleh masker dan topi."


"Apa tidak ada hal lain yang kamu ingat tentang orang itu?"


Pria itu terdiam, ia terlihat sedang berpikir. "Oh iya aku ingat plat mobilnya," ucapnya menyebutkan plat mobil yang digunakan wanita tersebut.


"Apa kamu yakin?"


"Iya aku sangat yakin akan hal itu," jawab pria tersebut.


"Kali ini aku akan melepaskan mu, jika bukan karna adikmu yang memohon mohon aku tidak akan mengampuni mu, dan ingat jangan pernah muncul di hadapan istriku mau itu sengaja atau tidak di sengaja, karna aku akan membunuhmu saat itu juga," ancam Arka.


"Urus dia dan bawa ke rumah sakit," perintah Arka pada anak buahnya lalu beranjak dari tempat itu diikuti sekretaris Rey.


"Bagaimana dengan adik pria itu?" tanya Arka saat mereka di tengah perjalanan.


"Dia mengucapkan terimakasih pada tuan karna sudah melepaskan kakaknya," jawab sekretaris Rey sambil tetap fokus mengemudi.


"Ternyata idenya benar benar membuat pria itu buka mulut, sepertinya pria brengsek itu sangat menyayangi adiknya," ucap Arka. Ya jadi kejadian yang ada di Vidio tadi adalah rekayasa semata, hanya untuk membuat pria itu mengakui siapa orang yang telah memerintahkannya, dan semua itu adalah ide dari adiknya sendiri.


Adik dari pria itu terus memohon pada Rey agar ia melepaskan kakaknya dan mengatakan akan membantu untuk membuat sang kakak mengaku. Arka yang tidak tega akhirnya mengiyakan permintaan wanita yang terlihat sangat mirip dengan seseorang yang ia kenal, tapi ia tetap akan memberikan pelajaran pada kakak wanita itu.


-


-


Selama perjalanan Arka terdiam menatap jalanan pikirannya terus tertuju pada mamanya. "Apakah mama sebegitu inginnya memisahkan aku dengan Mita, sampai nekad melakukan hal seperti itu?" batin Arka saat mengingat ucapan pria tadi yang menyebutkan plat mobil yang merupakan milik mamanya.


Bersambung . . . . . . .

__ADS_1


__ADS_2