Belenggu Cinta Sang Mantan

Belenggu Cinta Sang Mantan
BAB 30 : Mengutarakan perasaan


__ADS_3

Mita kembali ke kamar setelah membersihkan bekas makan Arka dengan membawa segelas air putih. Ia sedikit merasa bersalah pada Arka, ia yang hanya mencicipi sisa kuahnya saja tidak tahan saking asinnya sup buatannya itu, bagaimana dengan Arka?


"Ini minumlah," ucap Mita tiba tiba menyodorkan air pada Arka yang saat ini sedang fokus dengan laptop di pangkuannya.


Arka mendongakkan kepalanya menatap Mita. Ia langsung saja mengambil gelas yang sudah terisi air tersebut dari tangan Mita dan meminumnya tanpa bertanya.


"Kenapa kamu masih memakannya? Padahal rasanya sangat asin," ucap Mita kembali.


"Hah?"


"Seharusnya kamu bilang kalau itu asin, kenapa malah berbohong padaku?" tanya Mita.


Arka yang mengerti arah pembicaraan Mita memindahkan laptop di pangkuannya lalu menarik tangan Mita lembut agar duduk di sampingnya Arka memperbaiki posisi duduknya menghadap Mita lalu tersenyum.


"Aku tidak berbohong, karna apa pun yang kamu masak akan terasa enak di lidahku," ucap Arka sambil menggenggam tangan Mita dan menciumnya, dan hal itu membuat Mita kembali terpaku oleh perlakuan Arka yang benar benar berubah drastis.


"Ck, apa kau bodoh? Rasanya asin begitu kamu bilang enak aku saja dapat merasakan lidahku mati rasa saking asinnya," ucap Mita lalu menarik tangannya dari genggaman Arka.


"Iya, kamu benar aku memang bodoh, karna yang aku tau hanyalah mencintaimu," jawab Arka menatap Mita.


"Jadi kalau suatu saat aku memberimu racun, kamu akan tetap memakannya dan mengatakan itu enak?" Entah kenapa ia tiba tiba merasa kesal.


"Jika itu bisa membuatmu bahagia aku akan dengan senang hati melakukannya untukmu," jawab Arka terlihat serius.


"Apa kamu sedang menggombal? Tapi maaf tuan kata kata manis seperti itu tidak akan mempan padaku," ucap Mita berusaha menyembunyikan debar di jantungnya.


"Tidak, aku hanya mengatakan yang sebenarnya," jawab Arka. Karna memang benar apa yang baru saja ia ucapkan adalah isi hatinya, ia benar benar mencintai Mita bahkan ia rela jika harus kehilangan nyawa untuk membuat wanitanya bahagia.


"Sebenarnya apa yang kamu inginkan? Bukankah kamu mengatakan jika kamu sangat membenciku, lalu bagaimana mungkin sekarang kamu tiba tiba mengatakan mencintaiku? Jika itu hanya bagian dari rencana mu untuk membalas ku, aku mohon jangan lakukan itu, jangan membuatku mengharapkan sesuatu yang tidak pantas untuk aku harapkan," ucap Mita terdengar lirih.


"Maaf atas semua perlakuanku padamu selama ini, tapi bisakah kita memulai semuanya dari awal?" pinta Arka kembali menggenggam kedua tangan Mita. Pembicaraan mereka semakin serius.

__ADS_1


Mita tidak tau harus menjawab apa, ia masih bingung dan ragu, apakah semua ucapan Arka memang benar benar tulus atau hanya untuk membuatnya luluh lalu setelah itu dia akan mencampakkan dirinya. Selain itu ia dan Arka tidaklah sebanding.


Arka yang melihat Mita diam saja kembali berucap. "Semua yang aku katakan adalah yang sebenarnya aku rasakan. Memang benar aku berencana untuk membalas perbuatan mu dengan membuatmu menderita, tapi aku menyadari bukan itu yang aku inginkan. Aku hanya ingin kamu tetap di sisiku, aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, aku ingin kita hidup bersama selamanya," ucap Arka lalu turun dari sofa dan duduk di hadapan Mita.


"Tapi aku dan kamu tidak akan mungkin bisa menjadi kita, kamu terlalu tinggi untuk aku gapai Ar ... dan akan banyak yang terluka jika hubungan ini terus dipaksakan." ucap Mita dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Jawab dengan jujur apa kamu mencintaiku?" tanya Arka mendongakkan kepalanya menatap Mita.


Mita tidak menjawab ia hanya menundukkan kepalanya.


Arka bangkit dan kembali duduk di samping Mita, ia menarik lembut dagu Mita supaya menghadap dirinya. "Apa kamu mencintaiku?" tanya Arka kembali.


"Apa itu penting sekarang? Bahkan jika aku mencintaimu, itu tetap saja tidak akan mengubah semuanya," jawab Mita.


"Aku tidak peduli akan hal lain, jadi jawab saja dengan jujur apa kamu mencintaiku atau tidak?" Arka menarik pinggang Mita agar lebih dekat dengannya.


Mereka saling menatap cukup lama menyalurkan perasaan masing masing, tanpa mereka katakan pun semuanya sudah terlihat jelas dari tatapan matanya kalau ada cinta yang begitu dalam di antara mereka.


Mita menepis kuat tangan Arka dan menatapnya tajam. "Ya! Aku mencintaimu, sampai detik ini rasa cinta itu terus bertambah, bahkan karna cinta itu aku hancur Arka! Karna cinta itu aku harus pergi jauh meninggalkan orang orang yang aku sayangi, tapi rasa cinta itu tidak ada artinya, karna aku hanyalah wanita biasa yang tidak pantas untuk pria hebat sepertimu, apa kamu tau? Mama mu pernah mendatangiku dan memintaku meninggalkan mu, karna aku mencintaimu aku bersikeras untuk tetap di sisimu dan menolak keinginan mama mu, dan apa kamu tau apa yang terjadi selanjutnya? Mama mu terus menggangu keluargaku dan mengancam ku, bahkan aku hampir saja kehilangan hal paling berharga dalam hidupku dan semua itu karna aku mencintaimu Ar, Aku–" lirih Mita dengan air mata yang sudah tidak dapat ia bendung.


Arka tidak sanggup lagi mendengar ucapan Mita langsung saja menarik tubuh lemah itu ke dalam pelukannya, ia semakin merasa bersalah pada Mita, rasanya lebih menyesakkan saat mendengar semuanya secara langsung dari mulut Mita. Ia pikir hanya dirinya yang tersiksa selama ini, ternyata Mita jauh lebih tersiksa darinya.


"Maaf," ucap Arka sambil mengusap bahu Mita yang bergetar karna tangis.


"A– aku mencintaimu Ar, tapi aku takut ..." lirih Mita sambil memeluk Arka erat.


"Maafkan aku sayang ..." Arka berulang kali mengatakan kata maaf pada Mita.


"Mita melapaskan pelukannya dan menatap Arka. "Mari kita akhiri semua ini Ar, tolong lepaskan aku karna dengan begitu tidak akan ada yang terluka," ucap Mita.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu, selamanya kamu akan tetap menjadi istriku, percayalah padaku kali ini aku akan melindungi mu," ucap Arka.

__ADS_1


"Tapi–"


"Maaf kali ini aku akan egois, apa pun alasannya aku tidak bisa melepaskan mu, cukup sekali aku kehilangan dirimu, aku tidak akan membiarkannya untuk kedua kalinya." ucap Arka memotong ucapan Mita.


"Kamu tidak perlu melakukan apa pun, biar aku saja yang berjuang, kamu cukup diam dan menerima cintaku," ucap Arka kembali.


"Kamu benar benar jahat Ar," ucap Mita sambil memukul dada Arka.


Arka hanya diam saja, ia membiarkan Mita melampiaskan kemarahannya padanya, kali ini ia benar benar tidak akan melepaskan Mita apa pun yang terjadi.


Arka kembali menarik tubuh Mita dan memeluknya erat seakan akan takut Mita akan pergi jika ia melepaskannya. Mita semakin terisak dalam pelukan Arka ia tidak tau apa ia harus bahagia atau tidak kisah cintanya bersama Arka terlalu rumit.


"Aku akan melakukan apa pun untukmu, tapi tidak dengan perpisahan," ucap Arka.


"Lalu kamu akan terus mengurungku di tempat ini?" tanya Mita dengan suara parau.


"Jika itu bisa membuatmu tidak meninggalkanku, aku akan melakukannya." jawab Arka masih dengan memeluk Mita.


"Dasar pria gila," ucap Mita, tapi ia semakin mempererat pelukannya pada Arka.


"Kewarasan ku sudah hilang sejak kamu meninggalkanku, bahkan aku bisa lebih gila dari ini jika itu menyangkut dirimu," ucap Arka.


-


-


Sementara di tempat yang berbeda seorang pria tampan dengan postur tubuh tinggi terlihat sedang menelpon seseorang, entah apa yang ia bicarakan.


"Dia benar benar menyembunyikannya dengan sangat baik, bahkan ia menikah tanpa memberitahu siapa pun," gumam pria tersebut setelah sambungan telpon di matikan.


Bersambung . . . . . .

__ADS_1


__ADS_2