
Setelah drama Arka yang menyelinap dan berujung mendapatkan serangan gayung love, kini Arka dan yang lainnya sudah berada di ruang tamu, pria itu duduk di karpet sambil menundukkan kepalanya, ia benar benar mati kutu dihadapan mertuanya.
Laras menelisik wajah pria yang telah membuat putrinya mengalami kesulitan, ingin rasanya ia memukulinya hingga babak belur, karna sudah berani menculik putrinya yang berharga dan menikahinya secara diam diam. Andai saja Mita tidak menghalanginya sudah dapat dipastikan jika gayung love itu akan pecah untuk memukuli kepala Arka. Sementara Arka sesekali meringis menahan rasa perih di wajahnya akibat pukulan yang ia terima dari mertuanya dan juga Juna yang ikut ikutan menyumbangkan bogeman nya di wajah tampannya.
Begitupun dengan Juna yang menatap Arka dengan tatapan permusuhan. Sementara Mita yang saat ini duduk di samping mamanya berusaha untuk menenangkannya.
"Untuk apa kau datang malam malam ke rumahku dan menyelinap seperti maling?" tanya Juna.
"Aku ingin bertemu istriku," ucap Arka lalu mendongakkan wajahnya memberanikan diri menatap mertuanya yang tengah menatapnya dengan tatapan setajam silet.
"Cih, dasar tidak tau malu," sinis Juna, tapi Arka tidak mempedulikan hal itu, karna yang terpenting sekarang adalah meluluhkan hati mertuanya.
"Jadi kamu orang yang sudah membawa putriku, mengurungnya lalu memaksanya untuk menikah?" sarah menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. "Jika ingin menikah dengan Mita seharusnya kamu menemui keluarganya dan memintanya baik baik bukan malah dengan cara mengancamnya," ucapnya kembali berusaha menahan amarahnya agar tidak meledak.
Bagaimana tidak marah dan kecewa jika mengetahui putrinya selama ini di perlakukan seperti seorang tawanan, bahkan tidak di izinkan untuk bertemu dengan keluarganya.
"Maaf Tante, aku tidak bermaksud seperti itu, aku terlalu takut kehilangan Mita, aku takut jika Mita pergi lagi, karna pada saat itu aku belum tau jika kepergian Mita karna ulah mama," jelas Arka.
Ya, andai saja Arka tau lebih awal perbuatan mamanya ia tidak akan melakukan hal bodoh yang dapat menyakiti Mita. Tapi kini semuanya telah terjadi jadi ia hanya bisa memohon dan meminta maaf agar diberikan kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa kamu akan tetap mempertahankan Mita setelah semua yang dilakukan mama mu pada putriku?" tanya Sarah menatap menantunya.
"Sampai kapan pun Mita akan tetap menjadi istriku, aku tau caraku selama ini salah, aku janji akan melindungi Mita bahkan jika harus mengorbankan nyawaku, apa pun akan aku lakukan untuk melindunginya, aku mohon maafkan Arka Tante karna sudah banyak menyakiti Mita ... aku akan menerima hukuman apa pun dari Tante asalkan aku bisa tetap bersama Mita," mohon Arka memegang tangan mertuanya.
"Apa kamu akan menerima pria ini?" tanya sarah beralih menatap Mita.
"Sayang aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, aku tidak pernah mengkhianati mu, malam itu aku ingin memberikan kejutan dan memperkenalkan mu pada semua orang jika kamu adalah istriku, aku sama sekali tidak memiliki niatan untuk menikahi wanita lain, aku hanya ingin membongkar rencana busuk Clarisa," jelas Arka beralih ke hadapan Mita.
Mita pun ikut duduk di samping Arka dan memegang tangan mamanya. "Ma, aku juga mencintai Arka aku ingin memberikan dia kesempatan, karna semua ini bukan sepenuhnya kesalahan Arka," jawab Mita yakin. Ia sudah memikirkan keputusannya itu sejak tadi pagi.
"Baiklah jika itu memang keputusan mu mama tidak bisa memaksa mu, tapi bagaimana dengan orang tua Arka, bukankah dia tidak merestui hubungan kalian?" ucap Sarah.
"Itu tidak masalah, karna sekarang aku bukan bagian dari keluarga Dinata, aku sudah meninggalkan semuanya," jawab Arka.
Sarah menghela napas panjang mendengar jawaban Arka. "Itu masalah besar untuk ku, biar bagaimana pun dia tetaplah wanita yang telah melahirkan mu, wanita yang harus kamu hormati dan sayangi, jadi jika kamu ingin memperbaiki hubungan mu dengan Mita, maka kamu juga harus memperbaiki hubungan mu dengan mama mu, kamu harus bisa meyakini mama mu jika Mita memang yang terbaik untuk mu," ucapnya tegas. Ia tidak ingin jika Mita menjalankan hubungan tanpa restu.
__ADS_1
"Jadi apa itu artinya Tante telah merestui kami?" tanya Arka terlihat kegirangan.
"Aku memberikan mu kesempatan untuk membuktikannya apa kamu pantas untuk menjadi pendamping putriku, dan satu lagi kamu masih harus menerima hukuman dariku," ucap Sarah lalu bangun dari duduknya.
"Ma mama mau ke mana?" tanya Mita yang melihat mamanya tidak menuju kamarnya.
"Mama akan tidur di kamar lain, lebih baik kamu obati saja wajah suami mu sebelum terjadi infeksi, aku tidak ingin mempunyai menantu buruk rupa," jawabnya sambil melenggang pergi dari ruang tamu.
"Ini kesempatan terakhir mu, awas saja jika sampai aku mendengar kamu menyakiti Mita lagi, jangan harap kamu bisa bertemu lagi dengannya," ancam Juna lalu ia pun ikut beranjak meninggalkan Arka dan Mita yang masih bersimpuh di ruang tamu.
*
*
"Aw ... sayang pelan pelan," Arka meringis saat Mita menekan lukanya. Ternyata bekas pukulan mamanya Mita lumayan terasa nyeri, sekarang ia tau dari mana Mita menuruni sifat galak dan bar barnya. Walaupun mertuanya itu sudah berumur tapi tenaganya tidak bisa diremehkan, untung saja Mita cepat menghentikannya kalau tidak ia pasti sudah babak belur.
"Gak usah cengeng, siapa suruh kamu merusuh malam malam kayak gini, pakai manjat manja tembok segala, kalau di lihat petugas keamanan kamu bisa bisa di seret ke kantor polisi karena di kira maling, " gerutu Mita sambil mengobati luka Arka.
"Aku kayak gini kan demi ketemu kamu sayang, rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit saat jauh dari kamu, duniaku terasa hancur saat mengetahui jika kamu pergi lagi," ucap Arka terdengar seperti gombalan, namun memang itulah yang ia rasakan, ketakutan akan kehilangan Mita.
"Kan aku udah jelasin alasan aku bersikap seperti itu karena ingin memberikan kejutan, tapi malah aku yang dibuat terkejut karna kamu tiba tiba menghilang," ucap Arka.
"Aku juga tersiksa saat jauh dari kamu Ar, hati aku rasanya sangat sakit saat melihat kamu bersanding dengan wanita lain, membayangkannya saja aku sudah gak kuat," lirih Mita mengehentikan aktivitasnya yang mengobati luka Arka.
"Maaf," ucap Arka lalu menarik tubuh Mita membawanya ke dalam pelukannya.
Cup!
"I love you Mita Rastanty," ucap Arka lalu menciumi seluruh wajah Mita dan berakhir di bibir manisnya.
"Ish ... dasar modus," ucap Mita mencubit pinggang Arka.
"Kok modus sih, ini ungkapan sayang aku buat kamu, lagian kita juga belum pernah–"
"Stop jangan macam macam ingat ini rumah orang," ucap Mita menutup mulut Arka sebelum ia melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Berarti kalau bukan di rumah orang boleh dong?" tanya Arka sambil menaik turunkan alisnya genit.
"Kamu ngomong apa sih Ar? Aku gak ngerti aku masih polos," jawab Mita menghindari tatapan Arka, ia tiba tiba saja merasa malu saat Arka membahas hal seperti itu.
"Bener kamu gak ngerti, gimana kalau aku langsung ajarin aja aku jamin kamu pasti bakalan ketagihan," ucap Arka semakin semangat menggoda Mita.
"Arkana Dwi Dinata ..." Mita memberikan tatapan tajamnya pada Arka yang malah tertawa puas melihat pipi sang istri yang terlihat memerah.
"Udah jangan marah lebih baik sekarang kita tidur aja, sini jangan jauh jauh," ucap Arka yang sudah berbaring lalu menarik tubuh Mita agar berbaring di dekatnya. "Kamu tenang aja aku tidak akan memaksa mu untuk melakukan hal itu, aku hanya ingin memeluk mu saja," ucap Arka memeluk Mita dan menjadikan lengannya sebagai bantal.
Mita pun membalikkan tubuhnya menghadap Arka dan memeluk tubuh yang sangat ia rindukan selama beberapa hari ini.
"Mm ... sayang Juna beneran sepupu kamu kan?" tanya Arka tiba tiba.
"Iya, memangnya kenapa?" tanya Mita mendongakkan wajahnya menatap Arka
"Tidak ada aku hanya memastikan saja, sepertinya dia sangat menyayangi mu, dia tidak memiliki perasaan yang lebih ke kamu kan benar benar hanya perasaan sayang sebagai sepupu saja?"
"Ck, jangan mikir yang macam macam Juna tidak mungkin memiliki perasaan seperti yang kamu pikirkan itu," jawab Mita.
"Itu bisa saja terjadi apalagi kalian hanya sepupu jauh," ucap Arka kembali, ekspresinya mulai terlihat kesal.
"Aku pastikan itu tidak akan terjadi, karna di hati Arjuna sudah ada seseorang yang sangat ia cintai," ucap Mita meyakinkan Arka.
"Beneran kamu gak bohong kan supaya aku tidak cemburu?"
"Iya suamiku ... gak percayaan banget sih," ucap Mita lalu mencium pipi Arka, yang langsung membuat sang empu berbunga bunga.
"Syukurlah kalau begitu sekarang aku bisa sedikit tenang, aku percaya sama kamu," ucap Arka. Rasa cemburunya langsung lenyap begitu saja hanya dengan panggilan lembut dan ciuman dari Mita. "Tapi tetap saja kamu tidak boleh terlalu dekat sama dia aku cemburu," ucapnya kembali sebelum akhirnya mereka terlelap dengan posisi saling memeluk, menyalurkan rasa rindu yang sempat tertahan.
*****
Sementara itu di tempat yang berbeda seorang wanita dengan penampilan yang sangat kacau tengah mengamuk membanting semua barang barang yang ada di kamarnya.
"Aku tidak akan tinggal diam aku pasti akan membalas semua kekalahan ini."
__ADS_1
Bersambung . . . . .