
"Lisa yang sedang menelpon segera mengakhiri telponnya saat melihat Mita berlari kearahnya.
"Loh kok malah kesini? Ada apa? Kamu kok kayak orang ketakutan gitu," tanya Lisa.
"Nggak ada hanya saja tadi aku bertemu dengan cowok aneh," jawab Mita sambil mengatur napasnya.
"Mit," panggil Lisa.
"Hem," jawab Mita sambil menatap Lisa.
"Apa kamu masih merasa takut saat berinteraksi dengan seorang pria?" tanya Lisa hati hati.
Mita terdiam sejenak, ia terlihat berpikir sebelum menjawab pertanyaan Lisa. "Iya masih, tapi sudah tidak separah dulu," jawab Mita jujur, entah kenapa ia merasa nyaman setiap kali bercerita pada Lisa.
"Lalu bagaimana cara kamu menghadapi tuan Arka? Apa selama ini kamu juga tidak pernah berdekatan dengan suami mu?" tanya Lisa kembali.
"Hem, aku merasa nyaman jika berdekatan dengan Arka, aku juga tidak tau kenapa tapi saat berada di dekat Arka bahkan saat dia menyentuhku aku sama sekali tidak merasakan ketakutan seperti biasanya," jelas Mita apa adanya.
"Apa hanya dengan Arka kamu bisa merasa nyaman tanpa adanya ketakutan atau pun kecemasan saat berdekatan dengannya?
"Ada satu orang lagi, sepupu aku," jawab Mita, orang yang ia maksud adalah Juna, selama di negara A Juna lah yang selalu menjaganya mungkin karena itu ia merasa nyaman bersama sang sepupu.
__ADS_1
Lisa hanya manggut-manggut mendengar jawab Mita. "Lalu bagaimana dengan nyonya Laras?" tanya Lisa kembali.
Ekspresi Mita seketika berubah saat mendengar nama mertuanya. "Entahlah," jawab Mita dengan ekspresi sendunya lalu berjalan meninggalkan Lisa.
-
-
Keesokan harinya.
Sejak pagi Mita hanya berdiam diri di dalam kamarnya, bahkan ia makan juga tetap di dalam kamar. Ia benar benar tidak memiliki semangat untuk melakukan apa pun selain rebahan di tempat tidur. Berkali kali terdengar helaan napas dari Mita, ternyata rencananya untuk bersenang senang di villa selama Arka pergi sudah buyar berganti dengan perasaan was was, karna malam ini adalah acar ulang tahun perusahaan Dinata bersamaan dengan di lakukannya acara pertunangan Arka.
"Apa Arka benar benar akan bertunangan dengan wanita lain? Lalu bagaimana denganku?" batin Mita.
Semakin ia memikirkannya semakin membuatnya gelisah, waktu terasa begitu cepat berlalu, Mita terus berjalan bolak balik di dalam kamarnya dengan ekspresi yang terlihat sangat gelisah.
Tok tok tok ...!
Mita tersentak kaget saat terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.
Ia pun beranjak untuk membukakan pintu dan ia menatap bingung saat melihat bik Tuty bersama beberapa orang wanita yang baru pertama kali ia lihat sedang berdiri di depan kamarnya.
__ADS_1
"Ada apa bik?" tanya Mita.
"Oh ini kenalkan Non mereka orang orang yang dikirim tuan untuk membantu nyonya muda bersiap," jawab bik Tuty.
"Bersiap? Memangnya aku akan bersiap untuk apa?" tanya Mita yang semakin di buat kebingungan dengan ucapan bik Tuty.
"Soal itu saya juga kurang tau Non," jawab bik Tuty.
"Maaf nona apakah kita boleh masuk, waktu kita tidak banyak, Nona juga harus menjalankan serangkaian perawatan agar kulit anda menjadi lebih segar dan sehat," ucap salah satu dari mereka. Sontak ucapan dari wanita itu membuat Mita terkejut.
"Apa maksud mu?"
"Ayo Nona sebaiknya nona ikuti saja perintah tuan," ucap bik Tuty lalu menarik lembut tangan Mita untuk masuk ke kamarnya bersama orang orang yang sejak tadi menunggu persetujuan dari Mita untuk melakukan tugasnya.
Mita pun dengan pasrah membiarkan orang orang itu melakukan serangkaian perawatan pada tubuhnya, mulai dari luluran sampai pijat terapi, dan benar saja tubuhnya jauh terasa lebih segar dari sebelumnya.
"Sebenarnya apa yang sedang Arka rencanakan? Kenapa dia mengirim orang orang ini? Apa jangan jangan ia ingin aku datang ke acara pertunangannya?" batin Mita menebak apa yang sedang di rencanakan Arka sambil menatap pantulan dirinya pada cermin, yang terlihat sangat berbeda dengan make up dan menggunakan gaun warna silver yang terlihat simpel tapi tetap terlihat elegan tidak lupa rambutnya yang di tata dengan model sanggul dan aksesoris yang menambah keanggunan dalam diri Mita terpancar.
"Wah ... Nona anda benar benar sangat cantik, gaun yang dipilihkan tuan memang sangat cocok dengan Nona," ucap salah satu dari mereka menatap kagum kearah Mita.
Bersambung . . . . .
__ADS_1