Belenggu Cinta Sang Mantan

Belenggu Cinta Sang Mantan
BAB 36 : Menggeledah


__ADS_3

Ternyata orang yang baru saja datang adalah nyonya Laras, entah apa yang membuatnya sampai jauh jauh datang ke tempat ini. Semua pelayan dan penjaga di villa itu berjejer menyambut kedatangan sang nyonya besar yang sangat tiba tiba.


Bik Tuti yang merupakan kepala pelayan di sana, segera maju ke hadapan nyonya Laras untuk menyapa.


"Selamat pagi nyonya silahkan masuk," ucap bik Tuti menundukkan kepalanya.


Nyonya Laras langsung saja melangkah masuk di ikuti oleh seorang wanita cantik di belakanganya yang terlihat sangat angkuh, siapa lagi kalau bukan Clarisa.


Sesampainya di ruang tengah nyonya Laras memerhatikan sekitaran villa dengan tatapan penuh selidik.


"Maaf nyonya apa ada yang bisa saya bantu?" tanya bik Tuti yang melihat majikannya hanya diam saja dan terlihat seperti sedang mencari sesuatu.


"Cepat periksa semua tempat jangan sampai ada yang terlewatkan," perintah nyonya Laras pada beberapa orang pengawal yang ia bawa. Ia tidak mempedulikan pertanyaan bik Tuti.


"Baik nyonya," jawab mereka serempak lalu segera menggeledah semua ruangan dan tempat lainnya di villa tersebut.


"Maaf Nyonya kalau saya lancang, apa nyonya sudah memberitahu tuan jika anda akan menggeledah kediaman pribadinya?" tanya salah bik Tuti memberanikan diri.


"Aku adalah ibunya, aku tidak perlu mendapatkan izin darinya untuk mencari keberadaan wanita ja la ng itu," jawab nyonya Laras.


"Maaf Nyonya jika anda menggeledah tempat ini untuk mencari seseorang seperti itu anda tidak akan pernah menemukannya, karna tempat ini tidak dapat di masuki oleh sembarang orang," ucap bik Tuti kembali.


Nyonya Laras yang mendengar ucapan bik Tuti yang terkesan sangat berani padanya memberikan tatapan tajam. "Beraninya kamu menjawab ucapan ku! Kamu hanya seorang pelayan di sini, jangan hanya karna putraku memberikanmu kepercayaan kamu jadi besar kepala!" ucap nyonya Laras.

__ADS_1


"Bukannya saya lancang, saya hanya mengatakan yang sebenarnya nyonya, karna tuan tidak mungkin membawa wanita yang seperti nyonya katakan barusan," jawab bik Tuti tetap dengan suara yang lembut, ia sama sekali tidak terlihat takut pada nyonya Laras.


"Sebaiknya kau diam saja, tidak usah ikut campur urusanku, kalau sampai aku menemukan wanita itu, aku tidak akan segan segan untuk memecat mu," ancam nyonya Laras.


"Tapi–"


Wanita ja la ng yang ia maksud adalah Mita. Sejak Arka mengetahui tentang alasan kepergian Mita, nyonya Laras mulai mencari tau keberadaan wanita yang sangat ingin ia singkirkan dari kehidupan putarnya, dan benar dugaannya, orang orang suruhannya tidak menemukan keberadaan Mita di negara A dan dari laporan anak buahnya terakhir kali dia berada di indonesia tapi anehnya wanita itu tidak pernah terlihat dimana pun bahkan rumahnya selain di bandara, hal itu membuat ia curiga jika semua itu adalah ulah putranya, oleh karna itu ia datang ke villa, karna mungkin saja putranya menyembunyikan Mita di tempat ini.


"Sudahlah kau hanya seorang pelayan rendahan beraninya kau berbicara seperti itu pada Tante Laras, lebih baik cepat buatkan kita minum," ucap Clarisa ikut menimpali.


Sementara menunggu minuman yang dibuatkan pelayan, Clarisa diam diam menatap kagum setiap sudut ruangan yang sangat luas dengan banyaknya barang barang mewah yang melengkapi keindahan di villa tersebut.


"Aku tidak menyangka akan menemukan villa yang sangat mewah seperti ini di tengah hutan. Semua ini pasti akan menjadi milikku setelah aku menjadi istri kak Arka, aku benar benar sudah tidak sabar untuk menjadi nyonya muda Dinata," batin Clarisa. Ia menganggap tempat itu hutan karna tempatnya yang sangat jauh dari perkotaan dan pemukiman penduduk.


Clarisa terus berkhayal tentang bagaimana kehidupannya nanti setelah berhasil menikah dengan Arka, bahkan ia sampai lupa dengan tujuan mereka datang ke tempat ini.


"Bagaimana? Apa kalian menemukan wanita itu atau sesuatu yang mencurigakan di sini?" tanya nyonya Laras pada anak buahnya.


"Kami tidak menemukan siapa pun di sini nyonya, tapi ada satu tempat yang belum kami periksa karna ruangan itu sepertinya memang sengaja di kunci." jawab salah satu dari mereka, tempat yang mereka maksud adalah kamar Mita.


"Biar aku yang memeriksanya sendiri," ucap nyonya Laras sambil menyodorkan tangannya di hadapan bik Tuti. "Cepat berikan kunci kamarnya." pinta nyonya Laras.


"Tapi nyonya, tuan telah melarang siapa pun untuk masuk ke ruangan itu," ucap bik Tuti.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, cepat serahkan."


"Tapi nyo–"


"Dobrak saja pintunya!" perintah nyonya Laras pada anak buahnya. Ia benar benar sangat emosi dengan pelayan putranya yang satu ini, yang benar benar sangat keras kepala dan tetap tidak mau patuh padanya.


"Nyonya tunggu!" ucap bik Tuti sambil berlari mengejar ibu dari majikannya itu. "Nyonya tolong jangan lakukan itu, tuan bisa marah besar kalau sampai anda benar benar memaksa masuk ke ruangan ini," ucap bik Tuti terlihat sangat panik, ia masih berusaha untuk mencegah nyonya Laras.


"Cepat dobrak."


Salah satu anak buahnya maju dan berdiri di depan pintu kamar tersebut, siap untuk mendobraknya.


Bruk!


percobaan pertama masih belum berhasil.


"Lebih keras, aku harus segera menemukan wanita itu!"


mereka pun bergiliran mendobrak pintu kamar Mita, tapi masih belum berhasil karna pintu itu terbuat dari kayu yang berkualitas tinggi dan sangat kuat bahkan badan kekar mereka sudah mulai terasa sakit, tapi melihat tatapan tajam nyonya Laras membuat mereka terus mencoba.


Brak!


Orang orang itu bernapas lega karna akhirnya pintu pun terbuka setelah beberapa kali percobaan.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama nyonya Laras langsung saja masuk ke ruangan itu, dan ia dibuat sangat terkejut saat melihat isi kamar tersebut.


Bersambung . . . . . .


__ADS_2