
Sementara itu di tempat yang berbeda seorang wanita dengan penampilan yang sangat kacau tengah mengamuk membanting semua barang barang yang ada di kamarnya.
"Aku tidak akan tinggal diam aku pasti akan membalas semua kekalahan ini."
"Argh! ... sial kenapa semua menjadi berantakan seperti ini, semua ini pasti karna wanita kampungan itu kalau saja dia tidak kembali pasti sekarang aku sudah menikah dengan Arka," kesal Clarisa.
Bagaimana ia tidak kesal jika semua rencananya untuk mengeruk harta keluarga Dinata gagal total, ia juga harus menerima cacian dari orang orang karna Vidio panasnya bersama seorang pria berumur dan sekarang orang tuanya malah melimpahkan semua kesalahan padanya, padahal mereka ikut andil dalam masalah yang menimpanya saat ini, tidak hanya itu Deren yang selama ini menjadi teman tidurnya dan selalu mendorongnya untuk masuk ke keluarga Dinata telah mencampakkannya. Ia baru mengetahui ternyata pria itu hanya memanfaatkan dirinya untuk tujuan balas dendamnya dan setelah ia tidak berguna pria itu membuangnya layaknya sampah.
*
*
Esok harinya.
Setelah sarapan Mita dan mamanya tengah bersiap untuk meninggalkan mansion Juna. Karna seperti keputusan semalam jika hari ini mereka akan kembali ke rumah begitupun dengan Arka yang akan ikut tinggal di rumah keluarga Mita dengan alasan agar mertuanya itu bisa mengawasinya dan pastinya untuk menjalankan hukuman yang telah di siapkan untuknya, entah hukuman seperti apa tapi yang pasti Arka sudah siap untuk menjalankan hukuman dari wanita yang telah melahirkan istrinya itu.
"Tante apa tidak sebaiknya kalian tetap tinggal di sini agar lebih aman, Juna takut orang orang itu akan kembali melakukan sesuatu yang dapat membahayakan kalian terutama kamu Mit," ucap Juna terlihat khawatir untuk membiarkan Mita dan mamanya kembali ke rumah mereka.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu khawatir kami pasti bisa jaga diri, lagi pula mau sampai kapan kita harus terus terusan merepotkan mu Jun, sebaiknya kamu segera menemui nenek mu, sebelum dia benar benar menyeret mu dengan paksa," ucap mama Mita memperingati Juna yang selalu kabur kaburan.
"Ya, aku pasti akan menemuinya, nenek sihir itu terlalu cerewet, padahal dia masih memiliki dua cucu lainnya yang bisa ia suruh untuk mengurus perusahaan," gerutu Juna yang langsung mendapatkan jeweran.
"Dasar anak nakal berhenti menyebut nenek mu seperti itu, dia cerewet juga karna memiliki cucu seperti mu yang sulit diatur."
"Iya Tante maaf, aku tidak akan melakukannya lagi, tolong lepasin telingaku, Mit tolongin aku," pinta Juna menatap Mita yang hanya mengedikkan bahu sebagai jawaban jika ia tidak bisa membantu, sementara Arka tersenyum mengejek ke arah Juna yang terlihat kesakitan.
"Minta maaf pada nenek mu, berhenti menyusahkannya dia sudah semakin tua dan butuh perhatian dari kamu sebagai cucunya," peringat Sarah lalu melepaskan tangannya dari telinga Juna yang sudah memerah.
"Ya udah kalau gitu kita berangkat, terimakasih atas semua bantuan mu selama ini," pamit pada Juna.
"Iya bawel, sekali lagi makasih sudah selalu membantu dan menjaga ku selama ini," ucap Mita membalas pelukan sepupunya itu, tanpa disadari olehnya seseorang di belakangnya tengah menahan cemburu melihat kedekatan mereka.
"Lo gak usah khawatir, ada gue yang akan menjaga dan melindunginya," ucap Arka terdengar begitu dingin lalu menarik Mita pelan dari pelukan Juna.
"Gue pegang ucapan Lo walaupun gue masih belum yakin, ingat ini kesempatan terakhir Lo kalau sampai Mita terluka gue akan bawa Mita pergi ke tempat yang sangat jauh." Bisik Juna di telinga Arka.
__ADS_1
Arka tidak menanggapi ancaman Juna dan berjalan menyusul Mita dan mertuanya yang sudah masuk ke mobil yang telah disiapkan oleh Arka, walaupun ia sudah tidak memiliki fasilitas dari mamanya tapi ia masih memiliki beberapa aset pribadi yang ia hasilkan dari jerih payahnya sendiri.
Setelah berpamitan dengan tuan rumah, mobil pun melaju meninggalkan mansion milik Juna.
Setelah beberapa menit akhirnya mobil yang membawa mereka telah sampai di depan rumah Mita, tanpa di beritahu pun Arka sudah tau arah jalan ke rumah Mita karna ia pernah beberapa kali mengantar sang istri pulang saat mereka masih pacaran, tapi ia tidak pernah ada kesempatan untuk bertemu dengan mamanya Mita.
Mereka pun segera turun dari mobil dan untuk pertama kalinya Arka masuk ke rumah sang istri. Rumah Mita tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, sebenarnya Mita dan keluarganya hidup berkecukupan, bahkan di garasi rumah Mita terdapat dua unit mobil dan satu motor matic terparkir di sana, mama Mita juga memiliki usaha rumah makan yang cukup terkenal di tempat itu, tapi bagi mamanya tentu saja Mita tidaklah sebanding dengan keluarga Dinata.
-
-
Di mansion Dinata.
Nyonya Laras semakin merasa kesepian, ternyata Arka tidak main main dengan ucapannya, putranya itu benar benar pergi meninggalkannya. Ia mendudukkan tubuhnya di sofa, ia baru saja pulang dari kantor, baru satu hari Arka pergi perusahaan sudah menjadi kacau, para pemegang saham sudah mulai mengeluh tentang posisi yang kosong saat ini, dan beberapa orang mulai memanfaatkan keadaan tersebut untuk mendapatkan posisi tersebut, bagaimana jika Arka benar benar memutuskan untuk tidak kembali. Apalagi ia sudah menerima laporan dari anak buahnya jika sekarang Arka telah tinggal dengan keluarga Mita, bahkan putranya terlihat baik baik saja di sana.
"Apa selama ini aku sudah salah menilai wanita itu? Apa yang di katakan Clarisa tentang wanita itu hanya bagian dari kebohongannya juga, tapi aku sudah membuktikan sendiri kebenarannya, wanita itu tidak hanya memiliki satu pria di sisinya dia telah mengkhianati Arka dan hanya memanfaatkannya saja. Apa dia benar benar berbeda?" gumam nyonya Laras terus bicara sendiri mengingat semua ucapan Clarisa tentang Mita.
__ADS_1
Bersambung . . . . . .