Belenggu Cinta Sang Mantan

Belenggu Cinta Sang Mantan
BAB 34 : Rindu


__ADS_3

Tepat pukul 04.00 Mita mulai mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan kesadarannya, dan saat ia meraba ke sisi ranjang matanya melotot karna tidak merasakan keberadaan Arka yang semalam tidur di sampingnya.


"Kemana Arka? Apa dia sudah pergi tapi kenapa tidak membangunkan ku?" gumam Mita dengan ekspresi sendu.


Perlahan ia pun bangun dan menyingkirkan selimut dari tubuhnya, ia berniat untuk menanyakan kapan Arka berangkat pada pelayan yang ada di vila, tapi baru saja ia menurunkan kakinya dari tempat tidurnya ia tanpa sengaja melihat sebuah kertas di atas meja yang ada di samping tempat tidur, ia pun segera meraih kertas tersebut yang ternyata berisi pesan dari Arka.


Maaf jika aku tidak membangunkan mu, aku hanya tidak ingin menggangu tidur nyenyak mu, selain itu aku tidak ingin semakin berat untuk meninggalkan mu karna aku pasti tidak akan kuat jika melihat wajah cantik mu yang terlihat sedih saat aku tinggalkan, bisa bisa aku akan langsung membatalkan penerbangan ku. Jaga dirimu baik baik jangan sampai terluka sedikit pun, karna aku akan menghukum semua orang jika itu sampai terjadi, dan ingat jangan sampai rindu karna rindu itu berat biar aku saja. Tulis Arka mengakhiri pesannya dengan gombalan ala Dilan.


"Dasar nggak kreatif," gumam Mita yang menahan senyum saat membaca setiap kata demi kata tulisan sang suami, walaupun di akhir gombalannya nyontek di salah satu film terkenal, tapi itu tetap terkesan manis bagi Mita.


"Tapi tetap saja seharusnya dia membangunkan ku, setidaknya aku dapat melihatnya sebelum ia pergi. Semoga masalahnya dapat di selesaikan dengan cepat, karna sekarang saja aku sudah merindukannya," gumam Mita sambil menghela napas panjang.


Mita pun segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Pagi telah menjelang suara kicauan burung terdengar merdu saling bersahutan. Mita yang saat ini sedang duduk di balkon kamarnya terus menatap ponsel miliknya berharap sosok yang saat ini ia rindukan menghubunginya, tapi apa yang ia tunggu tak kunjung muncul.


"Kenapa dia belum menghubungiku? Apa mungkin ia masih beristirahat setelah perjalanan jauh? Atau ia saat ini terlalu sibuk dengan pekerjaannya?" gumam Mita tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


Sampai akhirnya ia pun bosan dan meletakkan ponselnya di atas meja kecil yang ada di hadapannya. Mita memejamkan matanya menikmati udara segar di pagi ini, belum satu hari Arka pergi tapi ia sudah sangat merindukan pria itu.


Seorang pelayan masuk ke dalam kamar dengan membawa segelas susu untuk Mita, sejenak ia terdiam saat memperhatikan nyonya mudanya yang terlihat melamun di balkon kamarnya, pantas saja tidak ada sahutan dari dalam saat ia mengetok pintu kamar.

__ADS_1


"Ini susunya di minum dulu nyonya," ucap bik Tuti sambil meletakkan susu tersebut dengan hati hati.


Mita pun tersadar dari lamunannya dan membalas dengan senyuman. "Oh iya terimakasih bik," ucap Mita.


"Sarapannya sudah siap, apa saya bawakan ke sini saja?" tanya bik Tuti.


"Gak usah bik, sebentar lagi aku akan turun," jawab Mita lalu meminum susu yang di siapkan oleh pelayan.


"Kalau begitu saya keluar dulu Non," ucap bik Tuti kembali sebelum keluar dari kamar majikannya itu.


Setelah menghabiskan susunya Mita kembali mengecek ponselnya, tapi masih tetap sama Arka masih belum menghubunginya. Ia pun segera keluar dari kamarnya. Di meja makan sudah ada beberapa pelayan yang berdiri menyambutnya dan mulai melayaninya, Mita sudah mulai terbiasa dengan perlakuan orang orang yang bekerja di villa ini yang menurutnya terlalu berlebihan. Ia dengan tidak semangat menyantap makanannya padahal ini bukan pertama kalinya ia sarapan sendiri.


"Ck,,, siapa yang merindukannya, aku hanya merasa bosan saja," ucap Mita berbohong padahal sebenarnya ia sangat merindukan Arka.


"Oh iya Mit, kamu mau jalan jalan gak?" tanya Lisa tiba tiba sambil menatap Mita.


"Tentu saja mau, tapi masalahnya tuan mu tidak akan mungkin memberikan izin, bisa bisa kepalaku di penggal oleh tuan mu itu kalau sampai nekad keluar dari tempat ini," jawab Mita lalu meminum air putih yang di sodorkan pelayan.


"Ayo," ucap Lisa kembali.


"Maksudnya?" tanya Mita kebingungan.

__ADS_1


"Ayo kita jalan jalan aku akan membantu mu untuk keluar dari sini," jawab Lisa.


"Jangan aneh aneh Lis, aku masih sayang dengan nyawaku," ucap Mita sambil geleng geleng kepala bisa bisanya Lisa menyarankan hal berbahaya itu.


"Aku serius Mita ... udah ayo kelamaan kamu tenang saja aku akan pastikan Arka tidak akan marah," ucap Lisa lalu menarik Mita untuk keluar dari villa.


"Lis kamu yakin gak akan ketauan Arka?" tanya Mita setelah masuk ke dalam mobil Lisa.


"Iya, percaya saja padaku semuanya akan baik baik saja, waktu kita tidak banyak kita harus segera pergi dari tempat ini," ucap Lisa meyakinkan Mita sambik memasangkan sabuk pengaman untuk Mita yang masih diam saja. Baru setelah itu ia melajukan mobilnya meninggalkan villa.


Di tengah jalan Mita merasa heran karna jalan yang ia lewati bukan jalan yang pernah ia lewati, walaupun ia hanya sekali melewatinya tapi ia ingat betul jika jalan ini bukan jalan biasanya.


"Perasaan ini bukan jalan untuk keluar dari tempat ini?" tanya Mita.


"Ini adalah jalan rahasia Mit," jawab Lisa tetap fokus dengan jalan di depannya.


Mita pun pasrah kemana Lisa akan membawanya.


Sementara itu di villa sebuah mobil mewah baru saja tiba di sana, membuat suasana di villa menjadi tegang saat melihat kedatangan seseorang yang baru saja keluar dari mobil.


Bersambung . . . . . . .

__ADS_1


__ADS_2