Belenggu Cinta Sang Mantan

Belenggu Cinta Sang Mantan
BAB 41 : Perasaan Mita


__ADS_3

Di villa.


Lisa terlihat mondar mandir dengan ponsel yang ia tempelkan di telinganya mencoba menghubungi nomor Arka, tapi tetap saja hanya suara operator yang terdengar.


"Sialan, kenapa nomornya tidak bisa dihubungi, sebenarnya apa yang sedang terjadi? Apa dia tidak tau kalau Tante Laras sudah mengumumkan pertunangannya dengan Clarisa?" gerutu Lisa yang sangat kesal karna Arka tidak dapat di hubungi.


Tidak hanya itu, ia juga menghubungi nomor sekretaris Rey tapi hasilnya tetap sama, nomor mereka tidak aktif.


"Benar benar pasangan bos dan bawahan yang kompak, awas saja kalau sampai dia menyalahkan ku saat mengetahui apa yang terjadi pada istrinya hari ini," gumamnya lalu kembali masuk ke kamar Mita.


Lisa kembali mengecek keadaan Mita yang masih belum sadarkan diri. "Aku pikir dia sudah bisa melupakan kejadian buruk yang menimpanya," ucap Lisa yang duduk di samping Mita yang terbaring.


"Kenapa dia belum sadar juga? Sebaiknya aku menelpon Bayu," Lisa yang hendak menghubungi dokter Bayu untuk memeriksa kondisi Mita mengurungkan niatnya tersebut saat mendengar suara lenguhan Mita.


Egh ...


"Mit, kamu sudah sadar?" Lisa kembali mendekat ke samping Mita yang sudah mulai mengerjapkan matanya. "Apa ada yang sakit?" tanya Lisa.


"Aku–" Mita tidak melanjutkan ucapannya saat teringat kembali dengan kejadian sebelum ia pingsan.


"Apa kamu baik baik saja?" tanya Lisa kembali saat melihat Mita yang terdiam.


Mita hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Ia tidak baik baik saja bukan hanya berita pertunangan Arka yang membuatnya shock, tapi wajah wanita paruh baya yang kini telah menjadi mertuanya itu kini memenuhi pikirannya. Ketakutan ketakutan itu mulai muncul di otaknya, bagaimana jika nyonya Laras mengetahui tentang pernikahan mereka? Apakah ia dan Arka akan baik baik saja? Kedua tangan Mita bertautan saling meremas.


Lisa yang melihat gelagat Mita segera memegang kedua tangannya dan mengusapnya lembut.

__ADS_1


"Aku takut ..." lirih Mita meremas tangan Lisa.


mengerti apa yang dibutuhkan oleh Mita saat ini ia langsung saja memeluknya.


"Menangis lah, kamu tidak perlu selalu berusaha untuk terlihat kuat, keluarkan rasa sesak yang mengganjal di hatimu saat ini, menangis tidak akan membuatmu terlihat lemah," ucap Lisa sambil menepuk pelan bahu Mita berusaha memberikan ketenangan.


Akhirnya tangis Mita pun pecah ia memeluk Lisa menumpahkan rasa sesak yang telah lama ia pendam, wajah ceria, dan galak yang selama ini ia tunjukkan hanyalah topeng untuk menyembunyikan luka dan ketakutan yang ia rasakan. Inilah yang selama ini membuatnya ragu tentang hubungannya dengan Arka, mengingat bagaimana nyonya Laras yang sangat ingin memisahkan dirinya dengan Arka.


"Aku tidak tau apa aku harus membenci wanita itu, kenapa dia bisa melakukan hal sekejam itu padaku Lis ... apa hanya karna aku bukan dari keluarga kaya hingga dia bisa berbuat seenaknya padaku, kenapa mereka melakukan ini padaku ... apa salah jika wanita sepertiku mencintai pria seperti Arka?" lirih Mita yang dibarengin dengan suara isak tangis.


"Aku tulus mencintai Arka Lis, bukan karna aku menginginkan hartanya," lirihnya kembali.


Lisa hanya diam saja membiarkan Mita  yang masih sesenggukan sambil memeluknya. Membiarkannya mengutarakan apa yang dirasakannya selama ini.


Setelah menumpahkan tangisnya kini Mita sedikit merasa lebih baik, walaupun hatinya masih merasa marah dan kecewa mengingat kabar pertunangan Arka dengan wanita lain. Ia sangat beruntung karna ada Lisa di sampingnya ia tidak tau apa yang akan terjadi jika Lisa tidak datang, pelayan pribadinya itu seperti sangat memahami perasaanya.


"Jangan terlalu di pikirkan soal berita yang ada di tv, aku yakin kamu lebih tau seperti apa suami mu, dia tidak mungkin mengkhianati mu setelah banyak hal yang dia lakukan untuk membuat kamu tetap disisinya," ucap Lisa.


"Bagaimana kalau dia melakukan semua itu hanya untuk membalas ku, karna pernah meninggalkannya? Buktinya dia sama sekali tidak menghubungiku selama dua hari ini pasti karna dia sedang sibuk mengurus pertunangannya,"


"Mungkin saja di awal ia memang melakukannya karna ingin membalas mu, tapi percayalah dia benar benar tulus mencintai mu," ucap Lisa meyakinkan Mita.


"Kenapa kamu bisa begitu yakin? tanya Mita sambil menatap lekat wajah Lisa.


"Karna selama kamu pergi dia seperti orang gila, dia tidak pernah melihat wanita lain sejak kamu meninggalkannya, bahkan ia tidak akan segan segan untuk menyingkirkan wanita wanita yang ingin mendekatinya apalagi sampai menyentuh tubuhnya, waktunya hanya ia habiskan untuk bekerja dan apa kamu tau selama kamu pergi tuan diam diam selalu mengawasi mu, itulah yang membuatku yakin jika dia sangat mencintaimu," jelas Lisa.

__ADS_1


Mita menghela napas. "Lis, apa kamu benar benar hanya seorang pelayan? Jika aku perhatikan kamu sama sekali tidak terlihat seperti pelayan pada umumnya," tanya Mita tiba tiba. Entah kenapa ia merasa jika Lisa bukanlah sekedar pelayan biasa, Lisa seperti sangat mengenal Arka.


"Aku ini memang bukan pelayan biasa, aku ini spesial karna tugasku hanya menemani nyonya muda kesayangan tuan Arka, dan yang pastinya aku pelayan yang paling cantik di sini," jawab Lisa lalu menarik tangan Mita untuk mengajaknya keluar kamar.


"Kemana?" tanya Mita menahan tangannya yang di tarik Lisa.


"Mit kamu mau makan seblak gak?" tanyanya tiba tiba.


"Hah? Emang ada?"


"Tadi saat perjalanan ke sini aku membelinya, mumpung tuan tidak ada di rumah mending kita makan saja, karna aku yakin jika tuan ada di sini dia tidak akan mungkin membiarkan kamu memakannya. Jadi dari pada kamu terus terusan memikirkan soal pertunangan tuan dengan wanita yang ada di tv, lebih baik kamu menikmati waktu mu untuk melakukan hal hal yang kamu inginkan sebelum singa itu kembali." ucap Lisa memberikan ide agar Mita tidak terus terusan kepikiran dengan berita tadi, karna itu kurang baik untuk mental Mita.


"Wah kamu memang yang terbaik Lis, ayo!" ucap Mita yang langsung beranjak dari kamarnya meninggalkan Lisa.


'Benar yang di katakan Lisa dari pada aku memikirkan soal pertunangan yang belum jelas kebenarannya, lebih baik aku menikmati kebebasanku selama Arka tidak ada di rumah, dan lebih baik aku mulai memikirkan cara bagaimana agar bisa keluar dari tempat ini, jadi aku bisa langsung pergi jika pertunangan itu benar terjadi,' batin Mita. Ia memutuskan akan pergi jika Arka benar benar akan bertunangan dengan wanita pilihan keluarganya.


-


-


Sementara itu di sebuah cafe terlihat dua orang pria dan seorang wanita cantik yang sedang menatap kedua pria itu dengan tatapan membunuh.


"Katakan di mana kamu sembunyikan Mita? Aku akan membunuhmu jika coba coba membohongiku." ancamnya menatap tajam pria yang duduk di hadapannya saat ini. Membuat kedua pria itu bergidik ngeri melihat ekspresinya yang terlihat seperti singa kelaparan.


Bersambung . . . . . . .

__ADS_1


__ADS_2