
Pagi harinya.
Mita sedang berkutat dengan bahan bahan masakannya di dapur, ya pagi ini ia memaksa untuk tetap memasak walaupun kepala pelayan sudah memintanya untuk tidak mendekat ke dapur, karna takut dengan kemarahan sang tuan muda. Tapi Mita tidak mengindahkan larangan tersebut dengan alasan ingin memasakkan menu spesial untuk Arka, ia juga mengatakan akan bertanggung jawab jika suaminya itu sampai marah. Para pelayan hanya bisa menghela napas dan membiarkan Mita melakukan apa yang ia inginkan, mereka hanya bisa berharap semoga tidak mendapatkan amukan dari Arka.
Mita pun mulai mengeksekusi bahan bahan untuk membuat sup ayam sesuai dengan tutorial yang ia lihat di yutup. Jika Mita terlihat sangat bahagia dengan alat alat masaknya, berbeda halnya dengan para pelayan yang saat ini menonton apa yang sedang dilakukannya dengan perasaan was-was memikirkan nasib mereka, bagiamana reaksi Arka jika mengetahui istrinya berada di dapur mengingat peringatannya yang melarang Mita untuk mengerjakan pekerjaan di villa.
Sementara di dalam kamar. Arka mulai membuka matanya saat merasakan sosok yang semalam memeluknya sudah tidak ada di sampingnya. Ia kembali tersenyum tatkala mengingat kalau sepanjang malam mereka tidur dengan posisi saling memeluk di sofa.
"Sayang ..." panggil Arka setelah mendudukkan tubuhnya, setelah nyawanya terkumpul barulah ia memeriksa kamar mandi mencari keberadaan Mita, karna tidak mendapati sang istri di sana ia pun langsung masuk untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket.
-
-
Beberapa menit kemudian sup ayam buatan Mita sudah siap untuk di sajikan, Mita tersenyum puas melihat hasil masakannya, akhirnya ia berhasil membuat menu baru, selain sayur asem, bergedel dan sambal tempe.
Setelah siap Mita pun langsung membawa hasil jerih payahnya ke kamar.
__ADS_1
Ia langsung saja masuk tanpa mengetuk pintu, karna mengira Arka masih tidur, dan alangkah terkejutnya saat ia melihat pemandangan yang membuat matanya melotot. Bagaimana tidak saat ini Arka hanya menggunakan ****** ***** dengan handuk yang sudah berada di lantai.
Mita langsung membalikkan tubuhnya kearah lain dengan pipi yang sudah semerah tomat. "Astaga mata gue ternoda ..." batin Mita sambil memejamkan matanya.
Sementara Arka tetap terlihat santai, bahkan ia tetap melanjutkan kegiatannya memakai baju tanpa mempedulikan keberadaan Mita di sana.
"Udah selesai," ucap Arka memberitahu Mita yang masih berbalik badan.
Perlahan Mita pun membalikkan tubuhnya menatap Arka dengan hati hati takut kejadian tadi terulang kembali.
"Huft ..." Mita bernapas lega karna sekarang Arka sudah menggunakan pakaian lengkap.
"Apaan sih," ucap Mita melewati Arka lalu menaruh nampan yang berisi sup di atas meja.
"Itu apa?" tanya Arka sambil melirik kearah nampan yang di bawa Mita.
"Ini sup ayam, katanya cocok untuk di konsumsi saat demam, karna mudah di cerna dan nyaman di perut," jelas Mita.
__ADS_1
"Itu kamu yang masak?" tanya Arka.
"Iya," jawab Mita santai.
"Siapa yang mengizinkan mu melakukannya? Bukankah sudah aku katakan kalau kamu tidak diperbolehkan melakukan hal itu, bagaimana kalau nanti kamu terluka lagi?"
"Padahal aku hanya ingin memasakkan sesuatu yang spesial untuk suamiku yang sedang sakit, tapi ternyata itu salah ya ..." ucap Mita lirih dengan ekspresi sendu. "Apa aku kasih mang Ucup saja ya," ucapnya kembali.
Arka yang melihat kesedihan di wajah Mita langsung duduk di hadapan Mita dan menarik sup tersebut, apalagi saat mendengar Mita akan memberikannya pada mang Ucup penjaga gerbang villa tersebut.
"Kamu sudah bersusah payah membuatnya untukku, enak saja mau diberikan pada orang lain," ucap Arka sambil memasukkan satu sendok sup ke mulutnya. Ekspresinya sekita berubah saat sesuatu yang terasa aneh menyentuh lidahnya.
"Kenapa asin sekali?" ucap Arka yang hanya ia ucapkan dalam hati.
"Bagaimana? Apa rasanya enak?" tanya Mita menatap Arka.
"Mm ... Enak," jawab Arka sambil tersenyum kearah Mita.
__ADS_1
Arka yang tidak ingin Mita kecewa terpaksa berbohong dan dengan sekuat tenaga menahan rasa asin yang tidak tanggung tanggung di lidahnya sambil terus memasukkan sup buatan sang istri ke mulutnya.
Bersambung . . . . .