Belenggu Cinta Sang Mantan

Belenggu Cinta Sang Mantan
BAB 39 : Pria asing


__ADS_3

"Lis, jadi Arka sudah mengetahui kalau kita diam diam keluar dari villa? Apa setelah ini dia akan menghukum ku? Lisa jawab aku kenapa diam saja?" tanya Mita pada Lisa yang sedang fokus menatap jalan di depannya.


"Nanti aku jelaskan setelah kita sampai di rumah," ucap Lisa. Mita pun mau tidak mau menahan rasa penasarannya dari pada nanti Lisa tidak fokus dengan kemudinya dan itu bisa bahaya bagi keselamatan mereka.


Kurang dari setengah jam mobil yang membawa mereka telah sampai di tempat tujuan. Lagi lagi Mita mengerutkan keningnya menatap sekitaran tempatnya saat ini. Ya jadi Lisa bukannya membawanya kembali ke vila tapi dia malah membawanya ke apartemen.


"Kenapa kita malah ke tempat ini? Bukankah seharusnya kita kembali ke villa?" tanya Mita yang semakin panik karna takut jika Arka benar benar mengetahui tentang kepergiannya, bisa bisa suaminya itu akan mengamuk dan tidak hanya ia yang akan kena imbasnya tapi orang orang di sekitarnya, Arka tidak akan segan segan menghukum orang orang yang ada di villa karna telah membiarkan dirinya keluar, tidak hanya itu ia juga mengkhawatirkan keluarganya, masih terekam jelas dalam ingatannya saat Arka mengancam keselamatan keluarganya jika ia sampai kabur, walaupun sekarang sikap Arka padanya telah berubah.


"Ayo," ucap Lisa tapi orang yang ia ajak malah bengong entah apa yang sedang di pikirkan istri tuannya itu sampai membuatnya melamun dan tidak mendengarkan ajakannya.


"Mit, Mita, Nyonya muda! ..." Lisa terpaksa memanggil Mita dengan suara sedikit keras untuk menyadarkan Mita dari lamunannya.


"Eh, iya ada apa?" tanya Mita yang terkejut dengan suara Lisa.


"Ayo kita masuk, ini sudah malam dan udaranya semakin dingin tuan akan membunuhku kalau kamu sampai sakit," ucap Lisa lalu menarik tangan Mita untuk masuk.


mereka telah sampai di lantai atas tempat unit yang akan mereka tuju.


"Lis cepat jelaskan padaku ini tempat tinggal siapa? Dan kenapa kamu malah membawa ku ke sini bukan ke villa?" tanya Mita langsung begitu mereka masuk.


"Ini tempat tinggal ku, dan aku membawamu ke sini atas permintaan tuan Arka, dia juga yang memintaku untuk mengajakmu jalan jalan dan berbelanja sepuasnya," jelas Mita.


Bukannya puas dengan penjelasan Lisa, Mita malah semakin di buat bingung. Bukankah Arka bersikeras agar ia tidak keluar dari villa bahkan sebelum berangkat dia masih terus mengingatkan dirinya. Sebenarnya apa yang membuat suaminya itu tiba tiba berubah pikiran sampai meminta Lisa membawanya keluar, yang membuatnya semakin merasa aneh saat Lisa mengajaknya keluar, pelayan pribadinya itu terlihat sangat terburu buru bahkan untuk sekedar mengambil ponselnya di kamar ia tidak sempat karna Lisa yang terus menariknya keluar, apa jangan jangan telah terjadi sesuatu di villa.


"Berikan aku ponsel mu," ucap Mita menyodorkan tangannya ke hadapan Lisa.


Tanpa bertanya Lisa pun memberikan ponselnya pada Mita.

__ADS_1


"Apa nama kontak Arka di ponsel mu?" tanya Mita.


"Tuan Arka," jawab Lisa.


Setelah menemukan kontak sang suami Mita pun langsung menghubungi kontak Arka dan tanpa menunggu terdengar suara Arka.


"Apa istriku baik baik saja? Apa–" tanya Arka langsung saat menjawab telpon dari Lisa.


"Ternyata suamiku sedang mengkhawatirkan ku ya? ... Aku pikir kamu tidak ingat dengan istrimu ini," ucap Mita.


"Sayang," ucap Arka terkejut ia pikir orang yang menelponnya adalah Lisa. Ia bernapas lega karena hampir saja ia menanyakan soal kedatangan mamanya tadi pagi.


"Iya ini aku, kenapa kamu tidak menghubungiku? Apa kamu tidak tau aku sangat khawatir aku pikir kamu kenapa napa karna kamu tidak menghubungiku," ucap Mita kesal.


"Jadi kamu dari tadi menunggu kabarku? Maaf aku terlalu sibuk jadi belum sempat menghubungi mu, aku juga tadi siang sudah menelpon mu tapi tidak ada jawaban, aku pikir kamu sedang menikmati jalan jalanmu makanya tidak menghiraukan telpon dariku," ucap Arka.


"Aku lupa membawa ponselku, lebih tepatnya tidak sempat," ucap Mita sambil melirik ke arah Lisa yang duduk di sampingnya.


"Tidak terjadi apa apa, kebetulan di villa akan di lakukan penyemprotan rutin untuk demam berdarah, kan kamu tau sendiri villa kita berada di tengah perkebunan, jadi kamu bisa tinggal di apartemen Lisa untuk malam ini," bohong Arka padahal yang sebenarnya ia takut mamanya akan kembali ke villa. Jadi ia harus memastikan sampai semuanya benar benar aman barulah bisa tenang membiarkan sang istri kembali.


Setelah mengobrol panjang lebar untuk mengurangi sedikit rasa rindu yang membuncah di hati mereka masing masing, Arka pun terpaksa harus mengakhiri panggilan telponnya karna sudah waktunya ia menemui orang orang yang telah berani bermain main dengan perusahaanya.


-


-


Di sebuah apartemen mewah.

__ADS_1


Seorang pria tampan berdiri di balkon kamarnya menatap bintang bintang, pria itu terlihat sangat menikmati rokok di tangannya dengan senyum yang terus terbit dari bibirnya.


"Maaf tuan menggangu waktu anda," ucap seorang pria dengan setelah jas rapi baru saja masuk ke kamarnya, sepertinya pria itu adalah bawahannya.


"Apa ada masalah?" tanya pria asing tersebut.


"Tuan Arka berhasil menemukan orang orang kita tuan," jawab anak buahnya sambil menundukkan kepalanya.


"Ternyata dia lebih cepat dari dugaanku," gumamnya.


"Bagaimana jika mereka mengatakan kepada tuan Arka soal keterlibatan kita tuan?"


"Itu tidak akan pernah terjadi, kamu tenang saja ini hanyalah bentuk perkenalanku pada kakakku tersayang, aku belum memulai permainan yang sebenarnya ini baru permulaan." ucapnya dengan senyum penuh arti, entah apa hubungan pria tersebut dengan Arka.


"Apa tuan yakin mampu mengalahkan tuan Arka?"


"Apa kamu baru saja meremehkan ku? Aku telah mengorbankan banyak hal untuk mencapai titik ini, jadi aku tidak akan pernah mundur untuk menghancurkan Arka." ekspresi pria itu terlihat tidak suka.


"Bukan begitu tuan saya hanya tidak ingin tuan terluka, seperti yang kita ketahui tuan Arka tidak pernah main main dengan orang yang berani mengusik ketenangannya."


"Aku sudah tidak takut dengan apa pun, aku hanya ingin membalas rasa sakit ku pada keluarga Dinata, karna mereka keluargaku hancur. Aku dan ibuku harus hidup dalam kesulitan dan hinaan dari orang orang yang menganggap aku anak haram karna tidak memiliki ayah, sementara Arka dan ibunya bisa hidup enak dengan kekayaan yang mereka miliki. Aku Deren akan membuat wanita itu dan putra kesayangannya merasakan apa yang aku dan ibuku rasakan dulu," ucapnya mengepalkan tangannya saat mengingat hidupnya dulu.


"Satu lagi tuan, ini soal nona Clarisa sepertinya tuan Arka sudah mulai mencurigai wanita itu," ucap asistennya itu kembali.


"Biarkan saja aku sudah tidak membutuhkannya lagi, dia pikir aku tidak tau isi otaknya selama ini, wanita murahan itu pasti akan meninggalkanku begitu dia berhasil menjadi nyonya muda Dinata. Pastikan saja semua informasi tentangku yang pernah memiliki hubungan dengannya tidak terungkap oleh Arka." ucap Deren memerintahkan asistennya.


"Tuan tenang saja kami selalu menghilangkan jejak setiap kali nona Clarisa menemui anda jadi tuan Arka tidak akan mendapatkan informasi tentang anda, kalau begitu saya pamit tuan," ucapnya lalu keluar dari unit apartemen Deren.

__ADS_1


"Walaupun aku gagal mengunakan Clarisa untuk menghancurkan keluarga Dinata, tapi setidaknya wanita itu telah berhasil membuat Arka menderita karna kehilangan wanita yang di cintainya." gumamnya tersenyum miring. "Tunggu aku kakak, tidak lama lagi aku pasti akan menemui mu."


Bersambung . . . . . .


__ADS_2