
Suasana di dalam hotel milik Dinata grup terlihat ramai karna hampir semua tamu sudah datang. Bangunan megah itu kini tampak gemerlap dengan dekorasi yang mewah dan glamor. Nyonya Laras benar benar telah mempersiapkan semuanya dengan sangat matang. Hanya dengan melihatnya saja dapat di pastikan jika acara malam ini akan diadakan secara besar besaran, apalagi mengingat acara pernikahan yang diadakan bersamaan dengan hari ulang tahun perusahaan, yang dimana semua pengusaha kelas atas akan berkumpul di acara ini.
Nyonya Laras tersenyum puas menatap sekeliling ruangan tempat acara yang sudah dihias begitu indah, ia puas karna berhasil membuat Arka menyetujui pernikahan ini, dengan begitu Mita tidak akan memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kehidupan putranya dan Arka tidak akan pernah merasakan seperti apa yang pernah ia alami di masa lalu, itulah isi pikiran nyonya Laras yang tetap menganggap Mita hanya ingin memanfaatkan putranya.
Sementara itu di dalam kamar hotel, tidak berbeda jauh dengan nyonya Laras, Clarisa terlihat berseri seri karna tinggal menghitung jam ia akan menjadi istri dari seorang pewaris perusahaan besar, bayang bayang kehidupan mewah sudah terpampang jelas di otaknya.
"Mama benar benar bangga padamu, sebentar lagi kamu akan menjadi nyonya muda Dinata, tapi apa kamu yakin bisa mengatasi Arka? Kamu tau sendiri kan dia begitu dingin dan kejam," ucap mama Clarisa menatap bangga putrinya, karna dari sekian banyak wanita putrinya lah yang terpilih.
Clarisa tersenyum mendengar ucapan dari mamanya. "Mama tidak perlu khawatir, aku pasti bisa menaklukkan pria dingin itu, karna tidak ada satu pun pria yang bisa menolak pesonaku, selama ini dia hanya jual mahal saja, aku yakin dengan aku sedikit memberinya umpan ia pasti tidak akan bisa menolak ku," ucap Clarisa dengan penuh percaya diri.
"Baiklah mama percaya padamu," ucap mama Clarisa tersenyum. Clarisa memang memiliki paras dan tubuh yang indah, siapa pun akan tergoda dengannya, tidak jarang ayahnya menggunakan kecantikan sang putri untuk mendapatkan kerja sama dari rekan bisnisnya.
"Oh iya papa dan Riana dimana ma?" tanya Clarisa yang belum melihat keberadaan papa dan adiknya.
"Dia sedang menyapa tamu tamu penting, kalau Riana kamu tau sendirilah pasti sekarang dia sedang sibuk mencari keberadaan lelaki pujaannya itu," jawab mama Clarisa.
Tidak lama setelah itu masuklah nyonya Laras yang tersenyum lembut kearah Clarisa yang malam ini terlihat sangat cantik.
"Tante," sapa Clarisa mulai memasang wajah polosnya ia mengangkat gaun panjangnya lalu menghampiri nyonya Laras lalu mengangkat tangan kanannya dan menciumnya. Benar benar terlihat seperti menantu yang berbakti.
Inilah yang membuatnya begitu yakin untuk menjadikan Clarisa seorang menantu, dia tidak hanya cantik tapi juga lembut dan sopan. "Kamu sungguh cantik Clarisa, Arka sungguh beruntung bisa memiliki mu sebagai pendampingnya." puji nyonya Laras menatap calon menantunya penuh kagum. Tanpa ia ketahui jika di balik sikap manis dan lembut itu menyimpan banyak kebusukan.
"Tante terlalu berlebihan, aku tidak sehebat yang Tante pikirkan," ucap Clarisa merendah. "Oh iya Tante tapi bagaimana dengan kak Arka? Apa dia akan menerima pernikahan ini? Dia pasti akan sangat marah dan membenciku," ucapnya kembali sambil menundukkan kepalanya terlihat sangat sedih.
"Kamu tidak usah memikirkan hal itu, kamu tenang saja Arka sudah setuju dengan pernikahan ini," ucap nyonya Laras menenangkan Clarisa.
"Tapi bagaimana jika wanita itu kembali? Kakak pasti akan meninggalkanku."
__ADS_1
"Kamu tenang saja biarkan masalah itu Tante yang mengurusnya kamu hanya perlu memikirkan bagaimana caranya supaya Arka melupakan wanita itu," ucap nyonya Laras sambil memegang bahu Clarisa.
Clarisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum mendengar ucapan nyonya Laras.
"Ayo sayang, acaranya sebentar lagi akan di mulai," ajak nyonya Laras lalu menggandeng tangan calon menantunya untuk keluar dari kamar dengan mama Clarisa yang ikut mendampingi putrinya.
-
-
"Apa semuanya sudah siap?" tanya Arka pada sekretaris Rey yang berdiri di belakangnya sambil memperbaiki letak dasinya.
"Sudah tuan, nyonya muda juga sedang dalam perjalanan menuju ke sini," jawab sekretaris Rey.
"Bagus, dan pastikan istriku tetap aman, karna sepertinya malam ini akan ada kejutan besar," ucap Arka sambil tersenyum miring menatap pantulan dirinya di cermin, lalu merapikan penampilannya dan melangkah keluar dari kamar.
"Oh tuhan ... Ini benar benar sempurna," pekik beberapa gadis saat arka melintas di hadapan mereka. Mereka benar benar iri dengan wanita beruntung yang akan menikah dengannya. Para gadis itu sampai menahan napas saat Arka lewat di hadapan mereka dengan menyebarkan aroma khas yang semerbak membuat para wanita itu mulai berpikiran liar tentangnya.
"Aku bahkan rela jika harus menjadi simpannya," gumam wanita wanita tersebut yang tidak berkedip menatap Arka.
kini Arka telah duduk di hadapan penghulu. Tidak lama tibalah pengantin wanita, kini giliran para pria yang menatap kagum ke arah Clarisa yang tampak cantik dengan gaun putihnya.
Clarisa pun duduk di samping Arka sambil tersenyum manis, tapi Arka sama sekali tidak melihat kearahnya dan tetap memasang wajah dingin, membuat orang orang yang melihatnya merinding.
"Sial, bahkan dia tetap mengabaikan ku dihadapan orang orang," umpat Clarisa dalam hati.
"Bahkan saat akan menikah dia masih tetap terlihat menyeramkan," bisik salah satu tamu pria yang bergidik ngeri melihat tatapan Arka yang datar.
__ADS_1
"Apakah tuan Arka terpaksa melakukan pernikahan ini? Lihatlah wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kebahagian seperti calon pengantin pada umumnya," bisik tamu lainnya.
"Ya, mungkin saja ini hanya pernikahan bisnis, bukankah hal seperti itu sudah biasa bagi para pengusaha kelas atas seperti mereka." balas yang lainnya.
-
-
Sementara Mita yang baru saja tiba terasa enggan untuk turun dari mobil, ia mana mungkin akan baik baik saja menyaksikan acara pertunangan suaminya sendiri, gimana pun ia mencoba untuk tetap tenang dan pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya tapi tetap saja perasaan tidak rela itu terus bermunculan di hatinya.
"Apa ini cara mu membalas ku, apa perubahan sikap mu selama ini hanya bagian dari rencanamu untuk membuatku terlena lalu setelah aku menyerahkan hatiku sepenuhnya, kamu pun meninggalkan ku dengan rasa sakit ini, sesulit itukah mencintaimu," batin Mita. Ia menatap kearah bangunan tempat berlangsungnya acara, ia merasa miris dengan kisah cintanya yang terhalang oleh perbedaan status sosial.
Pengawal yang melihat Mita tidak kunjung keluar dari mobil segera membukakan pintu dan mempersilahkannya untuk turun. "Mari Nona kita masuk, acaranya sebentar lagi akan di mulai," Mita tersentak kaget dan dengan terpaksa ia pun turun dari mobil.
"Mari Nona, tuan akan marah jika membiarkan anda terlalu lama di luar."
Dengan berat hati Mita pun mengikuti langkah pengawal tersebut memasuki hotel milik suaminya itu. Mita terpaku di tempat saat membaca sebuah tulisan besar di hadapannya saat ini. "Happy wedding Arka dan Clarisa," Mita membaca tulisan tersebut dengan perasaan campur aduk, perlahan Mita memberanikan diri untuk melangkah lebih dalam dan tatapannya terpaku pada sosok yang duduk di samping seorang wanita cantik. Mita meremas kedua tangannya dengan mata berkaca kaca, rasa sesak ia rasakan saat melihat kearah Arka dan Clarisa yang duduk berdampingan di hadapan penghulu, dan ternyata ia tidak salah lihat Arka dan wanita itu akan melangsungkan pernikahan, tanpa pikir panjang ia pun berbalik arah dan meninggalkan tempat tersebut sambil memegangi dadanya.
"Nona! Nona tunggu!" panggil pengawal tersebut yang melihat Mita tiba tiba berlari meninggalkannya.
Mita tidak peduli dengan panggilan pria itu dan tetap berlari pikirannya saat ini benar benar kacau, ia hanya ingin keluar dari tempat ini, menyaksikan pertunangan suaminya saja ia tidak sanggup apalagi sampai menyaksikan pernikahannya. Dengan air mata yang sudah membasahi pipinya Mita terus melangkah mencari tempat untuk bersembunyi.
Bruk!
Karna hatinya sedang kacau Mita tidak melihat orang orang sekitarnya membuatnya tanpa sengaja menabrak seseorang.
"Akhirnya kita bertemu lagi Nona."
__ADS_1
Bersambung . . . . .