Belenggu Cinta Sang Mantan

Belenggu Cinta Sang Mantan
BAB 33 : Sayang


__ADS_3

Mita terlihat sangat sibuk dengan alat alat masaknya, dengan Lisa yang terus berada di sampingnya sambil menyebutkan bahan bahan yang harus di siapkan Mita sesuai yang ada di buku resep, kali ini ia akan membuat ayam rica rica kesukaan Arka.


Jika Mita dan Lisa terlihat menikmati kegiatan mereka, berbeda halnya dengan para pelayan yang terlihat sangat gelisah sambil tetep memantau setiap pergerakan yang dilakukan Mita, takut jika sang nyonya muda akan terluka, karna kalau hal itu sampai terjadi tidak hanya kehilangan pekerjaan tapi nyawa mereka juga bisa melayang.


"Nyonya muda sebaiknya istirahat saja, biarkan kami yang menyelesaikannya," ucap salah satu pelayan memberanikan diri.


Mita mengehentikan kegiatannya sejenak sambil menghela napas dan berbalik menatap pelayan tersebut yang menundukkan kepalanya, terlihat jelas kecemasan dari raut wajah mereka.


"Aku tidak apa apa bik ... kalian tidak perlu khawatir aku akan berhati hati agar tidak terluka," ucap Mita yang tau jika para pelayan itu takut dengan kemarahan sang suami yang melarangnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah salah satunya adalah memasak.


"Tapi nyo–"


"Percayalah padaku, aku akan pastikan tuan tidak akan memarahi kalian aku akan bertanggung jawab kalau sampai suamiku memecat kalian," ucap Mita meyakinkan para pelayan tersebut.


"Benar yang dikatakan nyonya, kalian tidak usah terlalu cemas, kalian tenang saja karna sekarang tuan sudah ada pawangnya," sambung Lisa sambil tersenyum menatap Mita.


"Pawang, kamu pikir suamiku ular," balas Mita sambil geleng geleng kepala mendengar ucapan Lisa yang menurutnya cukup berani, lalu ia pun kembali melanjutkan kegiatan menumis bumbu bumbu yang sudah di haluskan sampai harum dan memasukkan serai dan daun jeruk lalu ayam yang sudah ia potong potong.


"Wah ... baunya saja sudah enak sekali aku yakin pasti rasanya juga tidak kalah enak." ucap Lisa yakin sambil menatap masakan Mita yang sudah mulai mendidih.


"Belum tentu, nih lebih baik kamu cicipi dulu, jangan sampai Arka sakit perut gara gara memakan masakanku," ucap Mita sambil menyodorkan sendok ke hadapan Lisa.


Mita pun mengambil sendok tersebut dan mulai mencicipi ayam rica rica buatan Mita, matanya langsung melotot saat kuah ayam tersebut memasuki mulutnya.


"Kenapa? Tidak enak ya?" tanya Mita khawatir saat melihat ekspresi Lisa.


"Ini beneran pertama kalinya kamu masak ini Mit?" tanya Lisa masih dengan ekspresi yang terlihat terkejut.


"Hm," Mita menganggukkan kepalanya. "Pasti gak enak ya? Sini jangan di makan," ucap Mita sambil mengambil mangkuk kecil yang berisi hasil masakannya dari tangan Lisa.


"Jangan!" Lisa merebut mangkuk tersebut kembali. "Siapa yang bilang gak enak, sumpah aku gak bohong ini rasanya enak banget makanya aku gak percaya kalau ini pertama kalinya kamu masak menu ini," ucap Mita kembali memasukkan ayam rica rica ke mulutnya.

__ADS_1


"Kamu serius?"


"Cobain aja kalau gak percaya," ucap Lisa lalu menyuapi Mita yang ekspresinya tidak jauh beda dengan Lisa sebelumnya.


"Ini beneran enak, syukurlah kali ini aku berhasil," ucap Mita yang terlihat kegirangan bahkan ia sampai memeluk Lisa saking senangnya. Ia sudah tidak sabar menunggu Arka pulang dan mencicipi masakan yang ia buat.


Setelah memastikan ayamnya benar benar sudah matang Mita pun mematikan kompor dan tidak lupa ia juga menambahkan sedikit daun bawang dan kemangi lalu meminta pelayan untuk membantu menyajikannya di atas meja makan.


Tidak lama kemudian terdengar suara mobil di halaman depan vila yang menandakan Arka sudah pulang. Mita segera berlari kecil untuk menyambut kepulangan sang suami.


Arka mengerutkan kening melihat Mita yang berdiri di depan teras villa sambil tersenyum kearahnya, karna tidak biasanya istrinya itu melakukan hal itu apalagi mengingat kejadian tadi siang saat di telpon Mita yang sangat kesal padanya.


Mita langsung meraih tangan Arka dan menciumnya bergantian dengan mencium pipinya.


"Akhirnya kamu pulang juga," ucap Mita tersenyum manis.


"Apa kamu baru saja melakukan kesalahan?" ucap Arka yang merasa curiga dengan tingkah aneh Mita.


"Tidak," jawab Mita sambil merangkul lengan Arka dan berjalan masuk.


"Duduklah, aku baru saja memasak menu baru khusus untuk suami aku yang paling tampan ini," ucap Mita setelah sampai di ruang makan dan menggeser kursi untuk Arka.


Arka kini paham penyebab Mita tiba tiba bertingkah aneh.


"Oh, jadi karna ini sikap kamu tiba tiba sangat manis, istriku ini ternyata baru saja melanggar laranganku," ucap Arka menatap Mita dan beralih menatap para pelayannya yang hanya bisa menunduk pasrah jika Arka sampai memarahinya.


"Lihatlah, karna ulah mu kamu membuat mereka ketakutan," ucap Arka melirik para pelayan yang menundukkan kepalanya.


"Bukan aku yang membuat mereka takut tapi kamu, jadi berhenti menatap mereka dengan tatapan mengerikan itu, awas saja kalau kamu sampai marah marah apalagi sampai memecat mereka," ucap Mita penuh ancaman.


"Bukankah seharusnya kamu membujukku jika ingin aku bersikap baik pada mereka?" sindir Arka.

__ADS_1


Mita yang menyadari apa yang baru saja ia lakukan langsung saja memasang ekspresi tidak biasanya. "Maaf ... bukannya aku tidak mendengarkan larangan mu, tapi aku sangat ingin suamiku memakan makanan yang dibuat dengan tanganku sendiri, aku hanya ingin menjadi istri yang baik, jangan hukum mereka ya sayang ..." bujuk Mita sambil bergelayut manja di lengan Arka.


"Sayang ..." ucap Mita kembali karna Arka hanya diam saja.


Arka sekuat tenaga menahan senyumnya melihat ekspresi Mita yang terlihat sangat menggemaskan, kapan lagi ia dapat melihat tingkah Mita yang seperti ini karna biasanya istrinya itu paling sulit untuk mengatakan hal hal manis seperti saat ini.


Arka berdehem sambil melonggarkan dasinya. "Baiklah kali ini aku akan memaafkan mereka, tapi ingat kamu hanya boleh memasak untukku.


"Siap suamiku," ucap Mita tersenyum lega, akhirnya ia berhasil membujuk Arka untuk tidak menghukum para pelayannya, lalu ia pun segera mengisi piring Arka dengan nasi dan ayam rica rica buatannya.


"Dan satu lagi panggil aku sayang seperti tadi," ucap Arka kembali.


"Ha?"


"Kenapa? bukannya tadi kamu sangat lancar memanggilku dengan itu? atau jangan jangan itu hanya–"


"Baiklah suamiku sayang, lebih baik sekarang kita makan dulu sebelum makannya dingin," potong Mita segera mengiyakan permintaan Arka.


mereka pun segera menikmati kegiatan makannya, Arka terlihat sangat lahap ia sampai menghabiskan masakan Mita tanpa tersisa, masakan Mita kali ini benar benar sangat enak, bahkan ia sampai berulang kali memuji makanan buatan sang istri.


-


-


Di ruang kerjanya, Arka terlihat sangat sibuk dengan segala urusannya, ia juga terlihat sangat serius telponan dengan sekretaris Rey entah apa yang sedang mereka bahas.


"Urus semuanya, sepertinya kita harus berangkat malam ini juga, aku tunggu di rumah," ucap Arka lalu mematikan sambungan telponnya setelah mendapatkan jawaban dari Rey.


"Sepertinya ada yang ingin bermain main denganku," gumam Arka mengepalkan tangannya kuat.


Ia kembali menghidupkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Kirimkan aku orang orang terbaikmu untuk menjaga dan mengawasi istriku," perintah Arka lalu menutup sambungan telponnya dan kembali terdiam sambil memijit pelipisnya.


Bersambung . . . . . .


__ADS_2