Belenggu Cinta Sang Mantan

Belenggu Cinta Sang Mantan
BAB 31


__ADS_3

"Bagaimana apa kamu sudah menemukan keberadaan Mita?" tanya wanita cantik sambil menggendong bayi tampannya yang baru berusia satu tahun.


Arga membuang napas mendengar pertanyaan istri cantiknya itu. Ya jadi pria itu adalah Arga, kepergian Mita yang tiba tiba membuat istrinya tidak pernah berhenti untuk mendesaknya mencari keberadaan sahabatnya itu.


"Orang orang kita sedang berusaha untuk mencarinya," jawab Arga mendekat kearah sang istri lalu mengambil alih baby Aigar dari gendongan Dira.


"Apa sekarang kemampuan mu semakin berkurang, bukankah dulu kamu adalah ahlinya dalam memata-matai orang?" sindir Dira yang mengingat bagaimana Arka dulu selalu mengawasinya.


"Kemampuanku hanya berlaku padamu sayang ..." ucap Arga lalu ikut duduk di samping sang istri dan mencium pipinya.


"Aku benar benar kesal, sebenarnya Mita pergi ke mana? Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Dan Arka kenapa dia tidak terlihat berusaha untuk mencari keberadaan Mita dan sekarang laki laki brengsek itu malah akan bertunangan dengan wanita pilihan keluarganya, bukankah dia bilang dia sangat mencintai Mita?" gerutu Dira terlihat sangat kesal apalagi saat mengingat tentang berita yang baru saja ia lihat tentang pertunangan Arka dengan putri dari seorang pengusaha.


"Sayang kamu kesal pada orang lain, tapi kenapa malah melampiaskannya padaku?" ucap Arga merajuk. "Lihatlah mamamu ia sejak tadi terus marah marah sama papa," adu Arga pada putranya yang hanya menatapnya dengan mata bulatnya sambil tersenyum.


"Kenapa kamu malah tersenyum? Ah,, kamu pasti senang ya melihat papamu ini dimarahi, awas saja malam ini aku tidak akan membiarkan mu tidur bersama istriku," ucap Arga yang hanya di tanggapi oleh celotehan putranya yang malah tertawa mendengar ucapannya.


"Ck, berhenti mengatakan hal aneh pada putraku, atau aku akan membuat mas yang tidur di luar," ancam Mita menatap Arga tajam.


Sementara baby Aigar yang melihat perdebatan kecil kedua orang tuanya hanya tertawa seperti sedang menonton pertunjukan yang sangat lucu baginya.


"Nasib nasib ... baiklah kamu memang akan selalu menjadi pemenangnya," ucap Arga menciumi wajah putranya.


"Sudah dong jangan cemberut terus, aku pasti akan langsung memberitahu mu jika aku sudah mendapatakan kabar tentang Mita." ucap Arka.


"Aku hanya khawatir terjadi sesuatu yang buruk padanya, karna ia tidak akan mungkin pergi dengan cara seperti itu jika tidak ada hal yang mendesak yang membuatnya harus melakukan itu," ucap Mita sambil membuang napas berat.


"Maaf sayang aku masih belum bisa memberitahu mu tentang keberadaan Mita untuk saat ini," batin Arga.


Ya sebenarnya Arga tau di mana Mita sekarang, bahkan ia juga mengetahui soal pernikahan Arka dan Mita, tapi ia tidak ingin ikut campur dengan urusan pribadi mereka dan ia berencana untuk menemui Arka sebelum memberitahukan tentang Mita pada Dira. Ia yakin Arka pasti tau apa yang harus ia lakukan.


-


-

__ADS_1


Malam harinya.


Sejak pembicaraan tadi Mita menjadi lebih pendiam, dan terus mengurung diri di kamarnya. Ia duduk di samping ranjangnya dengan tatapan yang terlihat kosong. Entah sampai kapan ia akan terkurung di tempat ini.


"Apa semuanya akan baik baik saja? Apa mamanya Arka tidak akan tau tentang pernikahan ini? Bagaimana jika ia mengetahuinya? Apakah keluargaku akan aman?" gumam Mita. Walaupun Arka sudah berusaha meyakinkan dirinya, jika ia akan melindunginya dan orang orang yang ia sayang, tapi tetap saja hatinya tidak bisa tenang mengingat kejadian satu tahun lalu.


Mita menarik napas kasar lalu bangkit dari duduknya. "Aku tidak boleh seperti ini, aku harus memberikan kesempatan pada Arka untuk membuktikan ucapannya, aku harus percaya Arka pasti mampu melindungi aku dan keluargaku." ucap Mita meyakinkan dirinya dan berusaha untuk melawan rasa takutnya seperti saran Lisa.


Sementara di luar kamar Arka terus mondar mandir karna Mita tak kunjung membuka pintu sejak tadi. Ia bisa saja menggunakan kunci cadangan untuk menerobos masuk, tapi Arka ingin memberikan waktu untuk Mita, tapi ini sudah terlalu lama dan itu membuat Arka khawatir.


Tok! Tok! Tok!


Arka mengetuk pintu kamar sambil terus memanggil Mita. "Sayang apa kamu baik baik saja kan? Apa aku sudah boleh masuk? Say–"


"Aduh!" Mita memegangi keningnya yang diketuk Arka.


"Astaga sayang maaf aku tidak tau jika kamu akan membuka pintu," ucap Arka sambil mengusap kening Mita.


"Iya gak papa," ucap Mita.


"Aku baik baik saja," jawab Mita sambil tersenyum.


"Maaf jika keegoisanku membuatmu terluka," ucap Arka.


"Mari kita memulai semuanya dari awal, kita berjuang bersama sama, kita hadapi mama kamu sama sama," ucap Mita menggengam tangan Arka.


Arka terdiam sesaat berusaha mencerna ucapan Mita. "Kamu tidak bercanda kan?"


Mita menganggukkan kepalanya yakin dan Arka langsung menarik tubuh Mita ke dalam pelukannya. Ia benar benar merasa sangat bahagia, karna akhirnya Mita memberikannya kesempatan untuk memperbaiki semuanya.


Mita melepaskan pelukannya dan mendongakkan kepalanya menatap Arka. "Apa aku boleh meminta satu permintaan dari mu?" tanya Mita.


"Katakan," jawab Arka.

__ADS_1


"Berjanjilah untuk melindungi mama dan Nita, tolong pastikan mereka aman," pinta Mita.


Arka tersenyum menatap Mita. "Tanpa kamu memintanya aku pasti akan melakukannya, kamu tenang saja aku sudah memerintahkan orang orang ku untuk menjaga mereka," ucap Arka sambil mengusap rambut panjang Mita.


*****


Kini Arka dan Mita sudah berbaring di atas tempat tidurnya dengan saling memeluk, Arka terus menatap wajah istrinya itu, ia tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini, akhirnya ia bisa bersama wanita yang ia cintai tanpa ada rasa terpaksa dari Mita karna ancamannya, ia juga merasa sangat bahagia saat mengetahui ternyata Mita masih memiliki perasaan padanya.


"Ar," panggil Mita.


"Sampai kapan kamu akan memanggilku seperti itu?"


"Hah?"


"Mulia sekarang panggil aku sayang, dan aku tidak menerima penolakan," pinta Arka tidak ingin dibantah.


"Dasar tuan pemaksa," cibir Mita tersenyum miring.


"Cepat panggil aku sayang," ucap Arka kembali.


"Baiklah suamiku sayang ..." ucap Mita


Arka tersenyum puas mendengar panggilan itu dan mencium kening Mita. "Sebaiknya kita segera tidur sebelum sesuatu yang lain bangun," ucap Arka.


"Kamu beneran mau langsung tidur?" tanya Mita sambil tersenyum menggoda Arka.


"Hem, jangan menggodaku," ucap Arka sambil


memejamkan matanya.


Mita bukannya tidur ia malah menciumi pipi Arka.


"Tidurlah, kalau saja kamu sedang tidak kedatangan tamu, sejak tadi aku sudah memakan mu," ucap Arka sambil menutup mata Mita dengan tangannya.

__ADS_1


Mita terkekeh mendengar ucapan Arka, ia sangat puas karna berhasil mengerjai suaminya itu.


Bersambung . . . . . .


__ADS_2