
Kakak reader semuanya, klik like dan kasi komennya jangan di lewatkan ya. Langsung aja di klik dulu like nya. Terus kasi vote sebanyak-banyak ya kak plus kasi bintang/rate 5 nya ya di tampilan dekat sinopsisnya loh. Bentuk hati favoritnya biarkan berwarna merah ya kak sebagai apresiasi ke karya ini.
Semoga selalu mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir ya kak. Jangan di skip ya kak. Semoga suka :D
Dan katakan tidak pada plagiat ya kak. Karena plagiat itu adalah tindakan tercemar dan tidak baik kak. Say no plagiat. Dukung terus karya ini dengan kasi hadiah-hadiah dukungannya ya kak. Karena itu akan sangat berarti pada Author. Begitu juga like dan komennya sangatlah berarti buat Author.
Makasih buat semua pembaca yang setia menunggu dan membaca karya ini ya kak. Love you all. Thanks a lot :D
Maaf sedikit intermizo dari Author ya kak :D Silahkan melanjutkan ceritanya. Selamat membaca kembali.
:) :) :)
***
Kini Jihan tak lagi bersikap baik pada Iva. Sekarang ia sering menyuruh-nyuruh Iva. Menyapu, masak, ngepel, cuci piring, cuci baju dan lain-lain. Padahal di rumah ada pembantu. Tapi Jihan suka menyuruh-nyuruh Iva. Bahkan semena-mena.
Iva awalnya menurut saja. Karena ia menganggap Jihan itu Mamanya. Maka Iva menurut pada perintah Jihan. Namun lama kelamaan Jihan semakin menjadi-jadi menyuruh Iva. Semua kerjaan pembantu di rumah diserahkannya pada Iva. Bahkan karena di rumah hanya mereka berdua, Andika di kantornya, Niken membantu Papanya sambilan kuliah juga. Sedangkan Hadi sibuk narik sewa bus. Bahkan terkadang Hadi tak pulang-pulang demi cari uang.
Sehingga Jihan semakin semena-mena pada mantunya tersebut. Bik inem pembantu di rumah tersebut heran, karena semua kerjaannya di serahkan ke Iva. Bahkan Iva seakan tak ada istirahatnya. Baru saja selesai pekerjaan satu eh ditambah lagi pekerjaan lainnya.
Semua kerjaan babu sudah Iva yang kerjakan, malah kadang Iva tak di kasi makan. Kalau mau makan harus tunggu Jihan yang ngasihnya. Dan Iva pun di suruh pindah tidur di gudang saja. Iva hendak protes namun tak berani. Karena kalau ia menolak atau buka suara maka Mama mertuanya itu akan memarahinya. Lagian melawan kepada orang tua sangatlah tidak berani Iva lakukan.
Akhirnya Iva hanya pasrah saja dalam menjalani semuanya.
“Iva....” Teriak Jihan dari kamarnya.
Iva berlari ke arah Mama mertuanya.
“Iya Ma.”
“Lama banget sih. Mana tehnya. Tadi Mama kan suruh kau buat teh.”
“Iya Ma. Sebentar lagi. Iva masih masak airnya. Tadi habis cuci piring.”
“Kau ini lambat sekali. Padahal tak banyak yang kau kerjakan. Lihat bik inem. Semua kerjaan dia cepat kerjakan.” Jihan protes.
Dalam hati Iva, “ Kan semua kerjaan sudah aku yang kerjakan. Bik inem malah bingung mau ngapain. Akhirnya malah bantu jemur pakaian dan bantuin aku masak saja.”
__ADS_1
Jihan melihat ke arah Iva.
“Kenapa masih bengong. Sana cepat tehnya. Eh, sudah masak untuk makan siang kan? Semua kerjaan nyapu, ngepel, masak, cuci sudah bereskan?” tatap Jihan dengan tajam ke arah Iva.
“Sudah beres semuanya Ma. Ini tinggal bawakan teh untuk Mama. Ma, aku gak bisa lama-lama takutnya airnya udah mateng.”
“Ya sudah sana cepat. Jangan lupa. Habis masak itu semua makanan dan lauk di simpan di lemari makan dan kuncinya kasi ke Mama.” Jihan melotot.
“Iya Ma.”
Iva segera berlari ke dapur. Di dapur rupanya bik inem sudah bantu jagain air yang sudah masak bahkan tehnya pun sudah di buatkan.
“Loh, tehnya udah siap bik?”
“Udah Non.”
“Makasih bik. Tapi lain kali biar Iva aja. Nanti bibi kenak marah Mama.”
Inem kasian sebenarnya sama Iva. Iva seumuran anaknya di kampung kayaknya.
Iva menetes kan air matanya.
“Tak apa bik. Anggap saja kalau Iva sedang berbakti kepada orang tua Iva.”
“Non baik bener. Lapor sama tuan besar aja atau ke den Hadi aja ya Non.” Saran Inem ke Iva.
Iva menggeleng.
“Gak bik. Nanti malah Mama marah sama aku. Atau takut Papa dan Mama bertengkar. Dan takut kalau keluarga ini nanti malah ribut-ribut pula. Biarlah bik. Bibi juga jangan bilang-bilang ya.” pinta Iva pada inem dan inem pun pasrah mengiyakan.
Iva segera bergegas mengantarkan tehnya. Kemudian setelah semua kerjaan rumah beres. Iva pamitan keluar. Ia mencari kerja di luar. Iva berpikir, ia perlu mencari uang. setidaknya untuk pegangannya saja begitu. Ia berkeliling sekitar daerah rumah. Tak jauh terlihat sebuah kedai warung makanan. Iva pun kesana.
Warung kedai makanan tersebut lumayan ramai. Iva datang mendekat. Seorang ibu paruh baya melihat Iva mendekat. Nama ibu tersebut adalah Buk Betty.
“Ada apa Non? Mau makan ya? makan di sini atau bawa pulang? Tapi menu tinggal sikit, soalnya yang paling banyak sewaktu pagi. Soalnya banyak menu untuk sarapan pagi saja.” Buk Betty berkata kepada Iva.
Iva malu-malu dan mendekat.
__ADS_1
“Namaku Iva. Mau tanya Buk, buka lowongan kerja buk? Iva mau melamar kerja di warung ibuk.” Iva menundukkan kepalanya. Ia mengumpulkan keberanian. Sebenarnya Iva takut sekali.
Betty melihat kasian pada Iva. Pasalnya Iva terlihat lusuh sekali. Bahkan kurus seperti tak terurus.
“Iya. Boleh Non.”
“Bener buk boleh.” Iva menatap ke arah buk Betty.
“Iya Non.” Betty tersenyum ramah.
“Panggil Iva saja buk. Makasih ya buk.” Iva sempat meneteskan air matanya. Ia segera menghapusnya.
“Panggil saya Buk Betty saja ya, Iva.”
“Iya Buk.”
“Esok sudah mulai kerja di sini ya.”
“Iya buk. Makasih buk.” Iva pun mencium tangannya Betty. Betty tersenyum.
Iva pamitan pada Betty. Kemudian Iva kembali ke rumah pulang. Baru saja sampai rumah dan baru saja Iva membuka pintu rumah dan masuk ke dalam rumah, sudah ada Jihan yang melotot melihat ke arah Iva.
“Iva!!!” Bentak Jihan. Iva pun terkejut dan melihat ke arah mertuanya.
Bersambung....
Sungguh malang nasib mu Iva. Bukannya bahagia malah menderita dengan Mama mertua yang jahat.
Kakak pembaca semuanya dukung terus ya kak karya ini karena akan sangat berarti sekali buat Author. Karya ini sedang mengikuti lomba berbagi cinta jadi mohon dukungannya ya kak. Dengan cara like dan komen ya kak. Terus vote juga sebanyaknya hehe :D Thank you.
Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.
Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.
Thanks. Love you all. :) :D
No plagiat ya :D
__ADS_1