Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti

Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti
Bab 37.


__ADS_3

Devita segera di larikan ke rumah sakit. Berhubung ada Dokter Maya maka Devita bisa langsung di tangani. Dan di berikan kamar VIP yang bagus untuk Devita. Seorang dokter muda bernama dokter Farhan juga menangani Devita. Kalau Maya kan hanya dokter umum sedangkan Farhan adalah dokter khusus kandungan.


Dokter Farhan ini teman baiknya Dokter Maya, jadi semua urusan bisa cepat ditangani. Tapi setelah di periksa Dokter Farhan maka sudah di pastikan kalau di bayi sudah meninggal dalam perut sang ibu. Entah apa yang terjadi kenapa bisa begitu yang pasti si bayi sudah tak tertolong. Devita hanya bisa menangis dan Bimo di sampingnya mencoba menenangkan. Awalnya pihak Bimo hendak segera di operasi saja, tapi Dokter Farhan mengatakan kalau sebaiknya tunggu tiga hari. Kalau dalam tiga hari si bayi tak bisa keluar dalam keadaan normal dengan sendirinya maka akan segera di operasi saja. (Apa alasannya ya lupa Author, yang jelas dokter bilang begitu tunggu 3 hari dulu).


Devita pun di rawat inap di rumah sakit. Bimo, Papanya dan Mamanya bergantian menjaga Devita. Saat berdua dengan Bimo barulah Devita kembali menangis, sambil menahan rasa sakit di perutnya. Syukurlah Bimo selalu di samping Devita. Dia yang selalu menyemangati dan menghibur Devita.


Devita pun mengambil hapenya. Dia mulai mengabari pihak keluarganya di kampung. Nina di kampung sangatlah kaget menerima kabar Devita di rawat di rumah sakit dan kondisi sudah keguguran. Nina segera mengabari Lukas dan Hadijah Putri. Hadijah Putri dan Nina pun menangis memikirkan nasib Devita dan bayinya tersebut. Segeralah mereka ke rumah sakit untuk menjenguk Devita.


Sampai di rumah sakit, pihak keluarga Devita segera ke ruangan Devita. Saat ini hanya ada Bimo di kamar rawat inap Devita. Mama dan Papanya Bimo sedang kembali ke rumahnya. Mereka gantian menjaga Devita. Tapi yang paling sering tentu Bimo yang menjaga Devita.


Hadijah Putri, Lukas dan Nina pun masuk melihat Devita.


“Cucuku ....” Hadijah Putri langsung memeluk Devita. Devita pun memeluk neneknya.


“Nenek. Hiks.” Devita kembali mulai menangis.


“Yang sabar ya cucuku. Ikhlaskan semuanya. Insyaallah akan lebih baik dan berkah juga diganti dengan lebih baik lagi.” Kata Hadijah Putri kembali.


“Iya Nek.” Devita mulai menghapus air matanya.


Nina dan Lukas segera memeluk Devita bergantian pula. Bimo langsung mencium tangan Hadijah, Nina dan Lukas.


“Udah sejak kapan kejadiannya Bim?” Lukas bertanya.


“Semalam sore Paman. Tapi baru tadi malam tahunya. Itu pun karena Dedek yang bilang kok gak gerak-gerak anak kami dalam perutnya.” Bimo menjelaskan secara singkat.


“Yang sabar ya Bim.” Ucap Nina.


“Iya Tante.” Jawab Bimo.


“Mama dan Papa mu mana Bim?” Nina tak melihat orang tuanya Bimo.


“Tadi baru aja kembali pulang Tan. Nanti pasti kemari lagi. Kami gantian jaga Dedek.” Bimo memberitahukan kalau mereka bergantianmenjaga Devita.


“Oh.” Nina pun memberikan roti tawar dan selai yang tadi mereka beli di supermarket dan Bimo menerimanya.

__ADS_1


“Makasih Tan.” Ucap Bimo.


“Iya. Sama-sama. Untuk Bimo dan Dedek.” Nina tersenyum.


Nina dan Hadijah duduk di dekat Devita. Mereka memberikan semangat dan menghibur Devita. Serta mengatakan agar tetap sabar dan tabah.


Tiga hari kemudian.


Kondisi Devita belum ada juga perubahannya. Devita masih saja kesakitan dan bayi belum juga keluar. Akhirnya dokter melaksanakan operasi juga. Dan dilakukan lah operasi. Semua pihak keluarga menunggu di luar. Mereka semua mendoakan keselamatan Devita.


Sekitar beberapa waktu kemudian (Author lupa berapa lama waktunya di operasi), Devita telah selesai di operasi. Dia kembali di bawa ke ruangan kamar pasien yang sebelumnya di tempati oleh Devita. Dan bayi yang sudah meninggal segera di bersihkan kemudian jasadnya di berikan ke pihak keluarga. Bimo memeluk bayinya yang sudah meninggal tersebut. Tubuhnya sudah membengkak dan membiru. Bahkan jari tangannya masih menyatu. Bimo menangis memandang bayinya.


Devita belum sadar. Dia masih tertidur. Bimo sengaja menunggu Devita agar dia bisa melihat bayinya dahulu sebelum di kuburkan.


Beberapa saat kemudian, Devita pun sadar. Saat sadar Bimo menyambutnya. Kemudian mengatakan.


“Dek, ini anak kita sayang.” Ujar kata Bimo ke Devita.


Devita memandang bayinya dan Bimo memberikan ke pangkuan Devita. Devita memandang bayinya dan menangis melihat bayinya yang sudah tiada. Bimo memeluk Devita dan mereka menangis haru.


Di rumah Bimo, Bimo sudah membawa Bayinya. Papa dan Mama Bimo menyambut cucunya yang sudah tiada. Ada tangis haru yang di rasakan. Kemudian diadakanlah segera pemakaman bayi tersebut. Pihak keluarga Devita pun hadir. Hadijah putri, Nina dan Lukas hadir di pemakaman Bayinya Devita. Karena belum punya nama maka di beri nama Alif pada si bayi.


Banyak warga sekitar dan para tetangga berdatangan melayat ke rumah duka. Semua datang sebagai turut berduka cita juga. Mama Bimo berkata,”Kita harus tabah ya. Dan ikhlas.” Begitulah katanya kepada siapa pun yang menanyakan.


Bimo yang membantu memandikan bayinya sebelum di kasi kain kafan. Setelah dimandikan secara agama kemudian di kafankan. Setelah itu baru di solatkan dan di kuburkan. Bimo yang mengantar bayinya untuk di kuburkan. Sebelum waktu solat zuhur sudah di kebumikan.


Semua keluarga merasakan rasa haru. Bahkan Devita yang masih di rumah sakit pun merasakan harunya. Dia tak bisa ikut mengantar bayinya untuk di kuburkan. Hanya doa yang bisa di ucapkannya, karena Devita masih di rawat di rumah sakit.


Esoknya Devita sudah bisa pulang. Dia di jemput suaminya. Dan Devita akhirnya berhenti dari tempat kerjanya. Dia sendiri yang bilang berhenti.


Devita pun di rumah saja. Dia berbaring selama masa pengobatan. Bahkan untuk makan Bimo yang menyediakan. Jika Devita hendak minta telor dadar maka akan Bimo masakkan dan di suapinya Devita.


Mama Bimo sampai berkata : “ Bim, masak telor pun sampai kau yang buat.”


“Iya gak apa-apa lah Ma.” Bimo tetap melakukannya.

__ADS_1


Mamanya hanya bisa geleng kepala.


Beberapa hari kemudian. Keluarga Devita datang ke rumah Bimo untuk menjenguk Devita kembali. Mereka juga mengatakan hendak membawa Devita kembali ke kampung. Katanya sambil menunggu Devita sembuh mereka mau merawat Devita di kampung.


Mama Bimo tak setuju, karena kalau Devita ke kampung artinya maka Bimo akan ikut ke kampung bersama Devita. Mamanya Bimo tak mau kalau Bimo pergi dari rumahnya. Mamanya Bimo menangis melihat Bimo hendak pergi bahkan tak memberikan ijin.


Padahal mereka hanya sementara saja. Tapi tak di kasi ijin. Mama Bimo selalu menangis jika melihat Bimo sudah berkemas karena hendak pergi bersama Devita.


“Yang, Mama gimana seh? Kita kan gak kemana-mana. Cuma ke kampung ku kok gak boleh.” Devita merasa sedih.


“Ya gimana Yank. Mama nangis tiap kali lihat kita mau pergi. Pusing juga aku.” Bimo pun pening.


Bimo mau buat istrinya senang tapi gak mau juga buat Mamanya sedih.


Akhirnya pihak dari Nina dan Lukas yang ngomong sama Mamanya Bimo mengatakan hendak bawa Devita ke kampung selama masa penyembuhan saja. Nanti mereka bisa balik lagi kalau sudah baikan. Mereka hanya mau Devita sehat dan hendak merawatnya saja.


Akhirnya dengan berat hati di kasi juga oleh Mamanya Bimo. Dan pergilah Devita di jemput dengan mobil Paman Lukas. Paman Lukas kini punya mobil sendiri. Dia yang menyupirnya. Nina membantu berkemas dan Bimo memapah istrinya masuk ke dalam mobil. Mereka pun pamitan kepada kedua orang tuanya Bimo, dan pergilah mereka semua ke kampungnya Devita.


Maksudnya Devita di bawa ke kampung itu agar bisa di rawat pihak keluarga dengan baik. Karena agar Devita tak tertekan batinnya lagi.


Bersambung....


Yang kuat ya Devita. Yang sabar. Cepat sembuh ya Dek :D


Cerita ini akan segera Author tamatkan ya kak jadi dukung terus karya ini ya kak. Vote, Like, komen, rate 5 dan kasi hadiah-hadiahnya ya kak. Makasih.


Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.


Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.


Thanks. Love you all. :) :D No plagiat ya :D


Kasi komen yang positif ya kak :D


Like sebanyaknya ya kak dan Vote juga sebanyaknya. Mari dukung karya ini kak. Makasih kakak :D

__ADS_1


__ADS_2