
“Bohong. Kau bohong Iva. Kakak tahu kalau kau sedang berbohong” Ucap Nina dengan tegas.
Nina menatap tajam ke arah Iva adiknya. Iva tak berani menatap mata kakaknya itu. Iva kebingungan harus bagaimana agar kakaknya itu tak banyak tanya dan tak curiga. Lukas menatap ke arah Nina dan Iva bergantian. Ia akhirnya buka suara.
“Nin, jangan galak gitu ah. Yang ada bukanya Iva cerita tapi ketakutan punya kakak galak banget,” Lukas menengahi adik-adiknya.
“Bang, ini bukan nakuti tapi menanyakan” Nina memberikan pembelaannya.
Iva malah menundukkan kepalanya. Di saat seperti ini Ibunya datang dari arah dapur. Semua yang di dapur telah beres. Mendengar anak-anaknya sedang berbicara dan kelihatan serius, sang Ibu pun ikut bergabung.
“Ada apa ini? Kok ribut sangat” Hadijah tersenyum lembut ke arah anak-anaknya.
“Eh Ibuk. Ini mah Nina yang cari ribut,” Lukas meledek.
“Yey abang mah. Kagak Buk. Abang suka asal sih. Nina cuma lagi nanya ke Iva. Soalnya udah beberapa hari Iva disini kan tapi Hadi gak kelihatan batang hidungnya” Nina menjelaskan.
Hadijah Putri menatap ke arah Iva. Hadijah Putri pun sebenarnya bisa merasakan pula. Pasti terjadi sesuatu pada putrinya yang paling bontot ini. Nina dan Ibuk punya perasaan dan feeling yang sama. Namun Hadijah Putri memilih menunggu Iva yang bercerita. Beda dengan Nina. Nina langsung menanyakannya sekarang.
“Ndok, kalau ada apa-apa itu cerita ya nak sama ibuk atau kakak dan Abang mu ini” suara khas lembut Hadijah Putri saat berbicara pada anak-anaknya. Iva mulai meneteskan air mata. Lukas dan Nina menatap heran. Kok menangis? Bahkan Hadijah Putri sudah menduga pasti benar terjadi sesuatu.
“Buk, Maafkan Iva” Iva kembali menangis dan malahan nangis tersedu-sedu. Hadijah langsung memeluk putrinya itu. Iva pun semakin pecah menangis. Sambil menangis, Iva pun menceritakan apa yang terjadi. Hatinya sakit setiap kali harus mengingatnya. Kejadian dimana Hadi menghamili Lita dan berselingkuh di belakangnya. Dimana Hadi meminta persetujuannya sebagai istri pertama untuk segera menikahi Lita.
Hadijah putri segera memeluk Iva semakin erat. Ia pun ikut sedih melihat penderitaan Iva. Bahkan Lukas mengepalkan tangannya merasa geram atas perlakuan Hadi dan mertuanya. Sampai hati mereka menyakiti Iva adik paling kecilnya.
Beda lagi dengan Nina. Nina malah mengomel-omel tak jelas saking kesal dan marahnya.
“Kalau saja ada Hadi di sini, sudah ku becek-becek dia. Kurang ajar. Dasar pria playboy. Pantas saja dia tak nongol disini. Ternyata berbuat kesalahan fatal. Dasar brengsek” Nina ngomel-ngomel dan menyumpah saking kesalnya.
Hadijah hanya bisa mengatakan sabar pada Iva.
“Sabar ya ndok. Ini namanya ujian berumah tangga nak.”
__ADS_1
“Iva pun sekarang sedang hamil buk. Sudah hamil 3 bulan. Dan wanita itu Lita. Dia hamil sudah sebulan.” Jawab Iva sambil menetaskan air matanya.
“Apa ndok? Kau hamil sekarang? Anak Hadi?” Hadijah melirik ke arah putrinya. Nina dan Lukas pun spontan kaget.
“Iya.”
“Jadi kalian berdua sama-sama hamil, Iva?”
Iva pun menganggukkan kepalanya membenarkan semuanya.
Baik Nina, Lukas dan Hadijah semuanya pusing bukan kepalang. Iva hamil dan Lita pun hamil. Keduanya hamil anaknya Hadi. Di saat rumah tangganya hancur karena orang ketiga, dan Hadi harus bertanggung jawab dan menikahi Lita karena Lita hamil, namun Iva pun sekarang ternyata hamil. Ah, cobaan apa lagi ini ya gusti. Keluh hati mereka masing-masing.
“Ini karma Buk.” Ucap Lukas. Nina dan Hadijah menatap ke arah Lukas. Sedangkan Iva masih menangis.
“Lukas....” Hadijah melirik ke arah Lukas.
“Buk tapi benar kata Abang. Ini karma, karena dahulu Ayah suka main perempuan. Nikah, cerai dan punya istri banyak. Jadi sekarang hal ini menimpa Iva. Semoga aku tak menerima hal seperti ini ya Buk” Nina kemudian meneteskan air matanya.
Namun benar kata Lukas dan Nina. Dahulu saat ayah mereka masih muda serta Lukas dan Nina masih kecil sekali, ayahnya suka sekali nikah cerai, bahkan sampai ada yang di madu juga. Ayah mereka sampai menikah tujuh kali dan punya istri tujuh orang. Maklum juragan kaya di kampung. Malahan paling kaya. Sehingga mudah saja menikah dan banyak istrinya. Hadijah Putri adalah istri ke 5. Namun di antara istri-istri lainnya. Tak ada yang betah. Hingga meminta cerai. Ada yang cerai tak punya anak. Ada yang cerai punya anak namun memilih berpisah. Ada yang sudah meninggal. Ada yang juga punya anak dari suami terdahulunya namun saat bersama ayah mereka tak kunjung juga punya anak lagi akhirnya pisah dan cerai juga.
Mungkin pada sakit hati atau emang sudah tak ada takdir dan jodoh lagi hingga semua pun berpisah. Hanya istri ke lima yang bertahan dengan ayah mereka hingga umur setua sekarang. Istri ke lima adalah Hadijah Putri, ibu kandung dari Lukas, Nina dan Iva.
Karena itu banyak harta yang hanya di berikan pada ketiga anak Hadijah. Karena ia yang paling sabar di dekat suaminya dan masih bertahan. Hadijah pun yang paling di sayang oleh suaminya. Namun tak dapat di pungkiri, Hadijah Putri pun sempat merasakan sakit dimadu. Bahkan beberapa kali. Tapi berkat kesabarannya, akhirnya ia seorang yang masih bertahan dan di samping suaminya. Hingga ajal nanti menjemput.
Namun apakah yang di alami Iva sekarang adalah karma yang pernah di perbuat ayahnya dimasa lalu. Mungkin saja. Tapi apa mau di kata lagi. Semua sudah terjadi. Mereka hanya bisa bersabar dengan semua hal yang sudah terjadi. Anggap lah ini sebuah pengalaman dan pelajaran dalam hidup.
Saat semuanya sedang bersedih, Arman Hakim telah pulang dan mendengar semua yang di katakan oleh anak anaknya dan istrinya. Ia pun bersedih hati sambil merenungkan. Benarkah karena perilakunya dahulu di masa lalu hingga sekarang Iva anaknya yang menerima karma dan akibatnya? Jika iya, maka ia sangatlah bersalah. Ia pun bersedih hati.
“Maafkan Ayah ya Buk dan anak-anakku” Gumam Arman hakim sendirian. Ia menatap sedih ke arah Iva yang masih menangis dan di peluk oleh Hadijah Putri istrinya.
“Lalu sekarang apa yang hendak kau lakukan Iva?” Tanya sang Ibu menatap lembut putrinya sambil menghapus air mata putrinya tersebut.
__ADS_1
“Iva tetap mau tinggal di sini Buk. Sampai Iva melahirkan pun tetap disini.”
“Suami mu bagaimana? Kalian kan masih suami istri, kan?”
“Iva dan Mas Hadi masih suami istri, namun sekarang ada wanita itu di sampingnya. Bahkan Mertuaku lebih menyetujui dan menyukai wanita itu. Jadi biarlah Buk. Sudah lah biarkan saja Buk. Iva mau disini saja Buk, boleh kan Buk?” Iva menatap iba ke arah Ibuk kandungnya.
“Tentu saja boleh nak. Ibu, Kakakmu dan Abangmu akan selalu di samping mu menemani mu selama masa kehamilan hingga nanti kau melahirkan nak”
“Makasih Buk” Iva kembali memeluk Ibunya.
Suasana sangatlah haru di rasakan oleh mereka bersama. Sedangkan di lain tempat, di tempat Hadi dan Lita sedang sibuk melaksanakan pernikahan mereka berdua.
Beberapa hari kemudian.
Iva sedang menonton TV, ia sedang menonton Tv bersama Nina. Lukas masih tugas di kantor camat. Ayah mereka masih di perkebunan. Sedangkan Ibu katanya belanja ke pasar. Di acara Tv yang sudah habis film sinetronnya, Nina pun memindahkan acara chanel Tv beralih ke acara berita dan gosip. Dan hal yang mengejutkan malah terlihat Nina dan Iva saat menonton Tv.
Ternyata di Tv tersebut berlangsung pesta pernikahan Hadi dan Lita. Keduanya sangatlah terlihat bahagia. Karena kedua orang tua Lita adalah orang yang cukup terkenal sehingga di liput berita. Dan hal tersebut kini di lihat oleh Iva dan Nina. Sungguh terkejutnya Nina dan Iva.
Dan yang parahnya Iva kini merasakan kembali sakit di hatinya. Tak terasa air matanya pun kembali meluncur membahasi pipinya. Nina menoleh ke arah Iva. Dan buru-buru mematikan Tv-nya. Ia tak mau membuat sang adik semakin sedih saja.
“Maafkan Kakak ya Iva” Nina merasa sedih juga.
“Bukan salah kakak kok” Iva berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah kamarnya. Iva masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Nina melihat dengan sedih ke arah pintu kamar Iva yang sudah tertutup.
Bersambung....
Hiks ... hiks ... yang sabar ya Iva. Ini bukan cobaan rumah tangga lagi, namun udah cobaan hidup.
Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.
Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.
__ADS_1
Thanks. Love you all. :) :D No plagiat ya :D