
“Kalian mau beli apa? Pilih saja hehehe.” Fendi tersenyum.
“Fen, bener yang dibilang tadi?” Nina menatap Fendi.
“Fen, kau CEO kah?” Iva juga bertanya penasaran.
Kedua wanita di hadapan Fendi saling menatap dengan penuh tanda tanya di wajahnya. Fendi jadi menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia awalnya mau menyembunyikan saja. Karena ia tak mau terlihat sombong. Namun malah diketahui Iva dan Nina.
“Fen, dijawab dong.” Nina dan Iva menuntut jawaban.
“Lupain saja. Niat kita kan jalan-jalan, belanja dan senang-senang. Iya kan. Yuk belanja, sekalian beli oleh-oleh.” Ajak Fendi.
Namun kedua wanita tersebut malah menatap Fendi lurus. Nina berkacak pinggang sedangkan Iva melipat kedua tangannya di dada.
“Tunggu dulu ... tunggu dulu. Jelasin dulu.” Nina berucap sambil tangannya di angkat seperti orang hendak menyetop.
“Iya Fen, jelaskan dulu sama aku dan kak Nina.” Iva pun berucap.
Fendi pun akhirnya menghela nafas panjang.
“Baiklah. Benar kata sang manager toko tadi. Aku adalah CEO di sini. Mall ini adalah milik atasanku, Presdir Pak Budi Handoko. Berkat kerja keras ku dan kepercayaannya maka aku di angkat menjadi Ceo-nya. Baru setahun aku menjadi CEO pun. Bukan bermaksud menyembunyikan, namun aku masih belum terbiasa dengan jabatan baruku.” Fendi menjelaskan.
“Wah hebat dong. Pantas dari tadi bayarin kita gak masalah, rupanya CEO toh.” Nina menatap kagum, sungguh beruntung adiknya kalau sampai jadi dengan Fendi, pikir Nina dalam hati dan pikirannya.
“Gak sangka loh Fen, ternyata kau sekarang sangatlah sukses. Tapi percaya seh, soalnya kau kan dulu di SMA pinter banget.” Iva memuji Fendi.
“Ah, sudahlah ya. Jangan membuatku jadi malu. Ayo belanja saja.” Fendi jadi tersipu.
Nina dan Iva malah tergelak mendengarnya.
“Aduh bangga dong cah lanang.” Ucap Nina sambil menepuk pundak Fendi.
Mereka kembali happy setelah sempat bersitegang akibat ketemu Hadi tadi. Sekarang sudah happy. Ketiganya mulai kembali memilih barang-barang.
Dua jam kemudian mereka sudah di dalam mobil karena hari sudah mulai gelap. Fendi mengantarkan Iva dan Nina. Bahkan di dalam mobil sudah banyak belanjaan yang mereka beli tadi. Ada baju-baju untuk Iva dan Nina, untuk Ayah dan Ibu juga di belikan. Bahkan Lukas pun dibelikan. Tak lupa juga Fendi membelikan untuk kedua orang tuanya. Dan beberapa makanan pun mereka beli untuk di bawa pulang.
Nina berbisik pada Iva.
“Iva, terima aja deh si Fendi. Udah baik, sayang keluarga dan yang jelas masa depan terjamin deh.” Nina berbisik sambil mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Iva tak merespon kakaknya. Ini hanya makin membuat beban di hatinya Iva. Iva jadi makin takut jika Fendi terlalu baik. Takut kalau Fendi terluka karena penolakannya. Takut Fendi semakin berharap padanya. Iva merasa ada beban yang menggunung di hatinya. Iva merasa serba salah dan bingung. Bahkan Iva teringat pada Hadi dan Lita tadi.
Masih ada rasa sakit yang ia rasakan karena Hadi. Rasanya berat saja hatinya. Apalagi melihat Hadi dan Lita bergandeng tangan mesra pula tadi. Hatinya Iva serasa tercuil-cuil, sakit menyesakkan.
Tak terasa waktu berjalan dan sampailah mereka di kampungnya, menandakan akan tiba di rumahnya.
***
Kini Hadi dan Lita sudah di rumah juga. Lita hanya berbelanja seperlunya saja, ia hendak belanja lebih namun Hadi mood nya kelihatan tak baik. Lita jadi akhirnya cepat pulang bersama Hadi. Bahkan kemana-mana mereka pakai mobilnya Lita, tapi di mobil tadi pun Hadi tak fokus. Lita meletakan belanjaannya. Menatap ke arah suaminya yang tengah duduk di sofa dengan pikiran yang berkecamuk nampaknya di kepalanya.
Lita duduk di sebelah Hadi.
“Kenapa Mas?” Lita melihat suaminya tersebut.
“Cowok yang tadi itu teman sekolah Iva yang dulu pernah suka Iva. Aku baru ingat sekarang. Pantas saja Iva tak pulang-pulang, rupanya sudah kenal cowok itu. Mungkin sekarang mereka bersama.” Hadi mendengus kesal.
Lita menghela nafasnya.
“Mas, aku pikir kau mikir apaan? Rupanya itu. Kenapa? Kau cemburu kah?” Lita terus terang sekali.
Hadi menatap Lita dengan malas. Tentu saja ia cemburu, bagaimana pun Iva masih istrinya.
“Kau kenapa si Lita? Iva kan istriku jadi wajarlah aku begitu.”
“Jangan sebut itu lagi.” Hadi terlihat kesal.
“Mas, ingatlah aku juga istrimu, tadi kau malah hampir meninggalkanku. Jika tak ku susul, mungkin kau melupakan ku, Mas.” Lita kesal karena sempat di tinggal Hadi tadi.
Lita bangkit dari tempat duduknya, ia masuk ke kamarnya. Hadi menatap ke arah Lita. Kelihatan kalau Lita nampak kesal dan marah. Hadi mengusap wajahnya dengan kedua tangannya secara kasar.
Esok harinya.
Saat sarapan, Lita seperti biasa menyiapkan makanan untuk Hadi. Namun, Hadi sarapan sendirian. Hadi heran kenapa Lita tak menemaninya makan seperti biasanya. Selesai sarapan, Hadi ke arah Lita mau pamitan narik bus. Namun, Lita sudah bersiap hendak ke rumah sakit.
“Lita....” panggil Hadi. Namun, tak ada sahutan dari Lita.
“Sayang....” Hadi masih mencoba memanggil Lita masih tak ada jawaban.
Sampai Lita melewati Hadi dan hendak naik mobilnya, Hadi mengerutkan keningnya. Hadi datang menghampiri dan mencegah Lita pergi.
__ADS_1
“Kau kenapa Lita?”
Lita menatap malas pada Hadi. Apa Hadi tak tahu, kalau Lita masih kesal pada Hadi. Namun, Hadi tak memikirkan ke situ. Hadi pikir kejadian semalam sudah berlalu. Tapi Lita ternyata masih kesal. Lita menatap tajam suaminya.
“Mas pikir saja sendiri kenapa?” Lita mendorong Hadi dan ia langsung masuk mobil serta terus melajukan mobilnya, meninggalkan Hadi sendirian yang diam mematung menatap Lita dengan bingung.
“Kenapa seh? Wanita memang sulit di mengerti dan makhluk yang merepotkan. Sial.” Umpat Hadi sendirian. Ia pun segera pergi juga karena hendak menarik sewa bus.
Bersambung....
Hahaha ... istri bukannya dibujuk dan di rayu, nah loh rasain di cuekin kan. Hahaha ... istri pertama pergi dan istri kedua kesal plus cuekin.
Kembali Author kabarkan, kalau lomba berbagi cinta akan segera berakhir, karena itu yuk dukung karya ini ya kak. Karena karya ini mengikuti lomba tersebut. Kasi Like sebanyaknya, kasi Vote sebanyaknya, kasi Gift , kasi komen dan kasi bintang 5 nya di bagian beranda dekat sinospsisnya. Like dan Vote sebanyaknya ya kakak sebagai apresiasi ke karya ini. Makasih semuanya :D Love you all :D
Maafkan masih banyak typo bertebaran dalam penulisan, karena Author masih pemula dan masih harus terus belajar.
Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.
Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.
Thanks. Love you all. :) :D No plagiat ya :D
Halo kakak pembaca semuanya, kembali Author mau mempromosikan karya seorang teman yang ceritanya bagus banget deh. Mampir ya kak dan love favoritkan ya kak, Klik like dan komen serta kasi giftnya ya kak, jangan lupa mampir ke karya di bawah ini ya kak. :D
Makasih ya kakak semuanya :D 🥰😘😊🤗
__ADS_1