Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti

Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti
Bab 27.


__ADS_3

Iva menjalani masa kehamilannya tanpa ada suami disisinya, berbeda Lita yang hamil selalu ada Hadi di sampingnya. Sebagai gantinya keluarganya yang selalu ada di samping Iva. Bahkan Fendi ikut serta menemani Iva. Fendi pun terus berusaha mendekati Iva, Iva berusaha menghindar tapi Fendi tetap berusaha mendekati. Hingga suatu siang, saat Iva baru selesai belanja dari kedai beli sabun dan sampo, Iva bertemu Fendi di jalan. Fendi mengiringi Iva berjalan bersama bersisian.


“Iva beli apaan?”


“Sampo dan sabun. Eh, sampai kapan kau di kampung? Gak balik ke kota dan kerja? Nanti di cariin bos besar loh.”


“Aman kok. Kan aku CEO. Jadi gampang aja.”


“Hem, berlagak.”


Fendi hanya terkekeh.


“Oh iya Fen, jangan sering nemuin aku ya.”


“Loh ... kenapa rupanya?”


“Gak enak di lihat orang di kampung.” Iva merasa tak enak hati. “Lagian aku udah punya suami dan lagi hamil, nanti apa kata orang jika melihat mu sering dengan ku.” Iva menoleh sekilas ke Fendi.


Fendi diam sesaat, kemudian berkata dengan tegas.


“Aku siap menjadi suami pengganti untuk mu, Iva.” Fendi bersungguh-sungguh.


“Fen, gak baik gitu ah. Aku sudah hamil besar lihat nih.” Iva menunjuk ke perutnya yang sudah besar.


“Aku tetap suka dan sayang kau, Iva. Aku gak masalah kalau kau hamil. Nanti anakmu kita rawat bersama.” Fendi tulus mengatakannya. Iva seakan kehabisan kata-kata.


“Maaf. Aku malah gak bisa Fen.”


“Kenapa? Apa kau masih sayang pada Hadi?” Fendi menatap tajam ke arah Iva.


“Maaf.” Iva tak berani melihat ke Fendi. Fendi menghela nafas panjang.


“Irinya. Andai aku adalah Hadi, pasti akan bahagia. Tapi aku akan tetap menunggumu, Iva.” Fendi tersenyum dan membuat beban di hatinya Iva semakin bertambah.


Hadi melihat dari jauh. Ia sengaja datang jauh dari kota hanya untuk bertemu Iva, namun yang di lihatnya kembali Iva dengan pemuda tersebut. Hadi terlihat kesal.


“Iva!!!” seru Hadi. Baik Iva dan Fendi melihat ke arah Hadi. Hadi datang mendekat. Tadi ia naik busnya, kemudian naik ojek ke arah kampung Iva. Busnya di tinggal di terminal.


“Mas....” lirih kata Iva. Sedangkan Fendi hanya menatap tajam ke Hadi.


“Ngapain kalian berduaan di sini? Mau selingkuh kah? Ingat Iva kita itu masih suami istri.” Hadi terlihat jengkel. Iva memutar kedua bola matanya dengan malas.

__ADS_1


“Mas datang cuma mau bilang itu kah? Selingkuh? Bukannya Mas yang selingkuh?” Iva tajam menatap Hadi. Hadi agak terkejut mendengar Iva yang biasanya lemah lembut dan penurut, sekarang berubah nampak jutek.


“Iva? Kau tega berkata hal tersebut?” Hadi semakin tajam menatap ke arah Iva.


“Mas yang tega sama Iva.”


Fendi hanya diam mendengarkan, semenjak kejadian di mall hingga kejadian yang sedang terjadi ini, maka Fendi bisa simpulkan bahwa Iva dan Hadi sedang bermasalah. Rumah tangga mereka berantakan. Dan kata selingkuh, terus wanita lain yang bernama Lita yang pernah mengatakan istri hadi juga di mall, Fendi pun menyadari semuanya sudah.


Hadi menarik tangannya Iva, namun Iva memberontak.


“Ayo.” Ajak Hadi.


“Lepas!!!” Iva tak mau.


Fendi sudah tak bisa diam lagi.


“Lepaskan Iva.” Ucap Fendi. Hadi menatap kesal pada Fendi.


“Bukan urusanmu, kenapa terus mengusik istri saya. Gak kau lihat kalau ia hamil anak kami, kau pergilah menjauh.” Bentak Hadi, ia tak peduli siapa pun Fendi itu.


Hadi menarik tangannya Iva kembali, namun kali ini Fendi mencekal lengan Hadi, hal tersebut membuat Hadi marah. Ia segera melayangkan tinjunya dan Fendi yang belum bersiap segera kena tonjokan ke wajahnya. Fendi terhuyung ke belakang dan mundur beberapa langkah.


Iva terkejut dan mulutnya ditutup dengan kedua tangannya.


“Maju kau brengsek.” Ucap Hadi.


Kedua pria tersebut pun baku hantam. Saling uji kekuatan. Pukul, tinju, tendang, semuanya di pakai oleh keduanya. Dan tak ada yang mau mengalah. Iva di samping merasa kebingungan.


“Stop Fen, berhenti!” Iva berusaha melerai agar mereka berhenti.


“Mas Hadi juga, hentikan!” teriak Iva.


Tapi keduanya masih saja bertarung, tak mendengar lagi apa yang di ucapkan Iva. Luka di terima Hadi di sekitar wajahnya sedangkan Fendi merasakan bibirnya berdarah sudah. Karena tak ada yang mau berhenti dan terus baku hantam, akhirnya Iva berinisiatif.


“Kalian terus kan saja. Aku mau pulang.”


Seketika keduanya berhenti berkelahi dan menatap Iva.


“Akhirnya kalian berhenti juga.” Iva melerai keduanya, ia menarik tangannya Hadi menjauh dari Fendi.


“Kau pulanglah mas, jangan menggangu disini.” Ternyata Iva menyuruh Hadi pergi. Hadi terbengong, bahkan Fendi yang awalnya sedih melihat Iva menarik tangannya Hadi, kini senyum sendiri melihat Iva menyuruh Hadi pergi.

__ADS_1


“Kau mengusir ku kah Iva? Aku suamimu Iva?” Hadi menatap sedih ke Iva.


“Oh, masih Mas anggap aku ini istrimu mas? Lalu kemana saja kau selama ini? Kenapa tak mencari ku?” Iva sudah menangis. Hadi terdiam. Bahkan Fendi pun terdiam.


“Aku menunggumu sayang.”


“Jangan panggil aku sayang. Urus saja istrimu yang lain di rumah. Aku akan tetap di kampung bahkan sampai anakku lahir, aku akan tetap disini.” Iva mengusap kasar air matanya.


“Maafkan aku, Iva.” Kembali Hadi meminta maaf kepada Iva.


“Mas, gak perlu curiga padaku. Karena aku bukan seperti Mas, yang bermain wanita sampai akhirnya ia hamil juga. aku bukan tukang selingkuh, tak seperti dirimu Mas. Dan pergi, jangan coba-coba ganggu hidup ku lagi. Aku tenang di sini.”


Iva segera menghampiri Fendi dan mengajaknya pergi meninggalkan Hadi seorang diri. Hadi merasakan sesak di dadanya. Ia melihat Iva semakin jauh dan pergi bersama pria lain. Hadi sungguh gak terima. Penolakan Iva sungguh melukai dirinya. Hadi pun pulang kembali ke kota dengan perasaan yang tak enak hati. Namun Hadi tak pernah mau bercerai dari Iva.


Iva memandang ke arah Fendi.


“Seharusnya tak perlu kau pedulikan mas Hadi , Fen.”


“Dia memaksamu Iva.”


“Lupakan. Lihat, sekarang kau terluka.”


Fendi tersenyum, ia senang Iva mencemaskannya.


“Kau cemas padaku Iva. Ayo kita menikah saja.” Ucap Fendi tanpa memikirkan keadaan Iva saat ini.


Iva menatap ke arah Fendi dengan pandangan aneh dan kening berkerut.


Bersambung....


Iva terima gak ya?? :D


Andai cerita mu seperti negeri dongeng maka akan cepat bahagia kan Iva, sayang cerita mu dari kisah nyata. Kehidupan nyata yang tentunya banyak batu-batu kerikilnya. Life is never flat.


Mungkin para kakak pembaca heran, kenapa Iva gak cerai saja seh dengan Hadi? Kenapa Iva mau aja seh di perlakukan oleh mertuanya yaitu Jihan seperti itu? jawabannya hanya Iva yang tahu ya kak. Soalnya Author hanya menceritakan kisah nyatanya si Iva. Lagian kerangka cerita juga sudah di setor ke pusat noveltoon jadi gak berani melenceng ya kak dari yang udah di acc ke pusat. Kemudian membuatnya pun berdasarkan kisah nyatanya, jadi gak bisa buatnya berbeda dari kisah nyatanya tersebut, takut nanti lari alurnya. Semoga semua pembaca dapat selalu tetap mendukung karya ini, makasih :D 🥰😘🤗


Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.


Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.


Thanks. Love you all. :) :D No plagiat ya :D

__ADS_1


Kembali Author kabarkan, kalau lomba berbagi cinta akan segera berakhir, karena itu yuk dukung karya ini ya kak. Karena karya ini mengikuti lomba tersebut. Kasi Like sebanyaknya, kasi Vote sebanyaknya, Gift , komen dan kasi bintang 5 nya di bagian beranda sinopsisnya. Like dan Vote sebanyaknya ya kakak sebagai apresiasi ke karya ini. Makasih semuanya :D Love you all :D


__ADS_2