Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti

Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti
Bab 19.


__ADS_3

“Kau kena guna-guna nak.” Ucap Arman di seberang sana kepada Iva. Iva tentu saja kaget luar biasa.


Setelah diberitahukan oleh ayahnya Iva, esoknya Iva dan Hadi ke kampungnya Iva. Mereka mengunjungi rumah orang tuanya Iva. Di sana Arman mengatakan kalau Iva telah kena guna-guna. Arman ini selain seorang juragan kaya di kampungnya, ia ahli ibadah juga bisa melihat hal seperti hal magis seperti itu. Sehingga kadang orang orang di kampung minta tolong air tawar/ air pengobat untuk berobat. Padahal Arman hanya membacakan ayat-ayat suci saja dan berdoa kepada yang maha pencipta melalui perantara air minum inilah yang dijadikan sebagai obat untuk mereka berobat.


Hadi pun segera membawa untuk mengobati Iva. Di lihat Arman keadaan Iva, dan kemudian di obati nya. setelah di kasi air penawar tersebut dan Iva rutin menyapunya ke seluruh tubuh, ada juga yang untuk di minum. Berangsur-angsur keadaan Iva membaik. Iva akhirnya sembuh setelah seminggu rutin mengobatinya dengan air penawar dari ayahnya.


Kehidupan Iva kembali membaik dan menjalani sehari-hari dengan baik. Mereka sekarang sudah di rumah mereka sendiri dan menjalani kehidupan rumah tangganya. Hadi setiap hari menyayangi Iva dan Iva menjalankan tugas tugasnya sebagai istri.


Bahkan saat Iva ulang tahun, Hadi segera merayakannya. Ia membuat cake ulang tahun dan pesta kejutan sendiri di rumahnya. Iva sangatlah terharu dan bahagia.


Namun kebahagian itu tak berlangsung lama. Jihan datang kembali ke rumah Iva. Dengan dalih sedang ingin main saja. Di lihat Jihan kalau Iva terlihat baik-baik saja. Akhirnya Jihan kembali menabur obat dan membaca mantra entah apa. Jihan lah yang mengguna-guna si Iva. Setelah selesai melakukan aksinya, Jihan pamitan pulang.


Kembali lagi Iva mengalami sakit yang sama setelah mandi dan malamnya kumat. Yang anehnya hanya Iva yang kena dan Hadi tidak. Karena mereka serumah dan memakai kamar mandi yang sama tapi hanya Iva yang kena. Iva kembali sakit dan kembali berobat lagi ke kampungnya pada Ayahnya. Dan berangsur-angsur Iva pun sembuh kembali lagi. Kali ini Arman memperingati Iva, agar tidak menerima Mama mertuanya lagi ke rumah. Jangan lagi di biarkan masuk rumah. Sepertinya Jihan sengaja melakukannya.


Memang benar Jihan sengaja, dia mau Hadi tidak menyukai Iva lagi. Biar mereka pisah dan cerai. Jika Iva sakit aneh dan Hadi tak mau dekat lagi otomatis Hadi dan Iva berpisah. Dan itulah tujuan Jihan. Namun sayang saat ini usahanya tak berhasil.


Jihan kembali lagi hendak mencelakakan mantunya, ia kembali datang ke rumah Iva. Iva membuka kan pintu rumah namun untuk menyuruh mertuanya masuk, ia takut.


“Mama gak di kasi masuk Iva?”


“Eh, masuk aja Ma.” Akhirnya Iva persilahkan kan masuk.


Jihan dan Iva duduk di kursi ruang tamu.


“Mama mau minum teh, biar Iva buatkan?”


“Boleh, tapi Mama mau numpang ke kamar mandi dulu.”


Jihan langsung bergerak ke kamar mandi Iva, Iva merasa was-was. Jihan masuk ke kamar mandi dan Iva membuatkan teh. Saat Jihan hendak menaburkan, kemudian Iva membuka pintu kamar mandi dan kebetulan saat Jihan hendak menaburkan sesuatu tapi tak jadi karena ada Iva melihat.


“Ngapain Ma?’

__ADS_1


“Kau ini Mama lagi di kamar mandi kok di buka pintunya?”


“Maaf Ma. Cuma mau bilang tehnya sudah siap.” Iva berdalih. Padahal ia ingin tahu apa yang hendak dibuat mertuanya itu.


Kebetulan Hadi pulang siang ini. Dan ia langsung masuk rumah. Begitu masuk rumah, Hadi melihat Mamanya dan Iva di dekat pintu kamar mandi.


“Ngapain Mama disini?” tanya Hadi.


Jihan menoleh ke Hadi dan segera menyembunyikan sesuatu dari tangannya. Hadi sempat melihat, ia langsung mendatangi Mamanya dan mencoba mengambil yang ada di tangan Mamanya.


“Apa ini Ma?” Hadi langsung menyambar mengambil dari yang disembunyikan Mamanya.


“Itu....” Jihan bingung.


Hadi melihat benda aneh di tangannya. Iva pun melihatnya. Jihan kebingungan dan hendak kabur saja.


“Mama pulang ya.” Jihan segera melangkah pergi namun di cekal oleh Hadi.


“Apaan seh kau Hadi. Aku ini Mamamu. Jangan berani sama Mama.” Jihan melotot.


Iva sebenarnya sudah tahu kalau mertuanya pelakunya. Karena Ayahnya di kampung sudah memperingatinya. Tapi Hadi kan tak tahu. Namun sekarang Hadi sudah tahu. Sudah di perlakukan seperti babu dan tidak di kasi makan sewaktu serumah mertuanya, kini malah di guna-guna oleh mertuanya agar Hadi dan Iva berpisah. Hadi tak sangka Mamanya sungguh jahat dan kejam.


“Ma ... aku tak berani dengan Mama. Namun tolong jangan usik rumah tangga kami. Jangan ganggu dan jangan sakiti Iva lagi. Tolong menjauh lah dari hidup kami.” Hadi menekankan kata-kata memohon namun mengandung kata peringatan juga. Jihan membuang mukanya. Ia kesal dengan sikap Hadi namun lebih kesal dengan Iva. Jihan pun pergi dan langsung pulang.


Hadi membuang benda laknat tersebut. Iva dan Hadi pun berpelukan. Semenjak hari itu Jihan tak lagi datang atau pun tak mengganggu Iva lagi.


Hari-hari yang di lewati oleh Iva dan Hadi kembali membahagiakan hingga mencapai tahun kedua pernikahan mereka. Mereka hidup damai dan bahagia. Hadi kembali merayakan ulang tahun pernikahan keduanya dengan Iva di rumah. Mereka bahagia. Kemudian hari-hari selanjutnya bahagia juga.


Hanya satu. Selama dua tahun menikah mereka belum juga mempunyai anak kembali. Padahal semua cara sudah di coba bahkan sudah periksa ke dokter. Semuanya baik saja. Hanya belum di kasi amanah saja. Mereka hanya bisa sabar. Dan tetap menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia. Hadi menyetir bus pun sudah kembali baik setorannya. Jadi masalah belanja dapur kembali baik.


Kemudian Iva dan Hadi merayakan ulang tahun Iva di restoran dimana saat itulah mereka bertemu Lita yang sempat dikisahkan di bab awal sebelumnya.

__ADS_1


Hari-hari membahagiakan Iva pun akhirnya sekarang sirna semenjak Hadi bertemu Lita. Sekarang Iva telah hamil, namun si Lita juga hamil.


Kembali ke masa sekarang.


Iva menerawang begitu jauh ke masa silam. Ia mengingat semuanya yang sudah ia lalui bersama Hadi. Hati Iva kembali sakit jika mengingat kalau saat ini suaminya telah menghamili dan sekarang menikahi wanita lain tersebut.


Iva menghapus air matanya. Ia mencoba tabah. Sekarang ia telah hamil jadi ia harus kuat.


“Nak, saat dirimu di tunggu tak kunjung ada. Namun sekarang kau ada di rahim Mama tapi Papamu telah menikahi wanita lain yang juga saat ini tengah hamil.” Gumam Iva sendirian di kamarnya sambil mengelus perutnya.


Iva hamil sudah tiga bulan. Dan ia tak sadar awalnya kalau sudah hamil. Karena tanda-tanda kehamilan tak ada. Ia merasa biasa saja. Saat tahu suaminya menghamili Lita dan Lita sudah sebulan hamil, barulah saat itu Iva tahu ia juga hamil. Kenapa cobaan ini datang? Iva mengeluh dalam hatinya. Apakah benar karma yang ia terima akibat perbuatan orang tuanya? Iva benar-benar harus banyak bersabar.


Hari terus berlalu. Hingga usia kandungan Iva menginjak usia 7 bulan. Perutnya sudah besar. Semua keluarga menjaga Iva dengan baik. Ayah dan Ibu nya selalu memperhatikan makan dan minum Iva. Selama Iva hamil, ia memang tak terlalu rewel. Biasanya kan ada yang hamil ngidam ini atau itu namun Iva tidak. Iva hanya mau makan mangga asam saja. Selebihnya tak ada. Intinya tak susahlah.


Lukas dan Nina juga menjaga Iva, mereka selalu berusaha membuat hati Iva bahagia agar ia melupakan kesedihannya. Dan anehnya selama Iva di kampung tinggal dengan orang tuanya, selama itu ia tak pernah di kunjungi atau di cari Hadi di kampung padahal Iva tengah mengandung anak mereka berdua. Tapi seakan Hadi tak ada kepikiran mencari Iva. Apakah Hadi tak bisa kepikiran mencari Iva di kampung? Atau terlalu sibuk dengan hidup barunya bersama istri keduanya? Apakah Hadi sudah melupakan Iva? Padahal Iva masih menyandang sebagai istri pertama Hadi. Iva hanya berusaha tetap tersenyum walau pun dalam hati ia sebenarnya menangis.


Suatu siang, Nina mengajak Iva berjalan-jalan bersama. Nina mengajak ke pekan yang ramai setiap hari selasa. Disana Nina mengajak Iva untuk berbelanja baju hamil dan perlengkapan bayi. Banyak baju Iva yang sudah tak muat lagi, ia perlu baju hamil yang lebih besar. Mengingat perutnya sudah besar. Sudah 7 bulan kan. Sekalian mereka mencari pakaian bayi dan perlengkapan bayi.


Di saat Nina sibuk mencari semuanya, Iva kelelahan. Maklum Mama muda yang lagi hamil jadi mudah lelah. Iva mencari tempat duduk. Seorang pemuda melihat Iva dan menghampiri Iva.


“Iva ... kau Iva kan?” nama Iva di sebut oleh suara seorang pemuda yang akhirnya membuat Iva menoleh ke arah asal suara tersebut.


Bersambung....


Seorang pemuda memanggil Iva, kira-kira siapa yak?? :D


Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.


Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.


Thanks. Love you all. :) :D

__ADS_1


No plagiat ya :D


__ADS_2