Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti

Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti
Bab 7.


__ADS_3

“Lita akan panggil Mama dan Papa. Silahkan diminum dan dimakan hidangannya Pak, Buk dan Mas Hadi”


Kedua orang tua Hadi menganggukkan kepalanya serta Hadi juga. Lita masuk menaiki tangga menuju lantai atas. Dimana kedua orang tua Lita sedang berada di kamarnya. Tak berapa lama kemudian Lita beserta kedua orang tuanya turun dan menemui kedua orang tuanya Hadi juga Hadinya di ruangan tamu.


Kedua orang tua Hadi dan kedua orang tuanya Lita saling bersalaman dan memperkenalkan diri.


“Saya Candra Gupta, Papa dari Verlita Maheswari Gupta (Lita)” Candra Gupta mengulurkan tangannya.


“Saya Andika Kesuma Wijaya, Papanya Hadi Kesuma Wijaya (Hadi)” Andika menyambut tangan Candra Gupta dan mereka berjabat tangan.


“Saya Mamanya Hadi, Jihan Wijaya” Jihan tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya.


“Oh, saya Mamanya Lita, Putri Maheswari” Putri Maheswari menyambut tangan Jihan dan saling berjabat tangan. Kemudian bergantian menyalami yang laiannya juga. Mamanya Lita bersalaman dengan Papa Hadi. Begitu juga Mamanya Hadi gantian salaman dengan Papa Lita. Kemudian Hadi menyalami dan mencium tangannya Papa dan Mamanya Lita.


Kini semuanya duduk bersama di sofa yang meja sudah penuh kue-kue dan minuman. Mereka mencicipi kue-kue dan minuman yang ada sambil berbincang-bincang hal ringan. Setelah cukup lama berbincang. Kemudian lanjut acara makan malam bersama. Mereka semua menuju ruangan makan. Semuanya makan malam bersama dengan suasana ceria tentunya.


Selesai makan malam, semuanya kembali ke ruangan meja tamu. Awalnya berbincang yang ringan-ringan saja. Namun karena waktu semakin larut, akhirnya Jihan segera meminta suaminya cepat menyatakan tujuan mereka ke rumah kedua orang tuanya Lita.


“Pa....” Jihan mengkode suaminya. Andika sudah paham maksud istrinya tersebut.


“Begini Pak Candra Gupta, tujuan kami kemari mungkin sudah di kabarkan oleh Lita sebelumnya....” Andika hendak melanjutkan namun di potong oleh Candra.


“Panggil saja Candra. Biar lebih akrab. Saya rasa kita seumuran” Candra Gupta tersenyum ramah.


“Ah, baiklah. Jadi pasti nak Lita sudah mengatakan tujuan kami kemari” sambung Andika.


Candra Gupta dan Putri Maheswari menatap Lita putrinya. Sejujurnya mereka belum tahu apa pun. Lita hanya berkata bahwa akan ada tamu penting, karena itu mereka menyiapkan banyak makanan. Namun ada apa sebenarnya mereka belum tahu.


“Begini Pak Andika Kesuma Wijaya...”


“Panggil Andika saja. Seperti anda menyuruh saya panggil dengan kata nama Candra”


“Oh, baiklah. Begini, putri kami Lita belum mengatakan apa pun maksud kedatangan anda sekalian malam ini. Lita hanya berkata tadi siang bakal ada tamu. Dan ada hal penting. Begitu saja” Ujar Candra menatap ramah namun serius.


Andika menghela nafas panjang. Ia harus menahan rasa malu yang amat sangat akibat putranya sendiri si Hadi. Sedangkan Jihan hanya tersenyum ramah dan senang. Namun wajah Hadi dan Lita sudah mulai pucat dan hati kebat kebit sudah rasanya.


“Maksud kedatangan saya dan keluarga hendak melamar nak Lita untuk Hadi putra kami. Mereka harus segera di nikahkan. Karena ... karena nak Lita sudah hamil”


Wajah Candra dan Putri yang awalnya senang kalau putrinya akhirnya akan dilamar dan menikah, namun berubah menjadi saling menatap aneh karena mendengar perkataan Andika menyatakan kalau Lita sudah hamil.


“Apa maksudnya ini?” Putri Maheswari menatap Lita dan para tamu bergantian.


“Maafkan Lita Pa, Ma” Lita tertunduk dihadapan Papa dan Mamanya.


“Tolong jelaskan. Saya masih belum paham. Kok Lita hamil? Kenapa kau minta maaf Lita” Candra mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Kali ini Hadi maju dan bersimpuh meminta maaf di hadapan kedua orang tuanya Lita.


“Maaf Om dan tante. Maafkan Hadi” Hadi menunduk.


Akhirnya Andika membuka suara dan mejelaskan duduk perkaranya. Andika menjelaskan dengan panjang lebar semuanya. Wajah Candra Gupta dan Putri Maheswari berubah-rubah tak menentu. Mereka tak percaya rasanya


putrinya yang berpendidikan bisa jadi begini nasibnya. Mereka sangat kecewa sekaligus marah. Karena Lita hamil di luar nikah bahkan Hadi sudah punya istri juga pulanya. Kenapa Lita putri kebanggaan mereka menjadi seperti ini.


Walau tak terima dan sangat marah, namun apa di kata. Semua sudah terjadi. Hadi dan Lita meminta maaf kepada kedua orang tua mereka. di saat suasana seperti ini. Hanya Jihan yang terlihat lebih senang. Dilihat Candra, putrinya terlihat mencintai Hadi, akhirnya Candra dan istrinya hanya bisa merestui. Lagian Lita sudah hamil dan Hadi harus bertanggung jawab. Maka mereka harus segera dinikahkan. Kedua belah pihak keluarga akhirnya setuju segera menikah kan Hadi dan Lita sebelumnya perut Lita membesar. Masih 1 bulan kehamilan jadi belum terlalu kelihatan. Surat persetujuan dari istri pertama juga sudah ada. Maka pernikahan Lita dan Hadi sudah bisa dilaksanakan. Mereka pun segera menentukan tanggal dan hari pernikahan Lita dan Hadi.


***


Beberapa hari telah berlalu.


Iva yang tinggal di rumah orang tuanya merasa kedamaian. Walau kadang hati dan pikirannya masih memikirkan Hadi dan rumah tangganya. Namun setidaknya di kampung Iva lebih merasa tenang.


Lukas dan Nina Lestari, adalah Kakak dan abangnya Iva. Iva anak paling kecil. Sedangkan Lukas yang tertua. Nina Lestari nomer dua. Mereka berdua heran, karena Iva terus di rumah beberapa hari. Sudah tiga hari. Tapi anehnya batang hidungnya Hadi tak kelihatan juga sampai sekarang. Hingga akhirnya Nina curiga. Ia pikir mungkin saja Mama mertuanya itu berulah lagi. Masih teringat jelas di memori Nina bagaimana Mama mertuanya Iva menyiksa dan membuat Iva menjadi babu di rumah Mertuanya itu.


Apakah mertuanya itu masih ikut campur terus dan mengusik rumah tangga Hadi dan Iva? Nina sangatlah curiga. Suatu sore, disaat Iva lagi bantu ibunya di dapur. Nina dan Lukas sedang di ruang tamu duduk berdua. Ayah mereka sedang di kebun teh belum pulang. Masih mantau perkebunan. Lukas seorang pegawai kantor camat yang sudah pegawai negeri. Namun belum menikah juga. Ayahnya mau mewariskan pada Lukas. Namun Lukas lebih fokus di kantor camat tentunya. Sehingga Nina yang ikut ambil serta membantu ayahnya. Kini Nina lagi senggang. Nina memandang ke abangnya Lukas.


“Bang, kok Iva terus di rumah ya. Maksudku kenapa Iva nginap dirumah ini terus tanpa ada Hadi?” Nina menatap sang abang yang lagi main hape. Sepertinya Lukas sedang membalas pesan seseorang. Mereka saling berbalas chat.


“Biarkan saja Nin. Mungkin Iva kangen ibuk. Kan udah lama juga gak kemari. Kalau Hadi mungkin masih sibuk kerja. Jangan terlalu kepo dan ikut campur urusan rumah tangga adik kita” Lukas menasehati.


Nina memutar kedua bola matanya dengan malas.


Lukas menatap adiknya Nina.


“Apa rupanya?” Lukas menatap serius pada Nina adiknya tersebut.


“Kalau ada huru hara di rumah tangga Iva bagaimana?”


“Kau terlalu berpikiran negatif Nin. Lagian baiknya kau pikirkan calon tunanganmu. Bukannya kau hendak menikah” Lukas kembali membalas pesan chatnya.


Nina memang sudah punya tunangan. Nama tunangannya bernama Ikang Syahputra. Mereka kenalan setahun lalu dan bepacaran beberapa bulan dan kemudian tunangan. Kedua belah pihak keluarga Ikang dan Nina setuju agar mereka menikah saja. Namun sebelumnya mereka di tunangkan dahulu. Hanya Lukas yang masih belum menambatkan hatinya pada siapa.


“Terus abang sendiri kapan lagi bawa calon kakak ipar. Masak dua kali mau dilangkahi adiknya. Dua tahun lalu Iva. Dan nanti aku mau nikah. Lah abang kapan?” Nina meledek abang tertuanya.


Lukas yang geram hendak menimpuk kepalanya Nina. Namun karena sama-sama sudah dewasa tak mungkin lagi hal tersebut dilakukan. Sebagai gantinya Lukas cuekin saja ledekan Nina.


Iva baru saja selesai membantu Ibunya di dapur. Mereka memasak untuk menu makan malam nanti. Iva hendak kembali ke kamarnya lalu mandi. Namun Nina segera memanggil adiknya yang bontot itu.


“Iva ... kemarilah sebentar”


“Iya kak”

__ADS_1


Iva datang mendekat ke kursi ruang tamu. Iva duduk di sebelah Nina yang tak jauh juga di dekat Lukas. Ketiga saudara kandung tersebut kini duduk berdekatan di kursi ruang tamu. Iva tersenyum ramah ke kakak dan abangnya. Lukas pun tersenyum namun tak merecoki Iva. Hanya Nina yang langsung hendak bertanya.


“Iva, Hadi mana?”


“Hadi kak?”


“Iya lah. Kok kau sendirian disini terus. Kalian ada masalah ya?”


Iva terlihat tegang dan pucat. Iva jadi bingung harus menjawab apa.


“Gak ada masalah kok kak”


“Bener itu”


“Bener kok kak”


“Bohong. Kau bohong Iva. Kakak tahu kalau kau sedang berbohong” Ucap Nina dengan tegas.


Bersambung...


Apakah kali ini Iva tak bisa mengelak lagi? Mungkin keluarganya akan tahu tentang rumah tangga Iva yang sudah porak poranda. Iva ingin menyembunyikannya, namun kali ini ia di desak oleh Nina. Saksikan kelanjutannya ya kak readers semuanya :D


Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.


Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.


Thanks. Love you all. :) :D No plagiat ya :D


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2